kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
1 minggu yang lalu
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
13
VIEWS

Oleh: DR. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE
Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA

Jakarta, KabarOne News.com-Indonesia menorehkan capaian yang membanggakan dalam Global Flourishing Study (GFS) 2024–2025. Dalam riset berskala global yang melibatkan lebih dari 200.000 responden dari 22 negara di enam benua, Indonesia menempati peringkat pertama dunia dalam indeks flourishing dengan skor sekitar 8,47. Angka ini mengungguli berbagai negara maju, termasuk Amerika Serikat yang berada pada kisaran skor 7,18. Studi yang dipimpin oleh peneliti dari Harvard University, Baylor University, dan Gallup tersebut mengukur kesejahteraan secara holistik, tidak semata-mata berbasis pendapatan atau pertumbuhan ekonomi, melainkan pada kualitas hidup yang utuh: kesehatan mental dan fisik, makna hidup, karakter, relasi sosial, stabilitas finansial, dan kualitas kehidupan secara keseluruhan.

Berita‎ Terkait

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Capaian ini bukan sekadar kebanggaan simbolik, tetapi memiliki implikasi ekonomi yang sangat besar, terutama bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Selama ini, UMKM dikenal sebagai tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto dan menyerap lebih dari 90 persen tenaga kerja di Indonesia. Namun, keberhasilan UMKM tidak hanya ditentukan oleh akses modal, teknologi, atau kebijakan fiskal, melainkan juga oleh kualitas sosial dan psikologis masyarakatnya. Di sinilah hasil Global Flourishing Study menjadi relevan dan strategis.

Flourishing, atau kehidupan yang berkembang secara utuh, menempatkan relasi sosial, rasa makna, dan nilai-nilai kebajikan sebagai fondasi kesejahteraan. Indonesia unggul dalam aspek hubungan sosial dan makna hidup. Budaya gotong royong, kekeluargaan, spiritualitas, dan solidaritas komunitas menjadi kekuatan yang mungkin tidak sepenuhnya terukur dalam indikator ekonomi konvensional, tetapi sangat terasa dalam praktik kehidupan sehari-hari. Dalam konteks UMKM, kekuatan sosial ini adalah modal sosial (social capital) yang luar biasa.

UMKM di Indonesia tumbuh bukan hanya karena logika pasar, tetapi karena jejaring sosial. Banyak usaha kecil lahir dari komunitas, keluarga, pesantren, kelompok arisan, koperasi, dan lingkungan desa. Ketika masyarakat memiliki tingkat flourishing yang tinggi merasa hidupnya bermakna, merasa didukung secara sosial, dan memiliki optimisme terhadap masa depan maka keberanian untuk berwirausaha juga meningkat. Wirausaha sejatinya adalah ekspresi dari harapan dan kepercayaan diri. Tanpa rasa percaya diri kolektif, ekonomi rakyat sulit bergerak.

Menariknya, studi ini justru menunjukkan bahwa negara-negara dengan pendapatan per kapita tinggi tidak otomatis memiliki tingkat flourishing tertinggi. Amerika Serikat, misalnya, meskipun merupakan salah satu ekonomi terbesar dunia, berada jauh di bawah Indonesia dalam indeks ini. Hal ini menegaskan bahwa kemakmuran materi tidak selalu identik dengan kesejahteraan batin dan kualitas relasi sosial. Bagi Indonesia, ini adalah pelajaran penting bahwa pembangunan ekonomi harus tetap berpijak pada nilai-nilai sosial dan spiritual yang menjadi jati diri bangsa.

Dalam praktik UMKM, flourishing tercermin dalam daya tahan usaha menghadapi krisis. Kita melihat saat pandemi COVID-19 melanda, banyak UMKM bertahan bukan hanya karena bantuan pemerintah, tetapi karena dukungan komunitas. Konsumen membeli dari tetangga sendiri, jaringan pertemanan saling mempromosikan produk lokal, dan solidaritas sosial menjadi penyangga ekonomi. Tingginya indeks flourishing Indonesia dapat menjelaskan mengapa resiliensi sosial kita relatif kuat.

Namun, capaian ini tidak boleh membuat kita lengah. Flourishing harus diterjemahkan menjadi produktivitas dan inovasi. Rasa bahagia dan makna hidup perlu dikonversi menjadi energi kreatif. UMKM yang hidup dalam ekosistem sosial yang sehat memiliki peluang besar untuk bertransformasi digital, meningkatkan kualitas produk, dan memperluas akses pasar. Literasi digital, inovasi, dan adaptasi tetap menjadi kunci. Flourishing memberikan fondasi psikologis; strategi bisnis memberikan arah pertumbuhan.

Sebagai akademisi dan praktisi pendidikan ekonomi, saya melihat bahwa hasil GFS ini harus direspons dengan kebijakan yang memperkuat ekosistem kewirausahaan berbasis komunitas. Perguruan tinggi, termasuk Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA, memiliki tanggung jawab untuk menjembatani modal sosial masyarakat dengan pengetahuan manajerial modern. Pendidikan kewirausahaan tidak cukup mengajarkan perhitungan laba-rugi, tetapi juga membangun karakter, integritas, empati, dan kepemimpinan sosial. Inilah dimensi flourishing yang sesungguhnya.

Data skor 8,47 yang diraih Indonesia menunjukkan bahwa masyarakat kita memiliki persepsi positif terhadap kualitas hidupnya. Ini adalah modal optimisme nasional. Dalam teori pembangunan, optimisme kolektif berpengaruh terhadap tingkat investasi dan partisipasi ekonomi. Masyarakat yang percaya pada masa depan akan lebih berani mengambil risiko usaha, lebih terbuka terhadap inovasi, dan lebih resilien terhadap kegagalan. Sebaliknya, masyarakat yang kehilangan makna dan kepercayaan diri cenderung stagnan.

Kita juga perlu melihat bahwa flourishing tidak identik dengan ketiadaan masalah. Tantangan UMKM tetap nyata: akses pembiayaan yang belum merata, persaingan dengan produk impor, transformasi digital yang belum optimal, hingga ketimpangan infrastruktur antarwilayah. Namun, keunggulan sosial Indonesia memberi kita daya tahan dan fleksibilitas. Dalam banyak kasus, UMKM mampu beradaptasi dengan cepat karena kedekatan dengan pasar lokal dan pemahaman terhadap kebutuhan komunitasnya.

Ke depan, strategi pembangunan UMKM harus memadukan tiga hal: modal sosial yang kuat, peningkatan kapasitas manajerial, dan dukungan kebijakan yang inklusif. Pemerintah dapat menjadikan hasil Global Flourishing Study sebagai dasar penguatan ekonomi berbasis komunitas. Koperasi, BUMDes, dan UMKM desa dapat dikembangkan dengan pendekatan partisipatif, memanfaatkan jaringan sosial yang sudah ada. Digitalisasi pun perlu dirancang dengan pendekatan human-centered, bukan sekadar teknologi, tetapi berbasis pada relasi dan kebutuhan riil pelaku usaha.

Sebagai bangsa, kita patut bersyukur atas capaian ini. Namun rasa syukur harus diikuti dengan kerja keras dan visi jangka panjang. Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa kesejahteraan sejati tidak semata diukur dari kekayaan materi, tetapi dari kualitas relasi dan makna hidup. Jika kekuatan flourishing ini disinergikan dengan penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi, maka Indonesia tidak hanya unggul dalam indeks kebahagiaan holistik, tetapi juga dalam daya saing ekonomi global.

Momentum ini adalah panggilan bagi kita semua akademisi, pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk membangun ekonomi yang tidak kehilangan nurani. UMKM Indonesia harus tumbuh bukan hanya besar secara omzet, tetapi juga kuat secara nilai. Ketika kesejahteraan batin bertemu dengan inovasi dan produktivitas, di situlah Indonesia benar-benar akan menjadi bangsa yang bukan hanya berkembang, tetapi juga benar-benar flourishing.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
54
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
36
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
17
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
20
UMKM Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026: Di Antara Harapan Musiman dan Tekanan Nyata Pasar
Opini

UMKM Menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 2026: Di Antara Harapan Musiman dan Tekanan Nyata Pasar

Februari 8, 2026
11
UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten
Opini

UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten

Februari 8, 2026
22
Ketika Kepemimpinan Memberdayakan Bertemu Career Shock: Menakar Arah Baru Generasi Z ke Dunia UMKM
Opini

Ketika Kepemimpinan Memberdayakan Bertemu Career Shock: Menakar Arah Baru Generasi Z ke Dunia UMKM

Februari 6, 2026
17
Dari Indonesia Emas Menuju Indonesia Cemas: Analisis Krisis Multidimensi dan Tantangan Ketahanan UMKM
Opini

Dari Indonesia Emas Menuju Indonesia Cemas: Analisis Krisis Multidimensi dan Tantangan Ketahanan UMKM

Januari 29, 2026
9
UMKM Terjepit di Negeri Sendiri: Ketika Perdagangan Murah Asing Menggerus Keadilan Pasar
Opini

UMKM Terjepit di Negeri Sendiri: Ketika Perdagangan Murah Asing Menggerus Keadilan Pasar

Januari 29, 2026
14
UMKM di Tengah Guncangan Dolar tembus Rp.17.000,- dan Politik: Personal Branding Jadi Senjata Bertahan di Pasar yang Terus Berubah
Opini

UMKM di Tengah Guncangan Dolar tembus Rp.17.000,- dan Politik: Personal Branding Jadi Senjata Bertahan di Pasar yang Terus Berubah

Januari 23, 2026
34

Hari Besar Nasional:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Pemkab Kotabaru Gelar Rakor TPPS, Fokus Tekan Angka Stunting yang Naik Jadi 23,2 Persen

Pemkab Kotabaru Gelar Rakor TPPS, Fokus Tekan Angka Stunting yang Naik Jadi 23,2 Persen

6 bulan yang lalu
8
Dukcapil Kelurahan Petojo Utara Jak-pus Buka Layanan Khusus Sabtu Hari Dapat Apresiasi Warga

Dukcapil Kelurahan Petojo Utara Jak-pus Buka Layanan Khusus Sabtu Hari Dapat Apresiasi Warga

4 bulan yang lalu
28
Komplek Rusunawa Banyak Mobil Pribadi Parkir, Peruntukan Rusun Apakah Buat Orang Kaya ?

Komplek Rusunawa Banyak Mobil Pribadi Parkir, Peruntukan Rusun Apakah Buat Orang Kaya ?

1 tahun yang lalu
116

Advertorial : Gempur Rokok Ilegal

Dirgahayu TNI ke 80:

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

    Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mahasiswa FEB UNISLA Bersinar di Tegal Championship 2, puluhan Medali Dibawa Pulang Atlit dari GOR Tegal Selatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Investor Ditipu, Pengusaha Babi Divonis Tiga Tahun Penjara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • HUT ke-129 Balikpapan: Sentuhan Magis Papi Danie Hidupkan Kemeriahan di Kang Bejo

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harmoni Budaya HUT ke-129 Balikpapan: Dari Tari Kolosal hingga Denting Angklung Pelajar SCM

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA