kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home Opini

Lamongan Hijau Dimulai dari Kampus: Akuntansi FEB UNISLA dan Gerakan Menghitung Emisi untuk Bumi

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
8 bulan yang lalu
Lamongan Hijau Dimulai dari Kampus: Akuntansi FEB UNISLA dan Gerakan Menghitung Emisi untuk Bumi
50
VIEWS

Oleh: Dr. Abidah Dwi Rahmi Satiti, S.Pd., M.Pd.

Dosen Doktor Prodi S-1 Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNISLA

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Lamongan, KabarOne News.com-Ketika berbicara tentang akuntansi, sebagian orang mungkin langsung membayangkan angka, laporan keuangan, dan rumus-rumus yang rumit. Namun di tangan para akademisi Prodi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA), ilmu ini menjadi lebih dari sekadar perhitungan laba dan rugi. Kami di FEB UNISLA percaya bahwa akuntansi juga bisa menjadi alat untuk menyelamatkan bumi melalui apa yang disebut akuntansi hijau dan pengelolaan emisi karbon.

Lamongan hari ini sedang bergerak menuju daerah yang lebih sadar lingkungan. Di tengah berkembangnya industri kecil, pertanian modern, hingga aktivitas ekonomi pesisir, tantangan lingkungan semakin nyata. Udara yang mulai tidak sebersih dulu, tumpukan sampah yang tak kunjung habis, dan limbah industri yang mengalir ke sungai menjadi peringatan bahwa pembangunan ekonomi harus diimbangi dengan kesadaran ekologis. Di sinilah peran akuntansi hijau (green accounting) menjadi relevan dan Prodi Akuntansi FEB UNISLA hadir untuk memberikan solusi akademik sekaligus praktik nyata bagi masyarakat.

Sebagai dosen yang menekuni bidang emisi karbon dan akuntansi hijau, saya melihat bahwa persoalan lingkungan sebenarnya tidak lepas dari aspek keuangan. Banyak perusahaan di Lamongan belum menyadari pentingnya menganggarkan dana untuk kegiatan penghijauan, efisiensi energi, atau pengelolaan limbah. Padahal, dari perspektif akuntansi, hal-hal tersebut bisa dicatat, diawasi, bahkan diukur secara ekonomis. Inilah yang sedang dikembangkan dan diajarkan di Prodi Akuntansi FEB UNISLA bagaimana ilmu akuntansi bisa bertransformasi menjadi instrumen pengendali perilaku ekonomi yang lebih beretika dan berkelanjutan.

Mahasiswa di prodi ini tidak hanya belajar tentang debit dan kredit, tetapi juga bagaimana menghitung “nilai lingkungan” dari setiap keputusan bisnis. Kami membimbing mereka untuk memahami bahwa setiap angka dalam laporan keuangan membawa konsekuensi sosial dan ekologis. Misalnya, ketika sebuah perusahaan membeli bahan bakar, mahasiswa dilatih untuk menghitung tidak hanya biayanya, tetapi juga emisi karbon yang dihasilkan. Dengan cara ini, akuntansi menjadi ilmu yang hidup yang mampu menilai dampak ekonomi sekaligus mengukur tanggung jawab terhadap bumi.

Prodi Akuntansi FEB UNISLA juga aktif dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat, terutama dalam upaya pemberdayaan UMKM dan desa-desa di Lamongan. Kami membantu pelaku usaha kecil agar memahami bagaimana mereka bisa menjalankan bisnis secara berkelanjutan termasuk mengatur keuangan untuk program daur ulang, pengurangan limbah, atau efisiensi energi. Dalam beberapa pelatihan, kami memperkenalkan konsep sederhana tentang carbon accounting agar masyarakat mulai terbiasa menghitung emisi dari aktivitas sehari-hari.

Bayangkan, jika seluruh pelaku UMKM di Lamongan mulai mencatat dan mengelola penggunaan energinya secara sadar, betapa besar dampak positifnya bagi lingkungan. Udara bisa lebih bersih, biaya produksi bisa ditekan, dan citra usaha mereka pun meningkat karena dinilai peduli lingkungan. Dan semua itu bisa dimulai dari langkah kecil dari pencatatan yang baik dan akuntabilitas yang jujur.

Di sisi lain, kami di FEB UNISLA juga terus memperkuat penelitian tentang akuntansi hijau dan emisi karbon. Mahasiswa didorong untuk menjadikan isu lingkungan sebagai topik penelitian, agar hasilnya bisa bermanfaat langsung bagi daerah. Lamongan punya banyak potensi untuk dijadikan studi kasus mulai dari sektor industri tahu-tempe, pertanian, hingga pariwisata berbasis alam. Dengan penelitian yang tepat, Prodi Akuntansi FEB UNISLA ingin menjadi pionir dalam membangun sistem pelaporan hijau yang bisa diadopsi oleh pemerintah daerah maupun dunia usaha.

Namun perjalanan menuju “Lamongan hijau” tentu tidak bisa dilakukan sendirian. Dibutuhkan kolaborasi antara akademisi, pengusaha, masyarakat, dan pemerintah daerah. FEB UNISLA siap menjadi jembatan kolaborasi itu. Kami ingin kampus tidak hanya menjadi menara gading, tapi juga rumah pengetahuan yang membumi yang turun langsung melihat tumpukan sampah, berbincang dengan pelaku usaha, dan membantu merumuskan strategi keuangan yang berpihak pada kelestarian alam.

Bagi saya pribadi, akuntansi hijau bukan sekadar bidang keahlian, tapi panggilan moral. Mengajar di FEB UNISLA memberi saya kesempatan untuk menyebarkan kesadaran ini, terutama kepada generasi muda yang akan memegang kendali ekonomi di masa depan. Saya ingin mahasiswa akuntansi UNISLA tidak hanya menjadi akuntan yang pandai menghitung laba, tetapi juga menjadi penjaga keseimbangan bumi. Mereka harus tahu bahwa setiap rupiah yang dicatat bisa berdampak pada udara yang mereka hirup dan air yang mereka minum.

Jika kita ingin Lamongan menjadi daerah yang maju, kita harus memastikan bahwa kemajuan itu tidak merusak alam. Perusahaan yang sukses bukan hanya yang meraih laba besar, tetapi juga yang mampu menjaga kualitas lingkungan sekitarnya. Dan Prodi Akuntansi FEB UNISLA hadir untuk memastikan hal itu terjadi melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian yang berorientasi pada keberlanjutan.

Maka dari itu, mari kita ubah cara pandang terhadap akuntansi. Ia bukan sekadar catatan keuangan, tapi bahasa moral yang menghubungkan ekonomi dengan ekologi. Melalui akuntansi hijau, kita bisa menghitung bukan hanya berapa besar uang yang kita hasilkan, tetapi juga berapa banyak udara bersih yang kita selamatkan.

Lamongan bisa menjadi contoh daerah yang tidak hanya cerdas secara ekonomi, tetapi juga bijak terhadap lingkungan. Dan langkah itu dimulai dari kampus, dari ruang kelas Prodi Akuntansi FEB UNISLA, di mana angka dan kepedulian berjalan seiring untuk satu tujuan: menciptakan bumi yang lebih sehat, adil, dan berkelanjutan bagi semua.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
28
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
30
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
30
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
44
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
43
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
86
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
50
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
28
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
32
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
26

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Komisi III DPRD Kotabaru Bahas Rencana Kerja dan Progres PUPR TA 2026

Komisi III DPRD Kotabaru Bahas Rencana Kerja dan Progres PUPR TA 2026

5 bulan yang lalu
18
Ribuan Warga Padati Karnaval HUT ke-80 RI di Kotabaru

Ribuan Warga Padati Karnaval HUT ke-80 RI di Kotabaru

10 bulan yang lalu
12
Pemprov Kalsel Segera Koordinasikan Penetapan Status Siaga Karhutla

Pemprov Kalsel Segera Koordinasikan Penetapan Status Siaga Karhutla

11 bulan yang lalu
8

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    Ribuan Relawan MBG Demo di Depan Gedung Pemda Lamongan, Minta Program Dilanjutkan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Ditengarai Memalsukan Skincare Produk Orang Lain, Dokter Lee Diseret Ke Persidangan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Milad Ponpes Al Fattah ke 84 dan Haul Kyai Abd Fattah 35 Tahun

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Gelora Bumi Kaktus Bergetar: Libu Mbaso Pemuda Kaili Jadi Episentrum Kebangkitan Adat dan Lompatan Peradaban di Tanah Tadulako

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Miris, Proyek Rehab Madrasah PHTC Babel Rp 19 Milyar Diduga Pakai Rangka Atap Berkarat, Kualitas Diragukan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA