kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News Metropolitan

Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
1 jam yang lalu
Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan
23
VIEWS

Berita‎ Terkait

Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo Buka OKK Angkatan Ke 25-2026, Wartawan Harus Bisa Menulis

HMI Jaktim Geruduk Klinik Utama Venus, Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

Silaturahmi RT Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat, Pererat Kebersamaan FKDM,LMK, RW 02

Jakarta, kabarOnenews.com — Kualitas pekerjaan infrastruktur yang diduga dikerjakan PT Bachtiar Marpa Prima (BMP) kembali menjadi sorotan. Sejumlah proyek peningkatan jalan pada tahun anggaran 2023–2025 dilaporkan mengalami keretakan hingga kerusakan, sementara proyek trotoar dan bangunan pelengkap jalan tahun anggaran 2026 juga disorot karena dugaan ketidaksesuaian metode pelaksanaan dengan spesifikasi teknis.IMG 20261026 WA0012
Berdasarkan data dan informasi yang diterima kabaronenews.com, persoalan tersebut mencakup sejumlah pekerjaan di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara. Kondisi ini memunculkan desakan agar Dinas Bina Marga DKI Jakarta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kualitas pekerjaan, pengawasan kontrak, serta rekam jejak kinerja penyedia jasa.
Dugaan kerusakan berulang sejak 2023
Pada tahun anggaran 2023, terdapat dua paket pekerjaan yang menjadi sorotan. Pertama, proyek Peningkatan Jalan dan Bangunan Nusa Raya di Kelurahan Cengkareng Timur, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat, yang berada di bawah Suku Dinas Bina Marga Jakarta Barat.IMG 20261026 WA0011
Pekerjaan tersebut dimulai pada 22 Mei 2023 dengan batas waktu penyelesaian 5 Juli 2023. Berdasarkan informasi yang diterima redaksi, jalan yang baru selesai dikerjakan diduga mengalami keretakan di sejumlah titik hingga bagian bawah konstruksi.IMG 20261026 WA0010
Kedua, proyek Peningkatan Jalan dan Kelengkapannya di Jakarta Utara, Fisik I Zona I, Kecamatan Cilincing, dengan nilai kontrak Rp8.807.551.000. Kontrak pekerjaan tercatat pada 7 Juni 2023 dengan PT Bachtiar Marpa Prima sebagai penyedia jasa.
Pekerjaan yang berada di bawah Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara itu dilaporkan mengalami keretakan dan pecah di tiga titik. Warga di Jalan Bakti Cilincing dan Jalan Metros Km Beting, Semper Barat, disebut menyampaikan protes atas kondisi hasil pekerjaan tersebut.
Keluhan serupa kembali muncul pada tahun anggaran 2024. Proyek peningkatan jalan di Jalan Sungai Indragiri Raya, Jakarta Utara, yang disebut dikerjakan PT BMP, menuai keberatan warga RW 01, Kelurahan Semper Barat, Kecamatan Cilincing.
Beton yang baru selesai dikerjakan dilaporkan mengalami kerusakan berupa retakan, patahan, dan permukaan yang tidak rata. Warga pun meminta pihak Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara mengevaluasi hasil pekerjaan dan meminta penyedia jasa mempertanggungjawabkan kualitas konstruksi sesuai ketentuan kontrak.
Dugaan ketebalan beton tak sesuai spesifikasi
Sorotan berlanjut pada tahun anggaran 2025. Proyek Peningkatan Jalan dan Kelengkapannya di Jakarta Utara, khususnya Fisik Zona I Lokasi 1, kembali dipersoalkan karena dugaan ketidaksesuaian antara spesifikasi teknis dan pelaksanaan di lapangan.
Sariman, penggiat antikorupsi dari LSM Berkibar, dalam keterangannya kepada media pada Kamis (11/12/2025), menyampaikan dugaan adanya perbedaan antara spesifikasi dalam dokumen kontrak dan kondisi pekerjaan.
Menurut informasi yang disampaikannya, beton yang dipersyaratkan menggunakan mutu FS 45 dengan metode fast track tiga hari dan ketebalan 24 sentimeter diduga hanya memiliki ketebalan rata-rata sekitar 19–20 sentimeter.
Selain itu, pekerjaan lantai kerja dan pemadatan timbunan agregat kelas B juga dipertanyakan pelaksanaannya.
Apabila dugaan tersebut terbukti melalui pemeriksaan teknis, ketidaksesuaian ketebalan beton maupun lapisan pondasi dapat menjadi persoalan serius karena berpotensi memengaruhi kekuatan, daya tahan, dan umur layanan jalan.
Meski demikian, kepastian mengenai mutu beton, ketebalan aktual, serta kesesuaian pekerjaan harus dibuktikan melalui pemeriksaan teknis dan pengujian yang dapat dipertanggungjawabkan.
Proyek trotoar 2026 turut disorot
Pada tahun anggaran 2026, sorotan mengarah pada proyek Pembangunan/Peningkatan Trotoar dan Bangunan Pelengkap Jalan Provinsi Paket 1 senilai Rp10.768.964.334 yang berada di bawah Dinas Bina Marga DKI Jakarta dan disebut dikerjakan PT Bachtiar Marpa Prima.
Berdasarkan pantauan kabaronenews.com, pemasangan saluran beton U-Ditch terlihat dilakukan di area galian yang masih tergenang air dan berlumpur. Pada kondisi tersebut, persiapan dasar galian dan pengendalian air menjadi aspek penting yang perlu diperiksa untuk memastikan pemasangan sesuai metode kerja dan spesifikasi teknis.
Redaksi juga menyoroti dugaan tidak adanya lantai kerja pada pemasangan U-Ditch serta sejumlah elemen saluran yang tampak tidak tersusun lurus.
Kondisi itu perlu ditelusuri melalui pemeriksaan lapangan, termasuk pengukuran elevasi, kelurusan saluran, kestabilan dasar galian, serta kesesuaian metode pemasangan dengan dokumen kontrak.
Jika terbukti terdapat tahapan pekerjaan yang tidak dilaksanakan sesuai spesifikasi, Dinas Bina Marga perlu meminta penyedia melakukan perbaikan dan mempertanggungjawabkan hasil pekerjaan berdasarkan ketentuan kontrak.
LSM desak evaluasi dan penilaian kinerja kontraktor
Menanggapi berbagai informasi tersebut, M. Syahroni, Koordinator Hukum dan Investigasi LSM/NGO Jalak, menilai Dinas Bina Marga DKI Jakarta perlu mengambil langkah evaluatif apabila dugaan tersebut terbukti.
Ia mendorong Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta memerintahkan para Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk memeriksa kembali pelaksanaan kontrak, menguji kualitas pekerjaan, serta mengevaluasi kinerja penyedia jasa secara objektif.
Menurutnya, evaluasi tidak semestinya berhenti pada pemeriksaan administratif. Pemerintah juga perlu memastikan apakah pekerjaan memenuhi spesifikasi, diselesaikan sesuai ketentuan, dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, penilaian kinerja penyedia merupakan bagian penting dari pengendalian kontrak. Pasal 11 ayat (1) huruf m Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2021, mengatur kewajiban PPK untuk melakukan penilaian kinerja penyedia.
Penilaian tersebut perlu didasarkan pada hasil pelaksanaan kontrak, termasuk aspek kualitas, kesesuaian spesifikasi, ketepatan waktu, dan kinerja penyedia sesuai ketentuan yang berlaku.
Hasil evaluasi dapat menjadi bahan pertimbangan dalam proses pengadaan berikutnya sesuai mekanisme dan persyaratan yang berlaku. Karena itu, dugaan kerusakan berulang pada sejumlah proyek perlu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan yang terukur, bukan semata-mata berdasarkan penilaian atau keluhan.
Syahroni juga meminta agar rekam jejak PT Bachtiar Marpa Prima diperiksa secara menyeluruh sebelum perusahaan tersebut kembali dipertimbangkan untuk mengerjakan proyek pada tahun anggaran mendatang.
Namun, keputusan mengenai kelayakan penyedia tetap harus mengacu pada hasil evaluasi, bukti teknis, ketentuan pengadaan, serta prosedur yang sah.
Dinas Bina Marga dan pihak kontraktor belum memberikan keterangan
Hingga berita ini disusun, Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, belum memberikan jawaban atas konfirmasi yang dikirimkan redaksi melalui WhatsApp.
Bachtiar Marpaung, yang disebut sebagai pimpinan PT Bachtiar Marpa Prima, juga belum menyampaikan keterangan resmi mengenai berbagai dugaan tersebut.
Redaksi masih membuka ruang bagi Dinas Bina Marga DKI Jakarta, jajaran Suku Dinas Bina Marga Jakarta Utara dan Jakarta Barat, serta PT Bachtiar Marpa Prima untuk memberikan klarifikasi dan penjelasan, termasuk mengenai hasil pemeriksaan mutu, tindak lanjut atas keluhan warga, dan langkah perbaikan apabila ditemukan ketidaksesuaian.
Persoalan ini menjadi pengingat bahwa pembangunan infrastruktur publik tidak cukup hanya dinilai dari penyelesaian fisik dan besarnya anggaran. Kualitas konstruksi, kepatuhan terhadap spesifikasi, transparansi pengawasan, serta pertanggungjawaban penyedia jasa merupakan bagian penting untuk memastikan uang publik menghasilkan infrastruktur yang aman, layak, dan tahan lama.
Seluruh dugaan dalam pemberitaan ini tetap memerlukan verifikasi dan pembuktian lebih lanjut oleh pihak berwenang. Konfirmasi dari para pihak terkait akan menjadi bagian penting dalam melengkapi pemberitaan secara berimbang. (Red)

SendShareTweet

Related‎ Posts

Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo Buka OKK Angkatan Ke 25-2026, Wartawan Harus Bisa Menulis
Metropolitan

Ketua PWI Jaya Kesit B Handoyo Buka OKK Angkatan Ke 25-2026, Wartawan Harus Bisa Menulis

Oktober 26, 2026
5
HMI Jaktim Geruduk Klinik Utama Venus, Soroti Dugaan Pelanggaran Izin
Metropolitan

HMI Jaktim Geruduk Klinik Utama Venus, Soroti Dugaan Pelanggaran Izin

Oktober 24, 2026
13
Silaturahmi RT Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat, Pererat Kebersamaan FKDM,LMK, RW 02
Metropolitan

Silaturahmi RT Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat, Pererat Kebersamaan FKDM,LMK, RW 02

Oktober 22, 2026
40
Proyek Trotoar dan Saluran di Jaktim Disorot, U-Ditch Diduga Dipasang Tanpa Lantai Kerja
Metropolitan

Proyek Trotoar dan Saluran di Jaktim Disorot, U-Ditch Diduga Dipasang Tanpa Lantai Kerja

Oktober 7, 2026
123
Lurah Petojo Utara Berhasil Bikin Warga Selalu Rukun dan Kompak
Metropolitan

Lurah Petojo Utara Berhasil Bikin Warga Selalu Rukun dan Kompak

Oktober 6, 2026
41
Revitalisasi Kios Terminal Senen Masuk Tahap Akhir, Kunci Pedagang Ditargetkan Diserahkan 12 Oktober
Metropolitan

Revitalisasi Kios Terminal Senen Masuk Tahap Akhir, Kunci Pedagang Ditargetkan Diserahkan 12 Oktober

Oktober 6, 2026
29
Ketua RT 011,RWO2 Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat Apresiasi Angota FKDM.
Metropolitan

Ketua RT 011,RWO2 Kelurahan Petojo Utara Jakarta Pusat Apresiasi Angota FKDM.

Oktober 5, 2026
16
DR.Rudyono Darsono Ketua Dewan Pembina UTA45 Kirim Surat Terbuka Ke Presiden Prabowo Subianto
Metropolitan

DR.Rudyono Darsono Ketua Dewan Pembina UTA45 Kirim Surat Terbuka Ke Presiden Prabowo Subianto

September 29, 2026
176
Wali Kota Jakarta Pusat Serap Aspirasi Dewan Kota dan Warga di Kecamatan Gambir
Metropolitan

Wali Kota Jakarta Pusat Serap Aspirasi Dewan Kota dan Warga di Kecamatan Gambir

September 24, 2026
32
Menjaga Kekompakan dan Keharmonisan RW 02 Kelurahan Petojo Utara, Kepedulian Sesama RT
Metropolitan

Menjaga Kekompakan dan Keharmonisan RW 02 Kelurahan Petojo Utara, Kepedulian Sesama RT

September 23, 2026
37

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Tiga Dari Empat Pelaku Pembunuh Siswa STIP Jakarta Dihukum Ringan, Keluarga Korban Protes

Tiga Dari Empat Pelaku Pembunuh Siswa STIP Jakarta Dihukum Ringan, Keluarga Korban Protes

2 tahun yang lalu
53
DPRD Kotabaru Bentuk Pansus Tiga Raperda Strategis, Serap Aspirasi Warga

DPRD Kotabaru Bentuk Pansus Tiga Raperda Strategis, Serap Aspirasi Warga

5 bulan yang lalu
31
Saijaan League Futsal Competition Kotabaru Hebat 2026 Resmi Dibuka

Saijaan League Futsal Competition Kotabaru Hebat 2026 Resmi Dibuka

3 bulan yang lalu
26

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • MMA Sunan Drajat Raih Gold Award 2026, Teguhkan Tradisi Kitab Kuning di Era Modern

    MMA Sunan Drajat Raih Gold Award 2026, Teguhkan Tradisi Kitab Kuning di Era Modern

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Kejanggalan Revitalisasi Rp. 294,7 Juta di TK Al-Wardah 9 Kebalandono Kecamatan Babat Lamongan Mencuat, Dinding dan Atap Jadi Sorotan – Disdik Diminta Audit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hakim Pertanyakan Barang Bukti Kasus Urugan Tanah, Dua Ekskavator Disita, Dump Truck Tak Diamankan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kualitas Proyek PT Bachtiar Marpa Prima Disorot, Dugaan Kerusakan Jalan hingga Pemasangan U-Ditch Jadi Sorotan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Trotoar Cawang Rp40,7 Miliar Disorot, Dugaan Pelanggaran K3 dan Kualitas Pekerjaan Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA