Pangkalpinang, Kabar One News.com ÷ Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Madrasah PHTC di Propinsi Bangka belitung (Babel) senilai Rp 19 milyar, saat ini tengah berjalan. Salah satu paket pekerjaan tersebut adalah pengerjaan di Sekolah Raudhatul Athfal (RA) Perwanida lll, di Jalan Depati Hamzah, Kelurahan Bacang Kecamatan Bukit Intan Kota Pangkalpinang.Dalam pantauan yang dilakukan oleh tim media pada Selasa (16/6/2025), terlihat proyek Sekolah RA Perwanida 3 ini masih terus dikebut penyelesaiannya.
Namun miris, temuan lapangan memperlihatkan ternyata paket pekerjaan ini memakai material yang diduga bermasalah. Seperti pemasangan material rangka baja ringan untuk atap dan plapon, terlihat batangan rangka baja ringan (kanal) telah banyak yang berkarat, dengan dudukan rangka pada tiang beton, dimana batako dudukan telah retak dan belum diperbaiki, sementara rangka terpasang.
Material kanal tersebut, juga terlihat ada bagian yang berlobang banyak (bolong-bolong), yang ditenggarai karena kesalahan letak posisi pada saat pengeboran.
Temuan lain terkait material atap metal (metal roof) berpasir yang beda ukuran. Dari info narasumber terpercaya, disebutkan spek atap metal berpasir memakai ketebalan 0,4 mm. Namun ternyata ada ditemukan dilapangan, bekas potongan metal roof yang setelah diukur ternyata hanya 0,3 mm.
Proyek ini juga diduga asal cepat dikerjakan dan tidak mengindahkan tahapan prosedur pekerjaan. Hal ini nampak dari bagian atas beton atap lama yang banyak dibobok namun tidak dirapikan dulu, tetapi langsung dikerjakan pemasangan rangka atapnya.
Kebetulan dilokasi ada orang dari pihak kontraktor pelaksana atau penyedia jasa, yaitu seorang wanita yang mengaku bernama Pita dan sebagai pelaksana lapangan. Kepada Pita ditanyakan beberapa hal dari persoalan tersebut.
Terkait dengan adanya sejumlah karat pada rangka atap baja ringan, dikatakan Pita hal itu karena rangka atap tersebut saling ketimpa/bertindih.
“Itu karat karena ketimpa aja, “kata Pita beralasan.
Pita menyebutkan, jika perakitan rangka atap baja ringan tersebut telah dimulai pada bulan Februari 2026 lalu.
“Untuk fabrikasi rangka atap pada bulan Februari,, tetapi baru dipasang pada bulan ini “terangnya.
Saat ditanyakan batangan rangka baja ringan yang telah berkarat tersebut apakah material baru atau bekas, dikatakan Pita material baru.
“Material baru semua. Kami memakai ada 3 merek. “Katanya.
Terkait adanya bagian material baja ringan yang bolong – bolong pada titik tertentu karena kesalahan pengeboran, dijelaskan Pita karena perubahan ketinggian pemasangan.
“Seting ulang lagi, karena ada perubahan ketinggian. Sehingga rangka yang telah terpasang dibongkar dan kemudian dipasang lagi dengan baja ringan yang sudah ada, “jelasnya.
Mengenai ketebalan genteng metal roof berpasir, disebutkan Pita sesuai spek.
“Kita memakai 0,4 hingga 0,45 sesuai speksifikasi, “katanya.
Dalam hal pemakaian material genteng metal roof ini, Pita merasa was-was tentang keuntungan.
“Dengan ketebalan seperti ini, kita ngak tahu apakah bisa untung atau tidak, “ujarnya.
Saat ditanyakan mengapa ada temuan potongan metal roof yang tipis dan diperkirakan ukurannya dibawah 0,4 mm, dijelaskan Pita material tersebut diperkirakan sisa material lama.
“Itu bukan punya kami, mungkin material lama, jelas Pita.
Dilokasi tidak nampak adanya tenaga pengawas dari pihak konsultan pengawas, dan hal ini kembali ditanyakan kepada Pita. Namun dikatakan Pita, konsultan ada 3 orang tetapi masih berada dilokasi lain.
“Konsultannya ada 3 orang, namun sekarang masih mengawasi pada lokasi lain, sedangkan lokasi pekerjaan kita ada 5 lokasi, katanya.
Pita mempersilahkan untuk menunggu konsultan, yang dikatakan akan datang sekitar pukul 13.00 wib hingga pukul 13.30 wib.
“Nanti datang sekitar pukul 13.00 hingga 13.30, “ujarnya.
Namun setelah ditunggu hingga waktu yang dijanjikan, pihak konsultan ternyata tidak datang. Salah seorang pekerja kemudian mengatakan jika pihak konsultan hanya datang seminggu sekali.
“Sebaiknya pulang saja pak, karena konsultan datang seminggu sekali. Hari ini tampaknya tidak bakalan datang, “sebut pekerja tersebut.
Pihak Kementerian Pekerjaan Umum RI dari Direktorat Jendral Prasarana Strategis, Satker Prasarana Strategis Propinsi Babel dalam.hal ini Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) yaitu Roby telah dihubungi melalui pesan WA pada Rabu (17/6/2026), namun hingga berita ini dirilis (18/6/2025) belum merespon.
Pada plang informasinya, diketahui proyek ini dikerjakan oleh PT Bintang Milenium Perkasa dengan Pagu Rp 19,2 milyar dari APBN tahun 2025 – 2026. Paket pekerjaan ada pada 5 lokasi, dengan Kota Pangkalpinang terdapat 1 paket, Kabupaten Bangka Tengah 1 Paket dan Kabupaten Bangka ada 3 paket . Proyek ini dibawah Kementerian PU RI Dirjen Prasarana Strategis, Satker Prasarana Strategis Propinsi Bangka Belitung (Har)



















