DONGGALA , KabarOneNews.com– Di tengah belantara perbukitan Kabupaten Donggala – Sulawesi Tengah terdapat sebuah wilayah yang dikenal dengan Negeri di atas awan.
Tantangan geografisnya yang ekstrem membuat Kecamatan Pinembani masuk Di daerah berkategori Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T) ini, muncul sosok pemimpin perempuan yang menjadi buah bibir karena ketangguhannya.
Ia adalah Sukmawati, S.E., M.A.P., Camat Pinembani yang dikenal warga sebagai sosok “Srikandi” yang mampu menembus batas keterbatasan.
Dedikasi Tanpa Sekat di Tengah Minoritas
Menjadi seorang Muslim di tengah mayoritas warga Pinembani yang beragama Nasrani tidak menjadi penghalang bagi Sukmawati untuk menunjukkan totalitasnya. Sebaliknya, ia tampil sebagai sosok pengayom yang menjunjung tinggi toleransi.
Semangat inklusivitasnya terbukti saat ia aktif mendorong partisipasi wilayahnya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Donggala, menunjukkan bahwa keterbatasan jumlah bukanlah alasan untuk tidak berprestasi.
Rekam Jejak Pendidikan dan Karier
Lahir di Tompi Bugis pada 15 Juni 1977, Sukmawati adalah putri daerah yang memahami betul karakter tanah kelahirannya.
Ia menamatkan pendidikan dasar di SDN Tompi Bugis, berlanjut ke SMPN Gimpu, dan SMAN 4 Palu. Haus akan ilmu, ia meraih gelar Sarjana Ekonomi Manajemen di Universitas Muhammadiyah Palu dan menyelesaikan gelar Magister Administrasi Publik (M.A.P.) di Universitas Tadulako.
Kariernya di Pinembani dimulai sebagai Sekretaris Camat (Sekcam) pada tahun 2022.
Hanya dalam waktu satu tahun, berkat etos kerja yang luar biasa dan kedekatannya dengan masyarakat, ia resmi dilantik menjadi Camat Pinembani pada tahun 2023 hingga saat ini.
Bertahan di Jalur Ekstrem
Tugas Sukmawati tidaklah mudah. Pinembani sering kali terisolasi akibat tanah longsor saat hujan deras mengguyur, membuat akses jalan sulit ditembus.
Namun, bagi ibu dari Mohammad Rifaldi dan Didi Darmawan ini, medan yang sulit adalah ruang pengabdian.
“Banyak kenangan, mulai dari yang susah sampai yang heroik saat harus melewati jalanan yang tertutup longsor demi memastikan pelayanan warga tetap berjalan,” kenang Sukmawati saat menceritakan awal mula penugasannya.
Sosok Ibu dan Nenek yang Hangat
Di balik seragam dinasnya, Sukmawati adalah sosok keluarga yang hangat. Ia telah memiliki seorang menantu, Farah Dina, dan seorang cucu laki-laki, Mohammad Arafah, dari putra sulungnya.
Keseimbangan antara perannya sebagai pemimpin di kecamatan dan sosok ibu di rumah menjadi inspirasi tersendiri bagi kaum perempuan di Donggala.
Cinta Warga karena Kerja Nyata
Jiwa sosialnya yang tinggi dan sikapnya yang rendah hati membuat namanya harum di telinga warga. Ia tidak hanya duduk di balik meja, tetapi aktif turun langsung dalam kegiatan lokal maupun tingkat kabupaten.
Bagi warga Pinembani, Sukmawati bukan sekadar pejabat administratif, melainkan sosok ibu yang merangkul semua golongan. Ketulusannya membuktikan bahwa di tangan seorang perempuan yang tangguh, keterbatasan geografis dan perbedaan keyakinan justru menjadi kekuatan untuk membangun daerah.
“Tekad saya sudah bulat, mengabdi untuk masyarakat Pinembani adalah panggilan hati,” pungkasnya mantap.
NK


















