SAMARINDA – kabaronenews.com – Sebuah monumen visual atas dedikasi tanpa jeda siap dipancangkan di jagat seni rupa tanah air.
Menandai 55 tahun pengabdian tak tergoyahkan dari maestro Cadio Tarompo, sebuah perhelatan akbar bertajuk Pameran Retrospektif “Jejak Waktu: 55 Tahun Perjalanan dalam Karya” bersiap menyapa publik.
Kurasi sejarah ini akan resmi dibuka pada Senin, 27 Juli 2026, pukul 15.00 WITA, dan berlangsung hingga 29 Juli 2026 di bawah atap sakral Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kalimantan Timur, Samarinda.
Episentrum Estetika dan Dialektika Kebudayaan
Perhelatan ini jauh melampaui batas selebrasi mekanis atau seremoni superfisial.
Pameran ini dirancang sebagai ruang kontemplasi mendalam sekaligus dialektika estetis bagi perkembangan seni rupa dan kebudayaan di Kalimantan Timur.
Secara khusus, eksibisi ini menyoroti geopolitik kreatif Balikpapan, kota yang tidak sekadar menjadi latar geografis, melainkan saksi bisu dan ruang inkubasi bagi pergulatan batin serta transformasi artistik sang seniman selama lebih dari setengah abad.
Panitia pelaksana mengundang seluruh perupa, budayawan, akademisi, serta pencinta seni untuk hadir dan melebur dalam ruang apresiasi ini.
Kehadiran publik bukan sekadar audiens pasif, melainkan elemen integral dalam ritus penghormatan atas konsistensi dan integritas estetik Cadio Tarompo yang berhasil merawat api kreatifnya melintasi berbagai zaman.
Arsitektur Ekosistem Seni Rupa Daerah
Di balik deretan kanvas yang menua bersama waktu, pameran retrospektif ini mengemban misi epistemologis yang besar.
Panitia menegaskan bahwa momentum ini bukan sekadar ajang nostalgia atau reuni sentimental para pelaku seni.
Lebih jauh, peristiwa budaya ini diproyeksikan sebagai katalisator intelektual untuk memantik diskursus baru.
Tujuannya adalah merangsang lahirnya ekosistem seni rupa yang lebih organik, tangguh, dan berkelanjutan di Kalimantan Timur.
Lewat rekam jejak Cadio Tarompo, generasi baru diajak membaca masa lalu guna merumuskan masa depan seni rupa daerah yang mandiri di kancah nasional maupun global.
NK



















