Bogor, KabarOneNews.com— Suasana hangat namun penuh wibawa terasa sejak pagi di Ruang Sidang Rektor 1, Gedung Andi Hakim Nasution, IPB University. Hari itu menjadi saksi lahirnya tonggak penting dalam dunia pendidikan Indonesia: penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Universitas Islam Lamongan (Unisla) dengan IPB University, serta penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) atau Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Perikanan dan Peternakan (FPP) Unisla dengan Fakultas Peternakan IPB. Kegiatan bersejarah ini dihadiri langsung oleh para pimpinan kedua institusi, akademisi, serta perwakilan unit kerja yang akan menjadi garda terdepan dalam implementasi kerja sama.
Acara dimulai sekitar pukul 15.00 WIB Senin,(1/12/2025) dengan pengantar dari pihak tuan rumah yang menyambut rombongan Unisla dengan penuh kehormatan. Rektor IPB University yang diwakili Wakil Rektor 4 bidang kerja sama dan jajaran pimpinan menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bentuk nyata komitmen IPB untuk terus memperkuat jaringan akademik, riset, dan pengabdian lintas institusi di Indonesia. Tidak hanya melibatkan universitas secara umum, kegiatan ini juga langsung menghubungkan fakultas terkait, sehingga realisasi kerja sama diyakini dapat berjalan lebih konkret dan berkelanjutan.
Penandatanganan MoU antara Unisla dan IPB berlangsung khidmat dan penuh optimisme. MoU ini mencakup tiga pilar utama Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebagai dokumen dasar, MoU tersebut menjadi payung hukum bagi berbagai program kolaboratif antara kedua lembaga, mulai dari pertukaran dosen, kolaborasi riset lintas bidang, kegiatan magang, pelatihan kompetensi, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat yang dirancang bersama.
Setelah MoU ditandatangani, acara dilanjutkan dengan penandatanganan MoA atau Perjanjian Kerja Sama teknis antara FPP Unisla dan Fakultas Peternakan IPB. MoA ini menjadi bentuk konkret implementasi MoU di tingkat Fakultas, terutama pada bidang penelitian dan pengembangan peternakan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta kegiatan pengabdian masyarakat yang berbasis ilmu dan teknologi peternakan modern. Berbagai rencana program yang telah dibahas sebelumnya, seperti riset bersama terkait pengembangan pakan, manajemen ternak, teknologi reproduksi hewan, hingga kegiatan pemberdayaan peternak di daerah, akan mulai dijalankan secara bertahap setelah penandatanganan ini.
Rektor Universitas Islam Lamongan, Dr. Abdul Ghofur, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kesempatan kolaborasi strategis ini. Dengan penuh semangat beliau menyatakan bahwa kerja sama ini bukan hanya seremoni administratif, melainkan momentum besar untuk menjawab tantangan dunia pendidikan dan kebutuhan masyarakat.
“Kerja sama antara Unisla dan IPB ini merupakan langkah besar bagi kami. IPB adalah institusi yang menjadi rujukan nasional dalam bidang pertanian dan peternakan, serta memiliki reputasi akademik yang kuat. Melalui MoU ini, kami berharap dapat memperkuat kapasitas Unisla dalam menghasilkan lulusan yang unggul, meningkatkan kualitas riset yang lebih berdaya guna, dan menghadirkan pengabdian masyarakat yang benar-benar memberi dampak,” ujar Dr. Abdul Ghofur dalam pernyataannya.
Beliau juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas universitas sebagai usaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi di Indonesia. Menurutnya, tidak ada institusi pendidikan yang dapat berkembang sendirian. Kolaborasi, pertukaran keilmuan, dan penguatan jaringan riset merupakan kunci agar perguruan tinggi mampu menjawab dinamika zaman yang terus berubah, terutama dalam bidang teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Dekan FPP Unisla Faisol Masud, memberikan penekanan pada aspek teknis dan manfaat langsung yang akan diperoleh terutama bagi mahasiswa dan dosen FPP. Dalam sambutannya, beliau menjelaskan bahwa MoA dengan Fakultas Peternakan IPB ini merupakan peluang besar bagi Fakultas untuk memperkuat kualitas akademik dan penelitian.
“Kami melihat bahwa MoA ini akan menjadi akselerator bagi FPP Unisla dalam memperkuat kualitas kurikulum, mengembangkan laboratorium, meningkatkan publikasi ilmiah, hingga membuka peluang riset bersama yang lebih terstruktur. Fakultas Peternakan IPB memiliki sumber daya, fasilitas, dan jejaring internasional yang sangat kuat. Kami ingin belajar, berkolaborasi, dan bersama-sama menciptakan karya yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat peternak,” kata Faisol Masud.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana awal implementasi kerja sama yang akan dimulai dalam waktu dekat, termasuk pelatihan dosen, workshop teknologi peternakan, serta penyusunan proposal riset kolaboratif. Ia juga berharap mahasiswa FPP Unisla dapat memperoleh manfaat maksimal, seperti kesempatan praktikum di fasilitas IPB, pembinaan langsung oleh para pakar, serta peluang magang dan kegiatan lapangan bersama mahasiswa IPB.
Kedua pernyataan tersebut menegaskan bahwa kerja sama ini tidak berhenti pada tataran dokumen, tetapi telah dirancang dengan penuh detail agar dapat segera diimplementasikan dan memberikan hasil nyata. Selain itu, pihak IPB University juga menyambut kerja sama ini dengan antusias. Mereka menyampaikan bahwa kolaborasi seperti ini merupakan bagian dari misi besar IPB untuk berbagi ilmu, memperkuat sinergi antarperguruan tinggi, dan memperluas dampak kebermanfaatan akademik bagi masyarakat luas.
Di akhir acara, dilakukan sesi diskusi singkat antara pimpinan fakultas, tim kerja sama, dan para akademisi yang hadir. Diskusi ini membahas berbagai peluang pengembangan program yang dapat segera dijalankan, mulai dari riset inovasi pakan lokal, penguatan peternakan santri berbasis teknologi, hingga kolaborasi publikasi ilmiah di jurnal-jurnal bereputasi.
Acara kemudian ditutup dengan foto bersama sebagai simbol perjalanan baru yang akan dijalankan kedua institusi. Senyum optimis terpancar dari seluruh peserta acara, mencerminkan keyakinan bahwa kerja sama ini akan menjadi salah satu yang paling berpengaruh dalam pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia, khususnya dalam bidang peternakan.
Harapan besar juga diungkapkan oleh para pimpinan Unisla. “Semoga melalui penandatanganan MoU dan MoA ini, bisa menghasilkan kegiatan-kegiatan kolaborasi Unisla-IPB yang berdampak pada masyarakat,” ujar Dr. Abdul Ghofur. Harapan ini menjadi penutup yang kuat, menggambarkan visi bersama kedua lembaga: menghadirkan pendidikan dan sains yang bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi hadir sebagai solusi nyata bagi masyarakat luas.
Dengan selesainya penandatanganan ini, babak baru dimulai. Kolaborasi dua institusi besar ini diyakini tidak hanya akan memperkaya khazanah keilmuan, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi pembangunan masyarakat, khususnya dalam sektor pertanian dan peternakan. Dunia pendidikan Indonesia kembali membuktikan bahwa sinergi adalah kunci untuk menciptakan perubahan yang lebih besar dan berkelanjutan.(*)



















