Lamongan, KabarOneNews.com-
Sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wilayah Kabupaten Lamongan, Jawa Timur mulai menerapkan protokol komunikasi media yang transparan guna menjaga profesionalisme dan standar keamanan program makan Bergizi Gratis (MBG).
Sosialisasi yang digelar pada Senin, (16/26) sore, ditekankan pada transparansi informasi dari SPPG kepada media untuk memberikan informasi yang akurat dan cara menghadapi media pada kondisi tertentu, seperti saat adanya kejadian di MBG.
Acap kali, transformasi informasi berlangsung gagal saat SPPG tidak berhasil dikonfirmasi ketika ada kejadian. Alasannya SPPG merasa takut untuk menghadapi media.
SPPG wajib memahami keberadaan media di lapangan saat melakukan tugas seperti verifikasi identitas dan surat tugas serta tetap mengedepankan etika dan kaidah-kaidah jurnalistik. Mengingat, dengan banyaknya dapur MBG di setiap kabupaten kota di Indonesia saat ini menjadi ladang bagi oknum yang mengatasnamakan media untuk mencari keuntungan pribadi dengan mencari kelemahan serta kesalahan.
Beberapa hal penting yang menjadi bahan diskusi berhasil menambah pengetahuan untuk SPPG, yakni adanya penanganan krisis saat media datang seperti, memberikan informasi yang tidak spekulatif, informasi satu pintu, dan fokus pada prosedur.
Didapuk sebagai pengisi materi dan diskusi, Mohammad Mahrus, jurnalis TVOne memberikan edukasi terkait urgensi keterbukaan informasi SPPG kepada media. Penyampaian informasi yang baik, terbuka dan sesuai fakta kepada media akan memberikan efek yang baik untuk dapur MBG serta membentuk opini baik pula di masyarakat.
“Sebagai insan media, kami mengapresiasi adanya kegiatan ini. Ini akan menjadi sinergi yang baik antara media dan SPPG sesuai protokol yang jelas. Yang terpenting adalah komunikasi dua arah. Jika media datang untuk klarifikasi atau liputan rutin, adanya prosedur satu pintu melalui Kepala SPPG atau wakil mitra akan sangat membantu kami mendapatkan data informasi yang akurat tanpa mengganggu teknis di lapangan,” ujar Mahrus.
Senada dengan itu, Koorcam Lamongan kota Agustina Nurul Herdian, menyampaikan apresiasi kepada seluruh rekan media yang selama ini telah berperan aktif dalam menyebarkan informasi yang edukatif, objektif, dan membangun.
“Kami berharap melalui kegiatan ini, kolaborasi antara SPPG Lamongan dan media dapat terus ditingkatkan demi mendukung transparansi informasi dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat,” ujarnya.
Agustin menambahkan, dengan terselenggaranya kegiatan gathering dan buka bersama ini, diharapkan hubungan kemitraan antara SPPG Lamongan dan media semakin kuat, harmonis, dan berkelanjutan dalam mendukung berbagai program pembangunan dan pelayanan publik di Kabupaten Lamongan.
“Ini menjadi momentum yang baik untuk kami bisa menjalin kemitraan dengan media, supaya lebih kuat dan harmonis serta sebagai dukungan program dan pelayanan di kabupaten Lamongan,” tegasnya.
Ditempat yang sama, Wakil Mitra Dapur SPPG, Wenni Madena, menyambut positif kolaborasi yang mulai terbangun antara pihak pengelola gizi dengan jurnalis di Lamongan. Ia menilai peran media sangat krusial dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai standar pangan yang dijalankan.
“Kami sangat terbuka dan menyambut positif kolaborasi dengan rekan-rekan media di Lamongan. Dengan adanya protokol ini, bukan berarti kami menutup diri, melainkan untuk memastikan bahwa setiap informasi yang keluar benar-benar valid dan sesuai dengan prosedur teknis yang ada di SPPG,” ungkapnya.
Sosialisasi dan edukasi ini menjadi pelaksanaan yang kedua, yang sebelumnya dilaksanakan bersama SPPG Tuban. Selain TVOne hadir juga TVRI, JTV, alineasatu.id, Beritasiber.com, kabarpena.net, afederasi.com, dan kabaronenews.com
Melalui sinergi ini, diharapkan masyarakat bisa mendapatkan informasi yang objektif dari SPPG mengenai upaya pemenuhan gizi yang sedang dijalankan di Lamongan.(*)



















