Jakarta,kabaronenews.com-
Proyek pembangunan saluran air milik Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA)Kota Administrasi Jakarta Timur di Jalan Mas Koki Raya dan Jalan Lodan I-III Kelurahan Jati, Kecamatan Rawamangun, Jakarta Timur kembali menuai,sorotan.
Pasalnya, pekerjaan konstruksi saluran yang menggunakan elemen u-dith yang menelan anggaran Rp1.471.266.430,00 tersebut diduga dikerjakan tidak sesuai dengan spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.
Diketahui proyek tersebut dikerjakan oleh pihak ketiga (penyedia jasa )PT. Lumbung Utama Konstitusi
konsultan pengawas PT. Mugi Reka Perdana dengan nilai Kontak Rp 1.471.266.430, 00
Namaun temuan lapangan pelaksana penanggungjawab proyek dan konsultan pengawas disebut para pekerja jarang datang kelokasi.
Kondisi itu memunculkan pertanyaan mengenai pengawasan dan kualitas pekerjaan proyek yang bersumber dari APBD DKI tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan media kabaronenews.com di lokasi proyek, ditemukan sejumlah pekerjaan yang dinilai perlu mendapat perhatian dan pemeriksaan lebih lanjut.
Salah satunya terkait pemasangan saluran U-ditch yang diduga tidak menggunakan lantai dasar sebagaimana standar teknis yang dipersyaratkan.
Tampak sejumlah pekerja tengah memasang elemen beton U-Ditch ketika dasar saluran bekas galian masih dipenuhi genangan air dan lumpur tanpa melakukan upaya pengurasan terlebih dahulu.
Selain itu, pekerjaan peninggian saluran juga diduga dikerjakan tanpa tulangan besi sehingga berdampak pada kualitas konstitusi.
Persoalan lainnya menyangkut mutu beton yang dalam spesifikasi pekerjaan disebut menggunakan mutu tertentu, namun di lapangan diduga terdapat pekerjaan dengan adukan semen secara manual tanpa terlihat adanya ukuran atau takaran teknis yang jelas.
Temuan tersebut tentu perlu diklarifikasi kepada pihak pelaksana maupun pengawas proyek untuk memastikan apakah seluruh tahapan pekerjaan telah sesuai dengan kontrak, gambar kerja, metode pelaksanaan, serta standar teknis yang ditetapkan. Upaya konfirmasi dan klarifikasi kepada pelaksana dan konsultan pengawas sudah berulangkali dilakukan, namun belum ada respon dan tanggapan resmi.
Sementara Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur Abdul Rauf Gafar dan
Kasi Pembangunan
Suku Dinas Sumber Daya Air (Kasudin SDA) Kota Administrasi Jakarta Timur
Tengku Saugi Zikri belum berhasil ditemui untuk dikonfirmasi terkait proyek tersebut.Konfirmasi melalui pesan Whatsapp juga hingga berita ini di turunkan belum ada jawaban resmi.
Kedua Pejabat tersebut susah di temui, pengawalan super ketat satpam berlapis-lapis ujar sesama media.(Red)



















