BALIKPAPAN – kabarOnenews.com – Di balik kemeriahan Pesta Rakyat HUT ke-129 Kota Balikpapan yang memadati objek wisata Kang Bejo, Minggu (15/2/2026), terdapat peran sentral Yudhie Eka Putra, ST.
Selaku Ketua Panitia sekaligus Ketua LPM Sumber Rejo, Yudhie tidak hanya mengelola teknis acara, tetapi juga menjadi jembatan yang menyatukan enam kelurahan dalam satu harmoni yang padu.
Sejak tahap persiapan, Yudhie dikenal sebagai sosok pemimpin yang detail dan inklusif.
Baginya, perayaan tahun ini bukan sekadar seremoni, melainkan cerminan nyata dari tema besar kota: “Harmoni Menuju Kota Global”.
Mewujudkan Visi “Miniatur Indonesia”
Di sela kesibukannya mengawal jalannya acara, Yudhie mengungkapkan bahwa tantangan terbesar bukanlah persoalan logistik, melainkan cara menghadirkan keberagaman budaya Balikpapan Tengah dalam satu panggung besar.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Balikpapan Tengah adalah miniatur Indonesia. Dari Reog Ponorogo hingga Tari Dayak, semua tampil bukan hanya sebagai tontonan, tetapi sebagai pengingat bahwa kerukunan adalah kekuatan utama kita,” ujar Yudhie dengan penuh semangat.
Akselerasi Ekonomi Kerakyatan
Tak hanya terpaku pada atraksi seni, Yudhie juga menjadi inisiator utama dalam pelibatan Gelar Lapak UMKM.
Ia bersikeras agar setiap kelurahan mengirimkan produk unggulannya, memastikan pesta rakyat ini memberikan dampak ekonomi langsung bagi warga sekitar.
“Pesta ini milik rakyat, maka perputaran ekonominya pun harus kembali ke rakyat. Saya sangat bangga melihat produk UMKM lokal begitu diminati oleh ribuan pengunjung yang hadir hari ini,” tambahnya.
Kepemimpinan yang Membumi
Apresiasi tinggi datang dari Camat Balikpapan Tengah, Arfida Aida Kuncoro. AP., M.Si., Ia memuji kegigihan Yudhie dalam mengoordinasi seluruh elemen, mulai dari Ketua RT, LPM, LKM hingga komunitas dan komponen masyarakat di Kelurahan Sumber Rejo.
Sikap rendah hati Yudhie terlihat jelas hingga pengujung acara. Alih-alih beristirahat, ia justru memimpin langsung aksi bersih-bersih lokasi bersama warga.
Menurutnya, kesuksesan acara tidak hanya diukur dari meriahnya tepuk tangan, tetapi juga dari kenyamanan dan kebersihan lingkungan yang tetap terjaga.
Kemeriahan Pesta Rakyat ini diawali dengan aksi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), yang meliputi senam massal, aksi donor darah, serta pemeriksaan kesehatan gratis dari puskesmas setempat.
Melalui dedikasinya, Yudhie Eka Putra telah membuktikan bahwa kepemimpinan yang berasal dari hati mampu menggerakkan ribuan orang untuk bersatu merayakan identitas kota tercinta.
NK



















