Gunungsitoli, KabarOne News.com-Beredar video yang berdurasi 6 : 22 Menit disalah satu Grup Whatsapp Ono Niha Se-Indonesia yang berisikan tentang Karyawan yang telah di berhentikan ingin menjumpai ketua Yayasan Prawira untuk mempertanyakan kenapa mereka diberhentikan tepatnya di jalan Diponegoro Nomor 363 UT Sifalaete Kecamatan Gunungsitoli Kota Gunungsitoli. Rabu 05/11/2025
Menurut keterangan Ulfian Putri Zebua Salah satu Karyawan atau pekerjaan yang telah diberhentikan menyatakan bahwa mereka terkejut ketika mereka dinyatakan tidak berkerja lagi,
“Kami terkejut tiba-tiba kami diberhentikan tanpa penjelasan oleh pemilik Yayasan, Kami tidak apa alasan mereka memberhentikan kami, Makanya saat ini kami datang ke dapur untuk bertemu dengan Ketua Yayasan, Namun kami tidak bisa menjumpai yang bersangkutan, “Tuturnya Mengakhiri
Hal yang senada juga disampaikan Serlina Zendrato pada saat itu, Yang bersangkutan menyampaikan ada daging yang diduga busuk di ikut sertakan dimasak, Pada saat itu kami telah mengingatkan Ketua Yayasan dan SPPG namun Mereka tak indahkan,
Menanggapi hal tersebut Letkol Inf. Sampe T Butarbutar,S.I.P Dandim 0213/Nias menyampaikan “Selamat sore, terkait berita tersebut kita akan info selanjutnya ya Bang. Kebetulan besok kami diundang oleh yayasan prawira untuk membahas permasalaham tsb”, Jawab Dandim Nias sambil mengakhiri.
Namun Arno Putra Hezekieli Daeli, S.Ked Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sifalaete Tabaloho saat dikonfirmasikan
Mengatakan, “Izin pak saya KaSPPG tidak ada hak dalam pemecatan dan perekrutan karyawan. Silahkan ditanyakan langsung ke yang bersangkutan (Mitra dan yayasan)
Tidak ada hubungannya sama saya. 🙏
Saya kurang tau mungkin alasan kinerja atau sebagainya”, Jawabnya Melalui pesan singkat via Whatsapp sekira pukul 14:11 Wib yang terkesan mengelak itu
Atas informasinya tersebut Radius Purnawira Hulu Ketua Yayasan Prawira saat dikonfirmasi awak media KabarOne melalui pesan singkat via Whatsapp dengan nomor 0822 7688 XXXX Mengirimkan Link Berita klarifikasi tentang persoalan tersebut tanpa menyampaikan penjelasan terkait persoalan yang terjadi (Edward Lahagu)



















