Lamongan, KabarOneNews.com-Desa Putat Kumpul, Kecamatan Turi, Kabupaten Lamongan, menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (ABDIMAS) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) pada Selasa, 25 Februari 2025. Kegiatan bertajuk Ekspedisi Ekonomi Desa ini merupakan wujud nyata komitmen FEB UNISLA dalam menjalankan tridharma perguruan tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan fokus pada pengembangan desa tahan banjir dan penguatan ekonomi desa berbasis potensi lokal.
Kegiatan ABDIMAS ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, pemuda, serta perwakilan organisasi kepemudaan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal kegiatan, menunjukkan besarnya harapan masyarakat Desa Putat Kumpul terhadap kontribusi perguruan tinggi dalam membantu mengatasi persoalan desa. Desa Putat Kumpul dikenal sebagai wilayah yang memiliki potensi ekonomi desa yang cukup besar, terutama di sektor pertanian dan usaha mikro masyarakat. Namun, kondisi geografis yang rawan banjir menjadi tantangan serius yang kerap menghambat aktivitas ekonomi dan mempengaruhi kesejahteraan warga.
Sebagai pemateri utama, Dr. Abid Muhtarom, SE., MSE, menyampaikan materi yang menekankan pentingnya sinergi antara pembangunan ekonomi desa dan upaya mitigasi bencana. Ia menegaskan bahwa pengembangan ekonomi desa harus dirancang secara adaptif terhadap kondisi lingkungan. Desa yang sering terdampak banjir tidak boleh terjebak dalam pola pembangunan yang sama dari tahun ke tahun, tetapi harus berani melakukan inovasi agar mampu bertahan dan berkembang dalam situasi yang penuh risiko.
Menurut Dr. Abid Muhtarom, konsep desa tahan banjir tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik seperti saluran air atau tanggul, tetapi juga mencakup ketahanan ekonomi masyarakat. Ketika masyarakat memiliki sumber pendapatan yang beragam dan sistem ekonomi yang kuat, dampak banjir terhadap kehidupan sosial dan ekonomi dapat ditekan. Oleh karena itu, pengembangan UMKM, diversifikasi usaha, serta peningkatan kapasitas pelaku ekonomi desa menjadi agenda penting yang harus dijalankan secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya literasi keuangan dan manajemen usaha bagi masyarakat desa. Banyak pelaku usaha kecil yang sebenarnya memiliki produk dan pasar, namun belum mampu mengelola keuangan usaha secara baik. Melalui kegiatan ABDIMAS ini, FEB UNISLA mendorong masyarakat untuk mulai memahami pencatatan keuangan sederhana, perencanaan usaha, serta strategi pemasaran yang lebih efektif, termasuk pemanfaatan teknologi digital sebagai sarana promosi dan distribusi produk.
Kegiatan ABDIMAS ini juga menghadirkan Ketua IPNU, Chafid, yang memberikan perspektif kepemudaan dalam pembangunan desa. Ia menegaskan bahwa pemuda desa memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan sosial dan ekonomi. Dengan kreativitas, semangat inovasi, dan kemampuan adaptasi terhadap teknologi, pemuda dapat menjadi penggerak utama dalam pengembangan ekonomi desa yang lebih modern dan berkelanjutan. Chafid mengajak pemuda Desa Putat Kumpul untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi aktif terlibat dalam kegiatan ekonomi produktif dan program desa.
Dalam penyampaiannya, Chafid juga menekankan pentingnya kesadaran kolektif dalam menghadapi bencana banjir. Menurutnya, desa tahan banjir tidak akan terwujud tanpa adanya partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Pemuda dapat berperan dalam edukasi kebencanaan, pengorganisasian kegiatan sosial, hingga pengembangan usaha kreatif yang tetap berjalan meski kondisi lingkungan kurang mendukung. Pesan ini mendapat respons positif dari peserta yang hadir, terutama kalangan pemuda.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan ABDIMAS Ekspedisi Ekonomi Desa ini berjalan interaktif dan produktif. Berbagai permasalahan desa, mulai dari dampak banjir terhadap pertanian hingga keterbatasan akses permodalan usaha kecil, dibahas secara terbuka. FEB UNISLA melalui para dosennya berperan sebagai fasilitator yang mendorong lahirnya gagasan-gagasan solutif yang realistis dan dapat diterapkan sesuai dengan kondisi desa.
Kegiatan ini menegaskan bahwa ABDIMAS bukan sekadar kewajiban institusional, tetapi menjadi ruang kolaborasi antara dunia akademik dan masyarakat. FEB UNISLA berkomitmen untuk terus mendampingi Desa Putat Kumpul dalam proses pengembangan desa yang berkelanjutan. Ekspedisi Ekonomi Desa diposisikan sebagai langkah awal menuju kerja sama jangka panjang yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan penguatan ketahanan desa terhadap bencana.
Melalui ABDIMAS FEB UNISLA ini, Desa Putat Kumpul diharapkan mampu mengembangkan model pembangunan desa yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan. Sinergi antara penguatan ekonomi desa dan upaya mewujudkan desa tahan banjir menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan masa depan. Dengan dukungan pengetahuan, pendampingan, dan partisipasi aktif masyarakat, Desa Putat Kumpul memiliki peluang besar untuk tumbuh sebagai desa yang mandiri, tangguh, dan berdaya saing.
Kegiatan ABDIMAS Ekspedisi Ekonomi Desa ini sekaligus mempertegas peran FEB UNISLA sebagai institusi pendidikan tinggi yang hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi nyata atas persoalan lokal, dan mendorong terwujudnya pembangunan desa yang berorientasi pada keberlanjutan dan kemaslahatan bersama.



















