Banjarbaru,KabarOnenews.com- Provinsi Kalimantan Selatan resmi memulai kegiatan penanaman pohon melalui pendanaan Results Based Payment (RBP) Reducing Emission from Deforestation and Forest Degradation (REDD+) Green Climate Fund (GCF) Output 2 beberapa waktu lalu.
Pendanaan internasional ini disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) sebagai bentuk apresiasi atas kinerja Kalsel dalam menurunkan emisi pada periode 2014–2016, yang telah ditetapkan melalui SK Menteri LHK Nomor 1398/MENLHK/SETJEN/KUM.1/2023.
Program yang dibiayai oleh dana RBP REDD- GCF tersebut mencakup berbagai kegiatan penting, seperti Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), Pengamanan Hutan, Pengendalian Karhutla, serta Bantuan Sarana Produktif bagi Perhutanan Sosial dan Kampung Iklim (Proklim).
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Fathimatuzzahra, menjelaskan bahwa kegiatan rehabilitasi ini dilakukan di Areal Penggunaan Lain (APL) atau di luar kawasan hutan, sesuai kewenangan Dinas Kehutanan. Lokasi meliputi tanah milik Pemerintah Provinsi di Banjarbaru serta lahan masyarakat di Kabupaten Banjar, Kotabaru, Balangan, dan Hulu Sungai Utara.
“Penentuan lokasi diawali dengan kegiatan ground check untuk melihat penutupan lahan dan kondisi eksisting di lapangan,” ujarnya saat ditemui wartawan, Kamis (4/12/2025).
Di lahan pemerintah provinsi seluas 300 hektare, tutupan lahan saat ini berupa tanaman karet tidak produktif dan semak belukar. Sementara pada lokasi RHL seluas 100 hektare, telah dilakukan pembersihan lahan seluas 47,40 hektare untuk ditanami MPTS (Multi Purpose Trees Species) berupa tanaman buah seperti mangga, manggis, alpukat, matoa, cempedak, nangka, dan kuini.
“Sisanya seluas 52,60 hektare, dilakukan pembersihan dengan metode strip jalur tanpa penebangan pohon. Area ini akan ditanami Eucalyptus dan Ulin,” tambahnya.
Fathimatuzzahra menegaskan bahwa semak belukar maupun kebun karet tua tidak lagi memberikan manfaat optimal secara ekonomi. Dengan penanaman jenis tanaman kehutanan dan MPTS yang tepat, lahan akan menjadi lebih produktif dan memberikan manfaat ekonomi serta ekologi jangka panjang.
“Ini bukan hanya soal penanaman, tetapi bagaimana mengembalikan produktivitas lahan sekaligus menjaga lingkungan,” tutupnya.
By: Herpani



















