Lamongan, KabarOneNews.com-27 Februari 2026 – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui pengembangan kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE) pada tiga program studi, yakni S1 Manajemen, S1 Akuntansi, dan Magister Manajemen. Langkah strategis ini dilakukan sebagai upaya menyelaraskan proses pembelajaran dengan capaian pembelajaran lulusan yang terukur, relevan dengan kebutuhan industri, serta berorientasi pada standar nasional dan internasional.
Pengembangan kurikulum OBE tersebut melibatkan pimpinan fakultas, ketua program studi, tim penjamin mutu, serta Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UNISLA guna memastikan implementasi berjalan sistematis dan berkelanjutan. Melalui pendekatan OBE, setiap mata kuliah dirancang untuk mendukung capaian pembelajaran lulusan (CPL) yang telah ditetapkan, sehingga mahasiswa tidak hanya memperoleh pengetahuan teoritis, tetapi juga kompetensi praktis, keterampilan analitis, dan sikap profesional yang dibutuhkan di dunia kerja.
Dekan FEB UNISLA, Dr. H. Abid Muhtarom, MSE, menegaskan bahwa transformasi kurikulum ini merupakan bagian dari visi besar fakultas dalam mencetak lulusan yang unggul dan berdaya saing global. “Pengembangan kurikulum berbasis OBE ini adalah langkah strategis untuk memastikan lulusan FEB UNISLA memiliki kompetensi yang terukur dan sesuai dengan kebutuhan stakeholder. Kami ingin memastikan bahwa setiap proses pembelajaran benar-benar menghasilkan capaian yang jelas, baik dari aspek pengetahuan, keterampilan, maupun karakter,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menyampaikan bahwa implementasi OBE tidak hanya berfokus pada dokumen kurikulum, tetapi juga pada proses pembelajaran, metode evaluasi, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan. Dengan demikian, kualitas akademik di lingkungan FEB UNISLA dapat terus ditingkatkan secara konsisten.
Wakil Dekan I FEB UNISLA, Dr. Mohamad Yaskun, SE., MM., menambahkan bahwa pengembangan kurikulum ini juga mempertimbangkan dinamika perkembangan teknologi, digitalisasi bisnis, serta tantangan ekonomi global. “Kurikulum yang adaptif menjadi kunci. Program Studi Manajemen, Akuntansi, dan Magister Manajemen harus mampu menjawab tantangan era transformasi digital, kewirausahaan, serta tata kelola organisasi modern. Dengan OBE, struktur kurikulum menjadi lebih sistematis dan terintegrasi dengan profil lulusan yang telah ditetapkan,” jelasnya.
Dalam proses penyusunan dan evaluasi kurikulum, Tim Penjamin Mutu bersama LPM UNISLA yang diwakili oleh Bu Luluk dan Bu Erna turut berperan aktif dalam memastikan kesesuaian standar akademik dengan regulasi yang berlaku. Mereka melakukan pendampingan, review dokumen, serta penyelarasan CPL dengan Rencana Pembelajaran Semester (RPS) di masing-masing program studi. Upaya ini dilakukan agar implementasi OBE tidak hanya bersifat administratif, tetapi benar-benar terinternalisasi dalam praktik pembelajaran di kelas.
Dengan penguatan kurikulum berbasis OBE pada tiga program studi tersebut, FEB UNISLA optimis mampu meningkatkan kualitas lulusan sekaligus memperkuat posisi institusi dalam persaingan pendidikan tinggi. Langkah ini juga menjadi bagian dari komitmen berkelanjutan FEB UNISLA dalam mendukung peningkatan akreditasi program studi serta mewujudkan tata kelola pendidikan yang unggul, profesional, dan berorientasi pada mutu.(*)



















