Bangka Tengah, Kabar One News.com – Proyek Rehabilitasi dan Pemeliharaan bangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Cambai, Kecamatan Namang Kabupaten Bangka Tengah hingga Senin (24/11/2025) masih terus dikerjakan penyelesaiannya oleh pihak pekerja.
Namun dalam tahapan pengerjaannya diduga ada yang tak beres, karena ditemukan sejumlah kejanggalan dilapangan terhadap proyek tersebut.

Seperti dinding beton luar yang bentuknya meliuk mirip ular namun belum dikerjakan pemulihan (rehab) agar bentuknya mendekati normal, tetapi malah dinding ini telah selesai dikerjakan pengecatannya.
Demikian pula untuk bagian dalamnya juga ada bagian tidak direhab, karena ditemukan dinding beton yang melebar ukuran bagian atasnya kesisi kusen jendela aluminium, sementara sisi bawahnya mengecil.
Perbedaan ukurannya cukup mencolok, setelah diukur untuk sisi atas dari dinding ke kusen jendela sekitar 5 cm, sedangkan sisi bawah hanya 3 cm, berselisih sekitar 2 cm, cukup jauh dari kewajaran.
Untuk bukaan lebar dinding kusen pintu kamar, juga ditemukan ketidak seragaman ukuran lebarnya. Pada titik ini bahkan ada salah satu yang agak parah indikasi penyimpangan dalam pengerjaannya.
Pada bagian ini setelah diukur, lebar dinding ke dinding beton sisi atas 86 cm, berbeda jauh dengan sisi bawahnya yang melebar hingga 91 cm.
Adanya perbedaan cukup signifikan antara sisi atas dengan sisi bawah ini berimbas kepada pemasangan kusen aluminium untuk pintu tersebut, yang sisi bawahnya harus diganjal dengan potongan triplek tebal mirip papan dikedua sisinya.
Pengganjalan dengan potongan dari bahan kayu bukan logam ini dalam jangka panjang bisa mempengaruhi daya tahan, karena diketahui bahan dari kayu akan mudah rusak oleh berbagai faktor.
Dan pada sisi ini juga, lebar kusen pintu untuk sisi atas 85 cm, sementara sisi bawah normal, yaitu 87 cm. Karena lebar sisi atas dan bawah yang tidak sama tersebut, berimbas kepada pemasangan daun pintu kusen.
Pintu kusen pada sisi ini ternyata diduga ada pengurangan dari ukuran normal. Ketika diukur, untuk sisi atas lebar pintu 77 cm, sedangkan sisi bawah menjadi 78 cm.
Sementara diketahui, untuk ukuran normal lebar daun pintu setelah dilakukan pengecekan pada sejumlah daun pintu lainnya yang keseluruhan sebanyak 10 unit, yaitu 80 cm.
Demikian pula untuk pengerjaan pengecatan beton luar sisi bawah yang berwarna hijau tua mengkilap. Cat hijau tua mengkilap tersebut terlihat rapuh karena mudah terkelupas.
Setelah diamati, ternyata dibalik cat mengkilap hijau tua tersebut ada cat dasar yang berwarna putih. Cat dasar berwarna putih ini terlihat tipis, dengan jenis cat yang tampak tidak saling merekat dengan cat mengkilap hijau tua tersebut. Dan hal inilah yang diduga kuat menjadi pemicu cat mengkilap hijau tua tersebut mudah terkelupas.
Sebelumnya, salah seorang pekerja yang berhasil ditemui di lokasi pada Sabtu (22/11/2025) mengatakan jika proyek tersebut dikerjakan oleh pemborong inisial I.
“Pemborongnya yaitu I dari Kota Pangkalpinang, “jelas pekerja tersebut yang tidak sempat ditanyakan namanya.
Lebih lanjut dikatakannya jika dari pihak Pelaksana (Penyedia Jasa) tidak pernah ke lokasi.
“Untuk I ini tidak pernah ke lokasi. “Katanya.
Disebutkan pekerja tersebut, untuk material selalu dikirim, dan terkait gaji dibayarkan melalui transfer.
“Material keperluan proyek sesuai kebutuhan mereka kirim. Dan untuk gaji kami pembayarannya dilakukan melalui transfer oleh bos I. “Ujarnya.
Pihak Tim sudah dua kali memantau ke lokasi proyek, dan sebagaimana membenarkan keterangan pekerja tersebut, dalam dua kali pemantauan belum pernah bertemu baik dengan pihak pelaksana maupun pengawas lapangan.
Dan yang berhasil ditemui hanya para pekerja yang tampaknya dibiarkan bekerja tanpa pengawasan, sehingga hal inilah yang disinyalir mempengaruhi kualitas pekerjaan.
Dan apakah pekerjaan tersebut sesuai dengan perencanaan sebagaimana tertera dalam dokumen kontrak, sebelumnya pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka telah dihubungi pada Minggu (23/11/2025).
Dan Melalui Kepala Dinas yaitu Zaitun ditanyakan terkait sejumlah persoalan tersebut, seperti dinding beton yang dinilai bermasalah mengapa belum diupayakan perbaikan oleh pihak pemborong (Penyedia Jasa) melalui pesan WA.
Zaitun menyebutkan jika persoalan tersebut akan ditanyakan dulu ke pihak Penyedia Jasa.
“Kami konfirm ke Penyedianya. “Ujar Zaitun singkat via pesan WA.
Di plang informasi proyek diketahui proyek ini merupakan paket kegiatan rehabilitasi dan pemeliharaan Puskesmas Pembantu (Pustu) Cambai. Tanggal Kontrak 18 Juli 2025, dan tanggal selesai 15 Desember 2025. Harga Kontrak Rp 824 juta, dengan Penyedia Jasa CV BCK, dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka Tengah. (*/Har)

















