Lamongan, KabarOneNews.com- Madrasah Mu’allimin Mu’allimat (MMA) Yayasan Pondok Pesantren Sunan Drajat Lamongan menggelar deklarasi komitmen santri dalam rangkaian kegiatan upgrading dan talkshow bertema “Tolak Intoleransi, Bullying, Kekerasan dan Bangun Disiplin serta Ciptakan Kepedulian Lingkungan” pada Ahad, 10 Mei 2026.
Deklarasi tersebut dipimpin oleh alumni MMA angkatan 16, Achmad Reza Rafsanjani, yang saat ini aktif sebagai Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur dan peneliti kajian terorisme di ruang digital. Seluruh siswa-siswi MMA mengikuti deklarasi dengan penuh semangat sebagai bentuk komitmen bersama menciptakan lingkungan madrasah dan pesantren yang aman, nyaman, dan harmonis.
Dalam deklarasi tersebut, siswa-siswi MMA Sunan Drajat menyampaikan enam poin komitmen bersama. Pertama, menolak segala bentuk intoleransi, bullying, dan kekerasan di lingkungan madrasah maupun pesantren. Kedua, menjaga kebersihan serta merawat seluruh fasilitas pesantren sebagai bentuk tanggung jawab bersama. Ketiga, menghormati dan menghargai perbedaan antar sesama teman tanpa membedakan latar belakang maupun karakter masing-masing.
Selanjutnya, para siswa juga berkomitmen menjadi teladan dalam akhlak mulia dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Poin berikutnya adalah menegakkan disiplin dalam setiap aktivitas kehidupan pesantren, mulai dari menaati aturan hingga menghargai waktu. Terakhir, seluruh siswa-siswi MMA berkomitmen untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan pesantren yang aman, sehat, bersih, dan penuh persaudaraan.
Dalam penyampaiannya, Reza menegaskan bahwa komitmen tersebut tidak boleh berhenti sebatas deklarasi seremonial, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari. Ia mengajak seluruh siswa untuk lebih peduli terhadap kondisi teman di sekitar mereka, terutama jika ada yang menjadi korban bullying atau kekerasan.
“Jangan takut membantu teman yang sedang mengalami tekanan atau perundungan. Kepedulian kecil bisa membuat seseorang merasa dihargai dan tidak sendirian,” ujarnya.
Reza juga menekankan pentingnya menjaga lisan dan sikap dalam pergaulan sehari-hari. Menurutnya, banyak kasus bullying bermula dari candaan yang dianggap sepele tetapi justru menyakiti mental seseorang. Karena itu, ia mengajak para siswa untuk membangun budaya saling menghormati dan menjaga ukhuwah antar sesama santri.
Selain deklarasi komitmen santri, kegiatan tersebut juga diisi dengan penyematan simbolis kepada salah satu siswi MMA Sunan Drajat sebagai Duta Anti Bullying MMA Sunan Drajat. Penyematan dilakukan sebagai langkah awal membangun gerakan pelajar yang aktif mengkampanyekan lingkungan sekolah yang ramah, aman, dan bebas dari kekerasan.
Kepala Madrasah MMA, Feri Fathoni, menyampaikan apresiasinya atas antusiasme siswa-siswi dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia berharap deklarasi komitmen santri dapat menjadi budaya positif yang terus diterapkan di lingkungan madrasah dan pesantren.
“Kami ingin MMA menjadi ruang aman bagi seluruh siswa. Tidak ada bullying, tidak ada kekerasan, dan seluruh siswa memiliki kepedulian terhadap sesama maupun lingkungan,” ungkapnya.
Melalui deklarasi ini, MMA Sunan Drajat menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi santri yang disiplin, berakhlak mulia, peduli sosial, serta mampu menjadi agen perdamaian di lingkungan pendidikan dan masyarakat.(*).


















