Lamongan, 20 Desember 2025 — Universitas Islam Lamongan (UNISLA) secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) dengan PT Nusantara Green Ecosystem sebagai payung kerja sama strategis di tingkat universitas. Kesepakatan tersebut kemudian diturunkan secara operasional melalui penandatanganan Nota Kesepakatan (Memorandum of Agreement/MoA) antara PT Nusantara Green Ecosystem dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISLA. Skema kerja sama berjenjang ini menegaskan posisi FEB UNISLA sebagai pelaksana utama implementasi program, sekaligus motor penggerak kolaborasi kampus dan dunia industri.
MoU antara UNISLA dan PT Nusantara Green Ecosystem mencakup komitmen umum pengembangan Tridarma Perguruan Tinggi, penguatan jejaring kelembagaan, serta sinergi pendidikan tinggi dengan sektor industri. Sementara itu, MoA yang ditandatangani bersama FEB UNISLA mengatur bentuk kerja sama teknis dan aplikatif yang langsung menyentuh aktivitas akademik, pengembangan bisnis, serta peningkatan kompetensi mahasiswa dan lulusan FEB UNISLA.
Direktur PT Nusantara Green Ecosystem, Bapak Wikri Nur Wafa, S.E., menyampaikan bahwa kerja sama ini dirancang tidak hanya sebagai hubungan formal, tetapi sebagai kemitraan produktif yang saling menguatkan. “Kami memandang UNISLA sebagai mitra strategis di tingkat institusi, dan FEB UNISLA sebagai mitra implementatif yang memiliki keunggulan keilmuan di bidang ekonomi dan bisnis. Karena itu, MoU kami tindaklanjuti secara konkret melalui MoA bersama FEB UNISLA,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa melalui MoA tersebut, mahasiswa FEB UNISLA memperoleh kesempatan luas untuk mengikuti praktik kerja lapangan (PKL), magang terstruktur, hingga keterlibatan langsung dalam pengembangan bisnis dan investasi perusahaan. “Kami juga membuka peluang lowongan kerja bagi lulusan FEB UNISLA yang memiliki kompetensi dan kinerja unggul. Ini adalah bentuk keberlanjutan dari proses pembelajaran yang dibangun bersama,” tegasnya.
Rektor UNISLA, Dr. H. Abdul Ghofur, M.Si., menegaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan langkah strategis universitas dalam memperluas jejaring kerja sama yang berdampak nyata. Menurutnya, MoU tersebut memang dirancang untuk diturunkan dalam bentuk MoA di tingkat fakultas agar pelaksanaannya lebih fokus dan terukur. “FEB UNISLA kami percayakan sebagai pelaksana utama karena kapasitas akademik, pengalaman kolaboratif, dan relevansi keilmuannya dengan dunia industri,” jelasnya.
Dr. Abdul Ghofur juga menilai bahwa pola MoU di tingkat universitas dan MoA di tingkat fakultas merupakan praktik tata kelola kerja sama yang efektif. “UNISLA berperan menjaga visi dan arah kebijakan, sementara FEB UNISLA menjadi motor penggerak program. Dengan pola ini, manfaat kerja sama bisa langsung dirasakan oleh mahasiswa dan dosen,” ungkapnya.
Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, M.S.E., menegaskan bahwa MoA dengan PT Nusantara Green Ecosystem merupakan wujud konkret implementasi MoU yang telah ditandatangani UNISLA. “FEB UNISLA tidak ingin kerja sama berhenti di atas kertas. MoA ini memastikan bahwa seluruh program benar-benar berjalan dan memberi dampak langsung bagi mahasiswa, dosen, dan institusi,” tegasnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam konteks Tridarma Perguruan Tinggi, kerja sama ini membuka ruang luas bagi dosen FEB UNISLA untuk melakukan penelitian terapan yang relevan dengan kebutuhan industri, sekaligus melibatkan mahasiswa dalam proses riset tersebut. Dalam bidang pendidikan, program PKL mahasiswa FEB UNISLA di PT Nusantara Green Ecosystem dirancang berbasis capaian pembelajaran dan kompetensi nyata. “Mahasiswa tidak hanya belajar, tetapi terlibat langsung dalam proses bisnis, manajemen, dan pengambilan keputusan,” jelasnya.
MoA ini juga mencakup kolaborasi bisnis dan pengembangan investasi di PT Nusantara Green Ecosystem dengan melibatkan FEB UNISLA secara aktif. Dosen dan mahasiswa FEB UNISLA akan berperan dalam kajian kelayakan usaha, perencanaan keuangan, analisis pasar, serta penyusunan strategi pengembangan bisnis. Salah satu fokus utama kerja sama ini adalah penguatan jaringan bisnis produk kokopit sebagai produk ramah lingkungan yang memiliki prospek pasar luas. FEB UNISLA berkontribusi dalam perancangan model bisnis, strategi pemasaran, dan perluasan jaringan distribusi.
Selain itu, kerja sama ini menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa FEB UNISLA yang berprestasi. Menurut Dr.H. Abid Muhtarom, beasiswa tersebut merupakan bentuk kepercayaan dunia industri terhadap kualitas mahasiswa FEB UNISLA. “Kami berharap beasiswa ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berprestasi dan aktif berkontribusi dalam program-program kolaborasi kampus–industri,” ujarnya.
Dengan ditandatanganinya MoU antara UNISLA dan PT Nusantara Green Ecosystem serta MoA antara PT Nusantara Green Ecosystem dan FEB UNISLA, kolaborasi ini menjadi contoh nyata sinergi berjenjang yang efektif. UNISLA memperkuat jejaring strategis di tingkat institusi, sementara FEB UNISLA membuktikan perannya sebagai pelaksana utama yang menghadirkan dampak langsung melalui PKL, peluang kerja, kolaborasi bisnis, pengembangan produk kokopit, dan program beasiswa. Kerja sama ini sekaligus meneguhkan FEB UNISLA sebagai fakultas yang adaptif, aplikatif, dan siap menjawab tantangan ekonomi masa depan berbasis keberlanjutan.


















