Kotabaru,KabarOnenews.com- Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Kotabaru terus memperkuat silaturahmi sekaligus meningkatkan wawasan anggotanya melalui pertemuan rutin. Kali ini, kegiatan berlangsung di Markas Komando Distrik Militer (Makodim) 1004/Kotabaru, Senin (3/8/2026).
Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis, hadir bersama sejumlah perwakilan organisasi wanita yang tergabung dalam GOW.
Rombongan disambut langsung Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXVII Kodim 1004/Kotabaru, Achie Taufik Akbar, beserta jajaran.
Sebelum kegiatan dimulai, para peserta diajak meninjau sejumlah fasilitas yang digunakan dalam kegiatan Persit, di antaranya ruang rapat Persit dan ruang Griya Kirana. Suasana keakraban pun terlihat sejak awal kegiatan.
Dalam sambutannya, Achie Taufik Akbar menyampaikan apresiasi atas kepercayaan GOW Kabupaten Kotabaru yang memilih Persit sebagai tuan rumah pertemuan rutin tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi tuan rumah pertemuan rutin GOW. Semoga melalui kegiatan ini dapat terjalin silaturahmi yang lebih erat serta membawa manfaat bagi kemajuan perempuan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran yang kompleks, baik sebagai ibu rumah tangga, pendamping suami, anggota organisasi, maupun bagian dari kehidupan bermasyarakat.
Hal senada disampaikan Ketua GOW Kabupaten Kotabaru, Siti Hadijah Syairi Mukhlis. Ia mengapresiasi Persit Kartika Chandra Kirana yang telah menjadi tuan rumah dan menegaskan bahwa pertemuan rutin GOW bukan sekadar agenda silaturahmi.
“Forum ini memiliki peran penting dalam mendorong partisipasi aktif perempuan dalam pembangunan daerah. Tema kesehatan mental yang diangkat sangat relevan dengan kondisi saat ini,” ungkapnya.
Menurutnya, perempuan kerap menjalankan berbagai peran dalam waktu bersamaan. Kondisi tersebut dapat memunculkan tekanan psikologis apabila tidak diimbangi dengan kemampuan mengelola diri dan menjaga kesehatan mental.
“Perempuan memiliki peran ganda yang kompleks sehingga rentan terhadap tekanan psikologis. Oleh karena itu, diperlukan pemahaman yang baik agar kesehatan mental tetap terjaga,” tambahnya.
Usia 40 Bukan Akhir, Melainkan Awal Kualitas Hidup
Untuk memperkaya wawasan para peserta, kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian materi oleh dr. Thomas Hendriko, M.Ked (KJ), Sp.KJ. Ia membahas berbagai hal terkait kesehatan mental, khususnya kondisi psikologis yang perlu diperhatikan oleh perempuan.
Dalam pemaparannya, dr. Thomas menjelaskan bahwa kesehatan mental merupakan kondisi sejahtera ketika seseorang mampu mengenali potensi dirinya, menghadapi tekanan kehidupan, bekerja secara produktif, serta memberikan kontribusi positif di lingkungan sosial.
Ia menyoroti perempuan, khususnya yang memasuki usia 40 tahun ke atas, sebagai kelompok yang perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan mental. Perubahan hormon, tuntutan peran ganda, serta tekanan sosial dapat menjadi faktor yang memengaruhi kondisi psikologis.
“Usia 40 tahun bukan akhir, melainkan awal untuk mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Kesehatan mental harus dijaga karena sama pentingnya, bahkan lebih penting dari kesehatan fisik,” jelasnya.
Materi tersebut mendapat respons antusias dari para peserta. Hal itu terlihat dari sesi tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para anggota organisasi wanita tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga ruang untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang dihadapi perempuan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui pertemuan rutin ini, GOW Kabupaten Kotabaru berharap seluruh organisasi wanita dapat semakin aktif membangun jejaring, memperkuat koordinasi, serta meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan mental perempuan.



















