SEMARANG,kabaronenews.com – Tren permintaan barang yang menjadi kebutuhan masyarakat semakin meningkat pada bulan Ramadan dan jelang Idul Fitri.
Ketersediaan stok pasar serta didukung oleh pendistribusian barang yang tepat sasaran merupakan upaya untuk memenuhi kenaikan permintaan tersebut, salah satunya melalui penyelenggaraan bazar yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas.
Seperti halnya kegiatan Bazar Ramadan yang diadakan oleh Kecamatan Semarang Utara pada Rabu 26 Maret 2025 di Taman Panggul Kidul Semarang
Sebanyak 900 paket bahan makanan pokok terdiri dari beras dan minyak ditawarkan dengan harga tebus murah dalam Bazar tersebut
Camat Semarang Utara Siwi Wahyuningsih, mengungkapkan Bazar Ramadhan bertujuan untuk memberikan kemudahan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok jelang lebaran dengan harga murah.
Selain itu, dibagikan juga 100 paket sembako gratis kepada penerima manfaat yang masuk dalam data kemiskinan ekstrem.
” Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh sponsor yang mendukung. Ada PLN Indonesia Power, Alfamart, kemudian Baznas, IZI, Gereja HTE, Semut Gemati, dan tentunya warga masyarakat yang berdonasi untuk bazar,” katanya.
Dalam dalam kegiatan tersebut juga digelar bazar Pak Rahman, bazar UMKM, lomba hadrah, dan lomba stand UMKM.
Kepala Dinas Sosial Kota Semarang Heru Soekendar, memberikan apresiasi atas penyelenggaraan bazar Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tersebut akan membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok jelang Lebaran.
“Ini salah satu bagaimana kita membantu warga masyarakat, supaya nantinya bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena biasanya menjelang lebaran ini kebutuhan bahan pokok naik harganya,” kata Heru.
Bantuan juga diperuntukkan bagi balita terlantar, disabilitas .
Kegiatan itu, kata Heru sebagai salah satu bentuk kepedulian dari Kecamatan Semarang Utara kepada warga masyarakat.
Lebih lanjut Heru mengatakan Dinsos punya program rehabilitasi sosial berbasis masyarakat.
Program tersebut, berupa kepedulian warga masyarakat untuk membantu warga masyarakat di sekilingnya.
Dengan cara seperti itu, warga yang belum mendapatkan bantuan dari pemerintah, bisa mendapat bantuan dari warga masyarakat di sekitarnya yang lebih mampu.
” Ya artinya peduli terhadap lingkungannya yang kurang mampu. Misalnya ada 25 KK, yang tidak mampu dua orang. Maka 23 KK yang membantu untuk menyelesaikannya. Sehingga tidak semuanya harus diselesaikan pemerintah. Tapi bisa dibantu masyarakat,” terangnya.
” Semoga semua yang terlibat pada acara bazar ini diberikan kelancaran rizki dan penerima bantuan mendapatkan berkah,” tuturnya.
Isnun (60) salah satu warga Brotojoyo1 Kecamatan Semarang Utara mengaku terbantu dalam pemenuhan kebutuhan pokoknya menjelang lebaran tahun ini.
“Alhamdulillah terbantu, saya bisa membeli beras mau lebaran, regone miring (harganya murah),” ucapnya.
AMR



















