Jakarta, kabaronenews.com-Sejumlah kios di Pasar Senen Jaya Kecamatan Senen Jakarta Pusat, tepatnya di Blok 3, diduga telah beralih fungsi menjadi gudang penyimpanan pakaian bekas impor atau yang dikenal sebagai balpres selundupan.
Selain gudang penampungan ballpress,Pasar Senen Jaya diduga disulap jadi tempat pemasaran pakaian bekas terbesar di Jakarta Pusat.
Praktik ini terungkap setelah adanya laporan dari warga dan pedagang yang resah dengan aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
Berdasarkan laporan masyarakat serta informasi dari sejumlah pedang tersebut,LSM. NGO Jalak langsung melakukan penelusuran dengan investigas lapangan.
Hasil investigasi lapangan dari team NGO.Jalak telah dilaporkan dan diklarifikasi tertulis kepada Dirut Perumda Pasar Jaya namun, hingga saat ini belum ada respon dan jawaban tertulis dari Dirut Perumda Pasar Jaya.
Semuan temuan kami terkait dugaan kios jadi gudang, dugaan “pungli listrik “dan pemanfaatan fasilitas umum, ruang tebuka hijau yang diduga dijadikan kios tempat berjualan semua temuan lapang kita sudah laporkan tertulis ke Dirut Perumda Pasr Jaya, demikan dijelaskan Muh.Syahroni Ketua team investigasi NGO Jalak kepada wartawan kabaronenews.com Jumat 21/3/2025.
Sementara berdasarkan pantauan wartawan di lapangan, beberapa kios yang seharusnya digunakan untuk berjualan malah dipenuhi dengan karung-karung besar berisi pakaian bekas.
Informasi dari beberapa pedagang ativitas bongkar muat pun kerap terjadi pada malam hari, diduga untuk menghindari pantauan aparat penegak hukum (APH)
Sejumlah saksi mata saat dikonfirmasi wartawan menyebutkan bahwa pakaian-pakaian bekas tersebut berasal dari luar negeri dan dijual kembali secara ilegal di berbagai pasar di Jakarta.
“Kami sering melihat truck datang membawa barang dalam jumlah besar, tapi tidak pernah jelas isinya apa. Begitu pagi, barang-barang itu sudah tersebar ke pedagang tertentu,” ujar seorang pedagang yang minta nama-Nya jangan disebutkan dimedia.
Tampaknya Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022.tidak berlaku dipasar Senen Jaya. Buktinya sampai saat ini penampungan dan pemasaran pakaian bekas selundupan menjamur ditemukan jelas pedang tersebut.
Informasi yang digali dari sejumlah pedagang Pasar Senen berbanding terbalik dengan pengakuan Kepala Divisi Operasional Perumda Pasar Jaya Nurman Adhi, yang menyatakan kemungkinan manager area tidak mengetahui gudang balpres tersebut merupakan gudang barang Seludupan.
“Mungkin Manager Area tidak mengetahui balpres tersebut adalah barang selundupan”.Kilah Nurman berkelit saat ditemui Ketua NGO.Jalak dan wartawan.
Saat hendak dikonfirmasi kepada meneger area1 Perumda Pasar Jaya Ihsan, tdiak berada dikantornya, begitu juga saat dihubungi melalui pesan aplikasi Whatsapp
Ihsan tidak menjawab.
Tebas Gurning,SH penggiat medsos dan pemerhati pembangunan Jakarta menduga ada oknum Pejabat Perumda Pasar Jaya diduga turut serta memfasilitasi keberadaan penampungan dan pemasaran pakaian bekas selundupan tersebut.
Sementara Kapolsek Metro Senen, Kompol Bambang, belum memberikan penjelasan terkait permasalahan gudang ballpres tersebut, namaun sepertinya Bambang tidak berdaya untuk bertindak, diduga adanya tekanan dari atasannya di Polda Metro Jaya dan
Mabes Polri. info berita ini masih butuk konfirmasi lebih lanjut (Red)



















