No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

2026 MELEDAK: Bisnis Tanpa AI, Tanpa ESG, Tanpa Ketahanan, Siap Tersingkir!

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
3 bulan yang lalu
2026 MELEDAK: Bisnis Tanpa AI, Tanpa ESG, Tanpa Ketahanan, Siap Tersingkir!
16
VIEWS

Oleh: DR.H.Abid Muhtarom,SE.,SPd.,MSE (Dekan FEB UNISLA / wakil dewan pengupahan kabupaten Lamongan)

Surabaya, KabarOne News.com-Tahun 2026 bukan tahun “normal”; ini tahun seleksi alam bagi organisasi dan individu yang masih nyaman dengan cara lama. Yang bertahan bukan yang paling besar, melainkan yang paling cepat beradaptasi mereka yang mampu memadukan kecerdasan buatan, pengelolaan data, tata kelola yang rapi, dan keberanian mengambil keputusan di tengah ketidakpastian. Pada titik ini, bekerja keras saja tidak cukup; yang menentukan adalah bekerja cerdas, terukur, dan bisa dipertanggungjawabkan.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Di banyak sektor, perubahan paling tajam terjadi karena AI tidak lagi menjadi proyek sampingan, tetapi “mesin utama” yang menggerakkan pemasaran, operasi, layanan pelanggan, hingga keuangan. Organisasi yang dulu mengandalkan intuisi kini mulai dipaksa menaruh keputusan pada fondasi data. Akibatnya, siapa pun yang tidak bisa membaca data akan seperti pilot yang terbang tanpa instrumen: bisa saja bergerak cepat, tetapi berisiko salah arah. Inilah mengapa literasi data menjadi keterampilan dasar yang wajib dimiliki, bukan hanya oleh analis, tetapi juga oleh manajer, pemilik usaha, dan pengambil keputusan di semua level. Di 2026, pertanyaan penting bukan lagi “apakah kita pakai teknologi?”, melainkan “apakah teknologi kita menghasilkan keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih aman?”

Ledakan otomasi juga mengubah arti profesionalisme, terutama di bidang manajemen dan akuntansi. Pekerjaan repetitif yang selama ini menyita energi manusia akan semakin mudah dikerjakan sistem: pencatatan, klasifikasi transaksi, konsolidasi laporan, hingga deteksi pola tertentu. Jika peran manusia hanya sebatas mengulang rutinitas, maka nilainya akan menurun. Sebaliknya, nilai akan naik drastis bagi mereka yang mampu naik level: menafsirkan angka, menguji kewajaran, membaca risiko, lalu menerjemahkannya menjadi rekomendasi yang bisa dieksekusi. Akuntansi masa depan bukan sekadar “mencatat benar”, tetapi menjaga kualitas keputusan: memastikan data valid, kontrol berjalan, risiko dipetakan, dan transparansi tidak bocor. Manajemen masa depan bukan sekadar “mengatur orang”, tetapi mengorkestrasi perubahan memimpin tim agar sanggup menyesuaikan proses, teknologi, dan target secara simultan.

Namun 2026 tidak hanya tentang AI. Ada gelombang yang tak kalah besar: ESG dan keberlanjutan. Dunia usaha sedang bergerak menuju fase di mana reputasi, akses modal, dan loyalitas pelanggan ikut ditentukan oleh dampak sosial-lingkungan dan mutu tata kelola. Ini bukan lagi “program CSR agar terlihat baik”, melainkan tuntutan pasar dan regulasi yang semakin konkret. Banyak perusahaan akan diminta membuktikan klaimnya melalui data, pengukuran, dan pelaporan yang dapat diuji. Di sinilah jebakan terbesar muncul: banyak organisasi ingin tampak hijau, tetapi lemah pada data dan sistem pengendalian. Ketika ESG hanya dijadikan kosmetik, risikonya bukan hanya kritik publik, tetapi juga masalah hukum, hilangnya kepercayaan, dan runtuhnya valuasi. Maka, persiapan 2026 harus menempatkan ESG sebagai strategi inti: bagaimana keberlanjutan masuk ke desain produk, rantai pasok, efisiensi energi, kebijakan SDM, dan budaya integritas bukan sekadar slide presentasi.

Jika AI adalah mesin percepatan, ESG adalah kompas moral sekaligus kompas risiko. Bisnis yang bergerak cepat tanpa kompas bisa menabrak. Bisnis yang punya kompas tetapi lambat bisa tertinggal. Tahun 2026 menuntut keseimbangan yang sulit tetapi wajib: cepat dan benar sekaligus. Perusahaan dan talenta yang unggul adalah mereka yang mampu mengeksekusi inovasi dengan disiplin tata kelola. Artinya, bukan hanya mengadopsi sistem baru, tetapi juga memperkuat kontrol internal, keamanan data, dan mekanisme audit yang relevan dengan lingkungan digital. Kepercayaan adalah mata uang paling mahal, dan ia tidak bisa dibeli dengan promosi; ia dibangun dari konsistensi, transparansi, dan akuntabilitas.

Di atas semua itu, ketidakpastian geopolitik membuat 2026 menjadi tahun manajemen risiko yang sesungguhnya. Gangguan rantai pasok, perubahan kebijakan dagang, gejolak kurs, hingga pergeseran aliansi ekonomi akan menguji daya tahan organisasi. Banyak perusahaan akan dipaksa memikirkan ulang sumber bahan baku, jalur distribusi, sampai ketergantungan pada pasar tertentu. Ini menuntut pola pikir “multi-skenario”: tidak cukup punya satu rencana, harus punya beberapa kemungkinan dan respons cepat. Dalam situasi seperti ini, keuangan dan akuntansi bukan sekadar fungsi pelaporan, tetapi alat navigasi. Manajemen bukan sekadar penetapan target, tetapi seni menyeimbangkan efisiensi hari ini dan ketahanan besok. Mereka yang menguasai dua bahasa sekaligus bahasa strategi dan bahasa angka akan memimpin.

Persiapan menghadapi 2026 karena itu harus dimulai dari perubahan kebiasaan, bukan hanya penambahan pengetahuan. Pertama, biasakan pengambilan keputusan berbasis data: mulai dari hal sederhana seperti mengukur kinerja dengan indikator yang jelas, hingga kebiasaan memeriksa asumsi sebelum menyimpulkan. Kedua, jadikan teknologi sebagai sistem kerja, bukan sekadar aplikasi: pahami alur proses, siapa melakukan apa, di mana risiko muncul, dan bagaimana kontrol dipasang. Ketiga, perkuat kemampuan komunikasi profesional: data tidak akan berguna jika tidak bisa dijelaskan dengan ringkas, logis, dan meyakinkan. Keempat, bangun integritas sebagai identitas: di era digital, kesalahan kecil dapat menjadi viral; manipulasi kecil dapat menjadi bencana besar. Kelima, latih kemampuan belajar ulang: alat akan berubah, standar akan diperbarui, industri akan bergeser; yang tetap relevan adalah orang yang cepat belajar dan berani menyesuaikan diri.

Ada juga satu hal yang sering diabaikan: 2026 akan memperketat persaingan talenta. Banyak organisasi mencari profil “T-shaped”: paham dasar luas lintas fungsi, tetapi juga punya kedalaman pada satu bidang. Seorang manajer yang paham data akan lebih kuat. Seorang akuntan yang paham proses bisnis dan risiko operasional akan lebih bernilai. Seorang profesional yang paham ESG sekaligus paham kontrol dan pelaporan akan menjadi rebutan. Dunia tidak kekurangan gelar; dunia kekurangan kompetensi yang bisa langsung memberi dampak.

Pada akhirnya, 2026 adalah panggilan untuk dewasa dalam cara memimpin dan cara bekerja. Dunia tidak menunggu kesiapan siapa pun. Mereka yang menunda akan berhadapan dengan biaya adaptasi yang lebih mahal. Mereka yang menolak perubahan akan terdorong keluar dari relevansi. Tetapi mereka yang menyiapkan diri dari sekarang dengan literasi data, pemanfaatan AI yang bertanggung jawab, penguatan tata kelola, dan integrasi ESG sebagai strategi akan menemukan bahwa 2026 bukan ancaman, melainkan panggung kemenangan.

Catatan transparansi: Pada pesan ini tidak tersedia akses untuk memuat ulang rujukan eksternal, sehingga sitasi tidak dapat disertakan. Jika akses rujukan diaktifkan pada balasan berikutnya, teks ini bisa dilengkapi sitasi dari sumber internasional yang sama seperti analisis sebelumnya agar memenuhi format akademik/penugasan.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
16
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
19
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
18
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
38
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
25
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
76
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
44
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
16
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
24
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
21

Hari Besar Nasional:

Ramadhan 2026 :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Lisa Rahmat Nyatakan Kasasi Atas Putusan Banding 14 Tahun Penjara

Lisa Rahmat Nyatakan Kasasi Atas Putusan Banding 14 Tahun Penjara

6 bulan yang lalu
94
Hari Sumpah Pemuda Ke 97, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Yang Dukung Ketahanan Pangan

Hari Sumpah Pemuda Ke 97, Pemkab Lamongan Apresiasi Pemuda Solokuro Yang Dukung Ketahanan Pangan

4 bulan yang lalu
9
FEB UNISLA Apresiasi Pencapaian Akademik Dosen: Dr. Sabilar Rosyad Raih Gelar Doktor Lewat Riset Strategi Pemasaran Sosial dan Perilaku Santri

FEB UNISLA Apresiasi Pencapaian Akademik Dosen: Dr. Sabilar Rosyad Raih Gelar Doktor Lewat Riset Strategi Pemasaran Sosial dan Perilaku Santri

4 bulan yang lalu
41

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Merajut Ukhuwah dalam Balutan Budaya: Ratusan Paket Takjil Warnai Langit Ramadan di Monpera Balikpapan

    Merajut Ukhuwah dalam Balutan Budaya: Ratusan Paket Takjil Warnai Langit Ramadan di Monpera Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hakim Bebaskan Terdakwa, Tak Terbukti Melakukan Penyerobotan Tanah Milik Orang Lain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Insan Dangdut Tanah Bumbu- Kotabaru Gelar Buka Puasa Bersama di Pantai Pagatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Luruk Balai Desa Waru wetan Lamongan, Minta Kades Dan Oknum Perangkat Desa Dipecat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengukir Takwa di Atas Aspal: Aksi Kolosal Persinas ASAD Balikpapan Tebbar 500 Paket Kebaikan di Bulan Suci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA