Pangkalpinang, Kabar One. Com.–Ratusan Mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung (UBB) bersama keluarga almarhum Aldo Ramadani yang diduga menjadi korban malpraktik di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Kota Pangkalpinang, Propinsi Bangka Belitung (Babel), menyampaikan aspirasi mereka melalui aksi damai. Mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Mohon Keadilan Atas Kematian Aldo Ramadani”.10 Tahun.
Aksi yang berlangsung di halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung pada Rabu sore (7/5/2025) ini, mendapatkan perhatian langsung dari Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani beserta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. (Forkopimda) Propinsi Bangka Belitung.
Dalam sambutannya di hadapan para mahasiswa, Hidayat Arsani menegaskan bahwa meskipun permasalahan ini berada di luar ranah kewenangannya, beliau telah menginstruksikan Penyidikan di Polda Bangka Belitung, untuk memproses bagaimana kelanjutan.
Lebih lanjut, Hidayat Arsani menyampaikan bahwa kasus ini merupakan kasus yang sangat berat dan pertama kali terjadi di Bangka Belitung, di mana hilangnya nyawa seseorang diduga disebabkan oleh tindakan Tim dokter.
Hidayat Arsani menekankan pentingnya kehati-hatian bagi penyidik kepolisian dalam mengambil tindakan.
Gubernur Hidayat Arsani juga meminta agar masyarakat memberikan kesempatan kepada Kapolda Bangka Belitung melalui Dirkrimsus Umum untuk mengusut tuntas kasus ini demi keadilan dan terbuka bagi keluarga yang tercinta.
Dalam Aksinya Mahasiswa Universitas UBB yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Kepulauan Bangka Belitung mendapat pengawasan ketat dari Sat Pol PP dan Anggota Kepolisian.
Dengan terbitnya pemberitaan ini tim akan berupaya mengkonfirmasi kepada pihak Rumah Sakit, terutama Direktur Utama Rumah Sakit Depati Hamzah Kota Pangkalpinang. (Tim)


















