Jakarta ,KabarOnenews.com- Sebanyak Enam Pedagang Kaki Lima ( PKL).Jalan Petojo Utara,RW 04 Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat dilakukan penertiban berupa “pembongkaran” Karena dianggap berdiri diatas saluran air.
Pantauan Kabaronenews.com
Jakarta yang berada,Persisnya Dekat Sekolah Dasar (SD) Petojo Utara tersebut berdiri Gerobak warga Yang digunakan untuk usaha berdagang.
Namun Lurah Petojo Utara Wirayudha Bayu Sejati, S.STP menjelaskan bqwah Kegiatan Rutin hari Rabu ini,namanya “Giat Rabu tertib”, Pertama kembalikan fungsi fasum sebagaimana fungsinya Saluran air dibawahnya harus clear air mengalir tidak ada hambatan Namun banyak kendala nya khusus diJakarta.
Banyak Pedagang Pedagang berjualan diatas saluran air dan Prinsip kami mentolelir, Masih mentolelir;tapi dengan syarat bahwa gerobak gerobak dirapihkan kembali , Apalagi meninggalkan gerobak, dan tenda tenda ditempat itu, Apalagi gunakan aktifitas masak dan cuci.
Karena tadi kita liat juga sedimentasi sisa lemak sisa makanan dan sampah sampah dan bekas sabun cuci itu yang ada saluran air itu, ini menghambat saluran,Tadi kita memberikan perhatian ke warga untuk melakukan pilah sampah, karena diliat aktivitasnya crusial nya aktivitasnya lumayan banyak.ucapnya Wirayudha Bayu Sejati.
Kita kembali lagi ke saluran air kami liat juga saset kopi dan saset minum “dibuang ke saluran got itu bisa juga menghambat saluran dan otomatis tidak Jalan ingub no 6 tahun 2026.ucapnya.
Selanjutnya Sekitar pedagang RW 04 adq 6 PKL Lurah pesan ke RW 04 Jaga lingkungan tolong dikondisikan apabila ada pedagang , jangan lagi memasak diatas saluran memasak dan meninggalkan barang dagangannya,” katanya.
Hingga menjelang siang hari masih dilakukan penertiban yang dilakukan oleh Satpol PP Petojo Utara dibantu PPSU.Yang hadir lokasi tersebut, Satpol PP Kelurahan Petojo Utara Kepala Seksi Pemerintahan Denny Kurniyanto,Kepala Seksi Ekonomi Pembangunan Muhamad Rizki Abdullah Ohorella( sena).



















