SURABAYA – kabaronenews.com – 1 Juni 2026 – Riuh ombak Selat Madura menjadi saksi bisu berkumpulnya para pencari berkah. Tepat pukul 15.00 WIB, Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menyambut kedatangan kafilah pecinta datuknya Nabi.
Rombongan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat Pusat Kota Palu menapakkan kaki di bumi Jawa. Perjalanan panjang melintasi lautan ini melambangkan sebuah rihlah suci.
Mereka hadir demi memenuhi panggilan cinta: menghadiri rangkaian Haul Al-Imam Al-Qutb Al-Habib Abubakar bin Muhammad bin Umar Assegaf di Gresik.
Langkah kaki rombongan yang dipimpin oleh duo Syarifah, Ifa Sofa dan Marwah Al-Aydrus, segera bergerak menuju kawasan suci Ampel, tempat berdirinya pilar dakwah Nusantara.
Di sana, kehangatan ukhuwah Islamiyah telah menanti. Zaenal atau yang akrab disapa Bang Zein, bersama jemaah cabang Ampel menyambut mereka dengan khidmat.
Sambutan hangat ini menjadi manifestasi nyata dari sabda Rasulullah SAW: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari & Muslim).
Setelah melepas lelah, suasana berubah menjadi magis dan penuh ketundukan saat Guru Mulia, Habib Muhammad Sholeh bin Abu Bakar Al-Aydrus, memberikan untaian nasihat. Sang Murobbi (pembimbing jiwa) menggetarkan hati jemaah saat mengulas kedudukan spiritual Sunan Ampel, yang beliau sebut sebagai ‘presiden’ para wali Allah di tanah Jawa.
Beliau menekankan pentingnya tabarruk dengan memerintahkan jemaah minimal tujuh kali menziarahi makam Sunan Ampel selama berada di kawasan tersebut.
Lebih dari itu, figur yang karismatik dan akrab disapa Habib Rotan ini memberikan wejangan mendalam mengenai etika dan adab menghadiri haul seorang waliyullah.
Di akhir untaian hikmahnya, sebuah pesan menghujam qalbu, mengingatkan jemaah untuk menyucikan batin. Beliau menegaskan bahwa perjalanan ini bukanlah rekreasi duniawi, melainkan perjalanan akhirat.
Pesan ini selaras dengan firman Allah SWT. “Barangsiapa menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barangsiapa menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagian pun di akhirat.” (QS. Asy-Syura: 20).
Nasihat tersebut ditutup dengan doa yang menggetarkan langit, dipimpin langsung oleh Habib Sholeh. Air mata jemaah menetes, menyadari pentingnya meluruskan niat (tashhihun niyah) semata-mata demi meraih rida-Nya, sebagaimana hadits masyhur, “Sesungguhnya setiap amalan itu bergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari).
Dibasuh oleh untaian doa, kafilah spiritual ini kemudian bergerak Ziarah menuju makam Sunan Ampel untuk melantunkan dzikir dan tawasul yang dipimpin oleh Sayyid Farid Al Jufri.
Di bawah naungan langit Ampel, ayat-ayat suci dan sholawat menggema, mengirimkan hadiah pahala bagi sang wali songo.
Usai berziarah, rombongan kembali ke markas cabang Majelis Dzikir Nuurul Khairaat di Jalan Kertopaten, Ampel.
Malam ini menjadi malam perenungan dan persiapan batin. Esok hari, Selasa, ba’da Dzuhur, rombongan dijadwalkan bertolak menuju Kabupaten Gresik.
Mereka akan memulai babak baru perjalanan suci ini, mengikuti prosesi Rauha langsung di kediaman sang Sohibul Haul, Habib Abubakar bin Muhammad bin Umar Assegaf, menjemput tetesan samudra berkah yang tak pernah kering.
NK


















