Lamongan, KabarOne News.com— Dunia usaha saat ini bergerak dengan sangat cepat, dan para pelaku bisnis dituntut untuk memiliki kemampuan manajerial yang tangguh, strategi perencanaan yang matang, serta kemampuan dalam mengelola risiko. Menyadari pentingnya hal tersebut, Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan menggelar kegiatan bertajuk “Penyusunan Proposal Business Plan dan Mitigasi Risiko KDMP” yang diikuti oleh seratus peserta dari berbagai sektor usaha mikro dan koperasi Selasa(04/11/2025).
Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Mohammad Yaskun, S.E., M.M., yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA).
Pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para pelaku usaha di Lamongan untuk memperkuat fondasi bisnis mereka melalui kemampuan menyusun rencana usaha yang realistis, terukur, dan adaptif terhadap perubahan lingkungan ekonomi. Selain itu, materi mengenai mitigasi risiko KDMP (Keberlanjutan, Dampak, Mitigasi, dan Pengendalian) menjadi topik strategis yang relevan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian pasca-pandemi dan fluktuasi ekonomi internasional.
Dalam paparannya, Dr. Mohammad Yaskun menekankan bahwa penyusunan business plan bukan sekadar dokumen administratif untuk mendapatkan modal atau kredit usaha, melainkan sebagai peta jalan strategis yang menentukan arah dan keberlanjutan bisnis. “Sebuah proposal bisnis yang baik harus mampu menjawab tiga pertanyaan fundamental: apa yang ingin dicapai, bagaimana cara mencapainya, dan bagaimana mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi,” ujarnya di hadapan para peserta yang memenuhi aula kegiatan.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa banyak pelaku UMKM yang gagal bukan karena tidak memiliki ide bagus, tetapi karena tidak memiliki perencanaan yang matang serta kurang memahami risiko yang mengintai. Mitigasi risiko, menurutnya, harus menjadi bagian integral dari setiap rencana bisnis, karena setiap keputusan usaha membawa konsekuensi finansial dan operasional yang harus dikelola dengan bijak. Dalam konteks KDMP, pelaku usaha didorong untuk memahami risiko dari empat dimensi utama: keberlanjutan usaha, dampak terhadap lingkungan dan sosial, mitigasi melalui inovasi dan diversifikasi, serta pengendalian dalam tata kelola keuangan dan operasional.
Kegiatan yang berlangsung interaktif ini tidak hanya menyajikan teori, tetapi juga diisi dengan sesi praktik langsung. Peserta diberikan kesempatan untuk menyusun rancangan business plan sederhana sesuai bidang usaha masing-masing. Dalam sesi ini, Dr. Yaskun memberikan arahan satu per satu kepada peserta agar mereka memahami logika dasar dalam menyusun visi usaha, analisis SWOT, segmentasi pasar, hingga proyeksi keuangan yang realistis. “Business plan yang baik harus bisa dibaca oleh investor sebagai peluang, bukan sekadar narasi indah. Data dan analisis yang kuat adalah kunci utama,” tegasnya.
Para peserta tampak antusias mengikuti pelatihan ini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pengusaha kuliner, industri kreatif, peternakan, hingga koperasi wanita yang bergerak di bidang simpan pinjam. Salah satu peserta, Sri Wahyuni, pemilik usaha olahan ikan di Kecamatan Paciran, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat. “Selama ini kami hanya menjalankan usaha berdasarkan intuisi. Lewat pelatihan ini saya jadi tahu pentingnya membuat perencanaan tertulis dan menghitung risiko. Jadi lebih siap kalau mau mengembangkan usaha,” ujarnya dengan semangat.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Lamongan dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan semacam ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam mendukung tumbuhnya wirausaha tangguh dan berdaya saing. Ia menyebut bahwa Dinas Koperasi secara rutin menggandeng kalangan akademisi seperti FEB UNISLA untuk memberikan pelatihan berbasis riset dan kebutuhan riil lapangan. “Sinergi dengan perguruan tinggi seperti UNISLA sangat penting agar pelaku usaha di Lamongan tidak hanya bisa bertahan, tetapi juga berkembang dengan strategi bisnis yang ilmiah dan adaptif,” ungkapnya.
Selain memperdalam aspek perencanaan bisnis, pelatihan ini juga memberikan wawasan mengenai pengelolaan risiko berbasis keberlanjutan. Dr. Yaskun mengajak para peserta untuk berpikir lebih luas, tidak hanya mengejar keuntungan jangka pendek, tetapi juga mempertimbangkan dampak sosial dan lingkungan dari setiap aktivitas usaha. Ia mencontohkan pentingnya penggunaan bahan baku lokal, pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, serta kolaborasi dengan komunitas sekitar sebagai bagian dari tanggung jawab sosial usaha.
Menurutnya, konsep Smart and Sustainable Business kini menjadi tren global yang harus diantisipasi sejak dini oleh para pelaku usaha mikro. “Kalau dulu yang penting usaha jalan dan untung, sekarang yang ditanya adalah apakah usaha Anda berkelanjutan dan memberi manfaat sosial. Investor dan lembaga keuangan pun kini menilai hal-hal itu,” tuturnya.
Dalam penutupan sesi, Dr. Yaskun juga menekankan bahwa keberhasilan usaha tidak datang dalam semalam. Ia mengajak peserta untuk terus belajar dan membangun jejaring. “Proposal bisnis yang Anda buat hari ini bisa jadi batu loncatan menuju kemajuan yang lebih besar. Tapi keberhasilan sejati lahir dari kemauan belajar, disiplin mengelola, dan keberanian untuk berubah,” pungkasnya dengan tegas.
Kegiatan Penyusunan Proposal Business Plan dan Mitigasi Risiko KDMP ini diakhiri dengan sesi tanya jawab dan diskusi kelompok yang berlangsung hangat. Para peserta menyampaikan berbagai tantangan yang mereka hadapi dalam pengelolaan usaha, mulai dari kendala permodalan hingga strategi pemasaran digital. Menanggapi hal tersebut, Dr. Yaskun memberikan sejumlah solusi praktis, termasuk pentingnya penggunaan media sosial untuk promosi dan bagaimana mengakses pembiayaan melalui lembaga keuangan berbasis koperasi.
Dari keseluruhan kegiatan, terlihat jelas bahwa sinergi antara pemerintah daerah, akademisi, dan pelaku usaha mikro menjadi kunci utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi yang tangguh dan berdaya saing. Lamongan, dengan potensi wirausaha yang melimpah, memiliki peluang besar untuk menjadi pusat pengembangan UMKM yang berorientasi pada inovasi dan keberlanjutan.
Pelatihan ini bukan sekadar agenda formal, melainkan langkah strategis dalam membangun karakter wirausaha Lamongan yang cerdas, mandiri, dan siap menghadapi tantangan ekonomi modern. Dengan pembekalan ilmu yang diberikan oleh Dr. Mohammad Yaskun serta dukungan penuh dari Dinas Koperasi dan Usaha Mikro, diharapkan para peserta mampu menulis, merencanakan, dan menjalankan bisnisnya dengan visi besar: membangun ekonomi Lamongan yang tangguh dan berkelanjutan.(*).



















