Jakarta,kabaronenews.com-
Kinerja pelaksana proyek perbaikan turap saluran penghubung(PHB)Perumpung yang ditunjuk Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Administrasi Jakarta Timur dikeluhkan dan dipertanyakan masyarakat.
Pasalnya pelaksana proyek diduga tidak mampu bekerja dengan profesional.
Tanah, batu,bekas galian beko dan rubuhan bongkaran beton bekas tembok dibiarkan berhari-hari di saluran air sehingga menghalangi aliran air ujar warga Jumat 15/8.
Menurut Munaroh 54 warga RT07 /014 para warga sekitar proyek sangat terganggu dan mengeluhkan kinerja pelaksana proyek.
Menurutnya, rumah warga sempat kemasukan air hingga 30cm akibat aliran air tersumbat puing reruntuhan yang dibiarkan berhari-hari.
Sampah, lumpur dan air sempat masuk dalam kerumah warga pada saat hujan kemaren ujarnya mengakhiri.
Hal senada juga dibenarkan Tedy ketua RT 07/014 Cipinang Besar Utara, Jatinegara Jakarta Timur. Saat dikonfirmasi melalui telepon Whatsapp jum’at 15/8 Tedi membenarkan keluhan warga, iya mas kemarin saat hujan air sempat masuk ke pemukiman warga yang rumahnya agak rendah. Sempat masuk tapi sekarang sudah beres sudah dirapikan sama PPSU sudah di TL.Ujar Tedy.
Menanggapi informasi
Keluhan warga terhadap pelaksanaan proyek saluran penghubung Prumpung kordinator hukum dan investasi NGO.Jalak M. Syahroni mengatakan, pelaksana penanggung jawab lapangan tidak diduga tidak mengikuti PCM Pre-Construction Meeting, rapat persiapan pelaksanaan proyek sehingga pelaksana lapangan yang ditugaskan kontraktor tidak memahami sepenuhnya
potensi risiko dan masalah yang mungkin timbul selama pelaksanaan proyek, serta mencari solusi untuk mengatasinya.
Saya menduga pelaksana lapangan tidak diikut sertakan pada saat PCM ujar roni singkat.
Monitoring lapangan kabaronenews.com
Proyek yang berlokasi di Cipinang Besar Utara Jatinegara tersebut sesuai dengan papan proyek yang ada di lokasi proyek tersebut dikerjakan oleh PT. Daya Kreasi Konstruksi
Dengan Anggaran Rp. 502.907.800,00
Konsultan pengawas PT. Herpis Pertoma Mulia Namaun sangat disayangkan konsultan pengawas didu tidak pernah ada di lokasi diduga konsultan /tenga ahli hanya datang pagi selfi dan sore self untu kepentingan administrasi belaka.
Sementara Tejo, pelaksana proyek yang disebut-sebut warga tidak “mampu bekerja profesional” saat ditemui kabaronenews.com Kamis 14/8 menyebutkan kendalanya ada alat berat sehingga hasil bongkaran di biarkan berhari-hari.Tejo menjelaskan pertama dia menurunkan alat berat ukuran Pc75 namun baru sehari kerja alat tersebut rusak terus kita pakai alat Pc40 juga rusak, kerjanya tidak maksimal , sekarang kembai ke alat PC SK. 75 ujar Tejo.Sementara Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Kota Adm Jakarta Timur, Abdul Rauf Gaffar belum memberikan penjelasan terkait keluhan warga terhadap proyek tersebut.(Red)



















