BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Di bawah naungan langit sore Kota Beriman yang teduh, semangat fastabiqul khairat (berlomba-lomba dalam kebaikan) terpancar nyata.
Sabtu (7/3/2026), kawasan bersejarah Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) menjadi saksi bisu saat nilai keislaman dan kelestarian budaya menyatu dalam sebuah aksi kemanusiaan yang menyentuh hati.
Empat pilar komunitas seni Balikpapan—Mahakam Gending, Suryo Jati Arum, Teratai Yakso Kencono, dan Borneo Nusantara Center (BNC)—bahu-membahu menggelar aksi sosial bertajuk “Sinergi Budaya, Tebar Kebaikan”.
Sebanyak 400 paket takjil cinta dibagikan sebagai bentuk kepedulian terhadap sesama muslim yang tengah menjalan ibadah puasa.
Suasana sempat menjadi dramatis saat antusiasme warga membludak hingga memadati ruas jalan.
Di tengah riuh rendah masyarakat, sosok gagah berkostum Barong turun tangan.
Bukannya tampil untuk menghibur semata, sang “Barong” dengan cekatan membantu mengurai kemacetan, memastikan arus lalu lintas tetap tertib, dan memastikan setiap paket sampai ke tangan yang berhak dengan aman.
Ketua Sanggar Tari Mahakam Gending, Wawan Setiawan, mengungkapkan bahwa gerakan ini adalah manifestasi dari rasa syukur dan ukhuwah islamiyah.
“Ini bukan sekadar berbagi makanan, tapi ini adalah ajang silaturahmi untuk mempererat tali kasih antar-pelestari seni. Kami ingin menunjukkan bahwa di balik gerak tari kami, tersimpan jiwa sosial yang terpanggil untuk membantu sesama,” ujar Wawan dengan penuh haru.
Senada dengan itu, Estuadi (Ketua Suryo Jati Arum) menekankan bahwa kolaborasi ini adalah bentuk kekompakan nyata dalam menebar manfaat.
Sementara itu, Slamet Noor Prayitno (Ketua Teratai Yakso Kencono) menambahkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan nilai-nilai kebaikan universal sekaligus menjaga warisan budaya nusantara agar tetap eksis di Tanah Borneo.
Sasaran utama aksi ini adalah para musafir dan pekerja yang masih berjuang di jalanan saat azan maghrib berkumandang.
Dengan seteguk air dan sepaket takjil, para pegiat seni ini berharap dapat membantu saudara seiman membatalkan puasa tepat pada waktunya, sesuai sunnah Rasulullah SAW.
Aksi yang berakhir damai dan penuh keberkahan ini diharapkan menjadi pemantik bagi komunitas lain di Balikpapan untuk terus menjaga harmoni antara adat, budaya, dan nilai-nilai religius di masa depan.
NK


















