kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
6 bulan yang lalu
UMKM Jangan Tumbang di 2026: Spirit Satu Abad NU sebagai Solusi Bertahan di Pasar yang Tak Konsisten
43
VIEWS

Oleh:
DR. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA / Wakil Ketua PC GP Ansor Kabupaten Lamongan / Wakil Ketua Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan)

Malang, KabarOneNews.com-Tahun 2026 menjadi fase yang penuh tekanan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Pasar bergerak tidak menentu, daya beli masyarakat fluktuatif, harga bahan baku sulit diprediksi, dan persaingan semakin terbuka. Banyak UMKM merasakan situasi yang sama: hari ini usaha terlihat berjalan, tetapi besok bisa tiba-tiba sepi. Ketidak konsistenan pasar ini membuat ancaman kebangkrutan terasa semakin nyata.

Berita‎ Terkait

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Di tengah situasi ekonomi yang tidak mudah tersebut, bangsa Indonesia memperingati momentum penting. Berdasarkan data 31 Januari 2026, Nahdlatul Ulama (NU) genap berusia 100 tahun atau satu abad versi Masehi dengan tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Mulia”. Tema ini tidak hanya relevan dalam konteks keagamaan dan kebangsaan, tetapi juga sangat kontekstual untuk membaca persoalan ekonomi rakyat, khususnya UMKM.

UMKM selama ini dikenal sebagai tulang punggung perekonomian nasional. Jumlahnya besar, menyerap tenaga kerja terbanyak, dan menjadi penopang ekonomi keluarga. Namun, besarnya peran UMKM tidak selalu diiringi dengan ketahanan yang kuat. Ketika pasar tidak konsisten, UMKM sering kali menjadi kelompok paling rentan terdampak.

Salah satu persoalan utama UMKM di tahun 2026 adalah ketergantungan pada pola usaha lama. Banyak pelaku usaha masih mengandalkan konsumen yang sama, produk yang sama, dan cara pemasaran yang sama, seolah pasar akan selalu stabil. Padahal, karakter konsumen saat ini berubah sangat cepat. Mereka semakin rasional, sensitif terhadap harga, menuntut kualitas, dan mudah berpindah ke produk lain. UMKM yang tidak beradaptasi akan tertinggal, bahkan tersingkir.

Solusi pertama agar UMKM tidak tumbang adalah membangun fleksibilitas usaha. Fleksibilitas bukan berarti kehilangan jati diri, melainkan kemampuan menyesuaikan strategi tanpa meninggalkan nilai utama. UMKM perlu berani mengevaluasi produknya, menyesuaikan kemasan, memperbaiki layanan, dan membaca ulang kebutuhan pasar. Penyesuaian kecil yang tepat sering kali jauh lebih efektif daripada perubahan besar yang tidak terarah.

Masalah berikutnya yang kerap menjadi penyebab kebangkrutan UMKM adalah lemahnya pengelolaan keuangan. Banyak usaha terlihat ramai secara aktivitas, tetapi rapuh secara finansial. Arus kas tidak tercatat dengan baik, biaya membengkak tanpa disadari, dan keuntungan usaha bercampur dengan kebutuhan pribadi. Dalam situasi ekonomi yang tidak pasti, kelemahan ini bisa menjadi pemicu kegagalan.

Oleh karena itu, disiplin keuangan harus menjadi prioritas. UMKM perlu membiasakan pencatatan sederhana, memisahkan keuangan pribadi dan usaha, serta mengendalikan biaya yang tidak produktif. Bertahan di tengah krisis bukan hanya soal meningkatkan omzet, tetapi juga soal menjaga agar uang usaha tetap berputar sehat.

Solusi ketiga adalah pemanfaatan teknologi dan digitalisasi. Tahun 2026 menunjukkan bahwa pasar online dan offline tidak lagi bisa dipisahkan. Konsumen mencari informasi produk melalui gawai, membandingkan harga secara cepat, dan menuntut kemudahan transaksi. UMKM yang tidak hadir di ruang digital akan semakin tertinggal.

Namun, digitalisasi bukan sekadar ikut tren. Media sosial, marketplace, dan pembayaran digital harus digunakan dengan strategi yang jelas. Konten yang konsisten, pelayanan yang responsif, serta kejujuran dalam bertransaksi menjadi kunci membangun kepercayaan konsumen. Digitalisasi yang tepat justru dapat membantu UMKM bertahan dengan biaya promosi yang lebih efisien.

Di sinilah spirit satu abad NU menjadi sangat relevan. Selama 100 tahun, NU mengajarkan pentingnya kemandirian, kebersamaan, dan keberpihakan pada ekonomi umat. Nilai-nilai ini dapat menjadi fondasi kuat bagi UMKM dalam menghadapi tekanan ekonomi. Usaha bukan sekadar alat mencari keuntungan, tetapi juga sarana menjaga keberlanjutan sosial dan kemaslahatan bersama.

UMKM yang membawa nilai lokal, cerita sosial, dan kebermanfaatan nyata cenderung memiliki daya tahan lebih kuat. Konsumen hari ini tidak hanya membeli produk, tetapi juga membeli makna. Ketika UMKM mampu menghadirkan nilai tersebut secara jujur dan konsisten, kepercayaan akan tumbuh meskipun pasar sedang tidak stabil.

Solusi berikutnya yang sering diabaikan adalah kolaborasi. Banyak UMKM merasa harus berjuang sendiri, padahal kekuatan justru muncul dari kebersamaan. Semangat gotong royong yang menjadi ciri NU dapat diterjemahkan dalam bentuk kemitraan usaha, koperasi, dan jejaring pemasaran. Dengan kolaborasi, UMKM dapat berbagi sumber daya, memperluas pasar, dan saling menguatkan di tengah tekanan ekonomi.

Peran perguruan tinggi, organisasi sosial, dan pemerintah daerah juga tidak bisa diabaikan. Pendampingan, pelatihan, dan riset terapan harus diarahkan untuk menjawab persoalan nyata UMKM. UMKM membutuhkan solusi praktis, bukan sekadar wacana. Sinergi antara akademisi, pelaku usaha, dan organisasi kemasyarakatan akan memperkuat ekosistem ekonomi rakyat.

Momentum satu abad NU mengingatkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dimaknai secara politik, tetapi juga ekonomi. UMKM yang kuat adalah simbol kemandirian bangsa. Ketika UMKM bertahan, lapangan kerja terjaga, ketimpangan berkurang, dan ketahanan sosial semakin kokoh.

Tahun 2026 memang penuh tantangan, tetapi bukan akhir segalanya. UMKM Indonesia masih memiliki peluang besar untuk bertahan dan bangkit, asalkan mau berubah, belajar, dan berjejaring. Yang bertahan bukan mereka yang paling besar, melainkan mereka yang paling adaptif dan konsisten menjaga nilai.

Spirit satu abad NU memberi pesan penting: di tengah badai ekonomi, jangan kehilangan arah. Dengan fleksibilitas usaha, disiplin keuangan, pemanfaatan digital, dan kekuatan kolaborasi, UMKM tidak hanya bisa selamat dari krisis, tetapi juga menjadi bagian penting dalam mengawal Indonesia merdeka menuju peradaban yang mulia.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif
Opini

Membangun Sinergitas Kesbangpol, LSM, dan Media Demi Lamongan yang Kondusif

Agustus 1, 2026
46
Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan
Opini

Pencurian Rp100.000 Berujung Ancaman Pidana Berat: Analisis Kritis Pasal Pencurian dengan Pemberatan

Juli 22, 2026
13
KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN
Opini

KDMP: SAAT KURIKULUM MENGKHIANATI TUJUAN

Juni 29, 2026
15
Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
35
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
35
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
38
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
48
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
50
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
91
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
61

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Posyandu Gemasih Wakili Kotabaru dalam Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2025

Posyandu Gemasih Wakili Kotabaru dalam Lomba Posyandu dan Kader Berprestasi Tingkat Provinsi Kalsel 2025

1 tahun yang lalu
22
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

6 bulan yang lalu
61
Tuntut Ringan Terdakwa Tabrak Lari, Keluarga Korban Laporkan JPU ke Jamwas

Tuntut Ringan Terdakwa Tabrak Lari, Keluarga Korban Laporkan JPU ke Jamwas

11 bulan yang lalu
62

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    Jisman Hutapea Divonis Bebas dalam Perkara GPS di PN Tangerang, Hakim Pulihkan Hak Dan Martabatnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Diduga Berdiri Tanpa PBG, Walikota Arifin Belum Bongkar Tower BTS di Cempaka Baru Warga minta Pemkot Bertindak Tegas

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Greenlove Edelweiss Ibanna Hutabarat’ Siswi SMAN 1 Kota Tangerang, Raih Tiga Gelar Sekaligus

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JAMWAS Kejagung Diminta Pantau Kinerja Kajari Jakarta Utara Diduga Bermain Lelang Timah, Bawa PT Titipan Dari Batam Sebagai Pemenang

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sambut HUT RI ke-81, Majelis Dzikir Nuurul Khairaat dan Masyarakat Adat Suku Kaili Gelar Doa Bersama di Sigi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA