SIGI, kabaronenews.com — Ribuan warga yang tergabung dalam Masyarakat Adat Suku Kaili dan Jamaah Majelis Dzikir Nuurul Khairaat menggelar doa bersama di Lapangan Sepak Bola Dusun 3 Batambaya, Desa Kalora, Kecamatan Kinovaro, Kabupaten Sigi, pada Sabtu (8/8/2026).
Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus merawat persatuan bangsa berbasis kearifan lokal.
Acara keagamaan tahunan ini mengusung tema “Menumbuhkan Cinta Tanah Air Sebagian dari Iman”.
Jalannya zikir dan doa dipimpin langsung oleh pimpinan Majelis Dzikir Nuurul Khairaat, Habib Muhammad Sholeh bin Abubakar Alaydrus, atau yang karib disapa Habib Sholeh Rotan (To Tua Lauro).
Dalam prosesi tersebut, pesan kebangsaan diselaraskan dengan semboyan adat Suku Kaili: “Mo Ata Sanava, Mo Jaula Sambeba, Mo Buya Sabala, Ada Mompasiromu, Agama Mompakanoa”.
Semboyan filosofis ini memiliki arti satu atap, satu lantai, satu sarung; adat yang mengumpulkan dan mempersatukan, sedangkan agama yang meluruskan serta membimbing.
Dihadiri Tokoh Daerah dan Aparat Keamanan
Sejumlah tokoh penting turut hadir dalam barisan jemaah, di antaranya Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga, S.H., S.I.K.,M.H. perwakilan Pemerintah Kabupaten Sigi, pengurus Lembaga Jejak Sejarah Adat Kaili, Forum Pembauran Kebangsaan (FPKB), serta perwakilan masyarakat adat Suku Kaili Da’a.
Dalam sambutannya, Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga memberikan apresiasi tinggi atas antusiasme masyarakat yang hadir untuk mendoakan arwah para pahlawan kemerdekaan.
“Kegiatan semacam ini sangat positif untuk membangkitkan kembali rasa cinta tanah air serta mempererat persatuan dan kesatuan NKRI,” ujar AKBP Kari Amsah Ritonga.
Ia juga mengajak seluruh jemaah yang hadir untuk mendoakan kesehatan Habib Sholeh agar dapat terus membimbing umat di Sulawesi Tengah.
Penyaluran Bantuan Sosial untuk Warga
Selain zikir dan doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan aksi kemanusiaan. Relawan Madinah517 membagikan bantuan sosial secara langsung kepada para peserta serta warga adat setempat yang membutuhkan.
Bantuan yang disalurkan berupa paket bahan pokok (sembako) dan mi instan sebagai bentuk solidaritas sosial di momen perayaan kemerdekaan.
NK



















