Lamongan, KabarOneNews.com- Aksi puluhan warga meluruk kantor Balai Desa Waru wetan Kecamatan Pucuk kabupaten Lamongan, Selasa (24/2/2026) . Mereka menggelar aksi untuk menyikapi atas pelaporan yang dilakukan oleh Aliansi warga masyarakat Waru wetan ke Kantor polres Lamongan beberapa waktu lalu.
Massa aksi memadati balai desa . Mereka datang sembari membawa poster berisi sejumlah tuntutan. Seperti tulisan “non aktifkan para perangkat yang terlibat fee desa, bersihkan desa dari para koruptor.
Adapun tuntutan warga yakni:
1. Adili oknum kades Maskur beserta oknum perangkat kusmadi dan sarkam karena meresahkan masyarakat desa waru wetan.
2. 2.kembalikan uang ngentit/ korupsi pembebasan lahan
3.non aktif kan segera Maskur,kusmadi,sarkam
4.dorong dan desak APH untuk mempercepat proses hukum terduga penggelapan.
5.bersihkan manusia rakus didesa waru wetan
6.warga sudah tidak mau dipimpin maskur,kusmadi,sarkam.
Massa aksi menyuarakan aspirasinya menuntut transpansi dana .
Hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu pendemo Sugeng ( LPM) dalam orasinya mengatakan,” usut tuntas transparansi.copot kades beserta dua perangkat desa yang terlibat korupsi dana,” Ujarnya.
Dijelaskannya, dalam aksi warga turut melampiaskan rasa geramnya akan tingkah kades Maskur dan oknum perangkat desa tersebut yang seolah selalu membuat gaduh di tengah masyarakat.
Pembebasan lahan tanpa melibatkan warga dan tanpa sosialisasi ke masyarakat,” ujarnya.
Ketika di konfirmasi ke kades Waru wetan Maskur di kediamannya kepada awak media Kabar One News.com mengatakan,”Dari awal permasalahan perusahaan PT Nusantara Timber Pratama (NTP) selalu melibatkan pemerintah desa.namun sekarang pihak perusahaan seolah tak ada koordinasi dengan pemerintah Desa,” ungkap kades Waru wetan.
Hal senada diungkapkan oleh Camat pucuk Nurul Misbah SH,MM mengatakan,”Saya hadir berdasarkan laporan dari terkait ada unjuk rasa damai dan setelah ini akan kita rapatkan di kantor kecamatan,” ungkap Camat Pucuk (Anjani).



















