Lamongan, KabarOneNews.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Islam Lamongan (UNISLA) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ekonomi daerah melalui kegiatan semiloka bertajuk Semiloka Sinergitas FEB UNISLA dan UMKM Kabupaten Lamongan. Kegiatan yang diselenggarakan di Kabupaten Lamongan ,(10/03/2025)ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan dunia akademik dengan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam rangka membangun kolaborasi berkelanjutan demi mendorong daya saing ekonomi lokal.
Semiloka ini dihadiri oleh dosen FEB UNISLA, mahasiswa, pelaku UMKM dari berbagai sektor usaha, serta pemangku kepentingan yang memiliki perhatian besar terhadap pengembangan ekonomi kerakyatan. Kehadiran peserta dari latar belakang yang beragam menciptakan suasana diskusi yang dinamis dan produktif, sekaligus menunjukkan besarnya antusiasme terhadap upaya sinergi antara perguruan tinggi dan UMKM di Kabupaten Lamongan.
Kegiatan semiloka menghadirkan dua pemateri utama, yaitu Dr. Abid Muhtarom, SE., MSE., selaku akademisi dan pimpinan di FEB UNISLA, serta Mas Chaid, yang dikenal aktif dalam pendampingan dan pengembangan UMKM. Kedua narasumber menyampaikan materi yang saling melengkapi, menggabungkan perspektif akademis dengan pengalaman praktis di lapangan, sehingga mampu memberikan gambaran utuh mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi UMKM saat ini.
Dalam pemaparannya, Dr. Abid Muhtarom menekankan pentingnya peran perguruan tinggi sebagai mitra strategis UMKM. Menurutnya, sinergi antara FEB UNISLA dan UMKM bukan hanya sebatas kegiatan seremonial, melainkan harus diwujudkan dalam bentuk pendampingan nyata, riset terapan, serta penguatan kapasitas pelaku usaha. Ia menjelaskan bahwa UMKM merupakan tulang punggung perekonomian daerah yang memiliki kontribusi besar terhadap penyerapan tenaga kerja dan pertumbuhan ekonomi, sehingga perlu didukung melalui pendekatan ilmiah dan kebijakan yang tepat.
Dr. Abid juga menyoroti pentingnya peningkatan literasi keuangan, manajemen usaha, serta pemanfaatan teknologi digital bagi UMKM. Ia menyampaikan bahwa banyak UMKM di Lamongan memiliki produk unggulan yang berkualitas, namun masih menghadapi kendala dalam aspek pemasaran, pencatatan keuangan, dan pengembangan usaha. Melalui sinergi dengan FEB UNISLA, diharapkan UMKM dapat memperoleh pendampingan berbasis keilmuan yang mampu meningkatkan profesionalisme dan keberlanjutan usaha mereka.
Sementara itu, Mas Chaid dalam sesi pemaparannya lebih banyak membagikan pengalaman praktis dalam mendampingi UMKM. Ia menekankan bahwa tantangan utama UMKM saat ini tidak hanya terletak pada modal, tetapi juga pada pola pikir, keberanian berinovasi, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan pasar. Menurutnya, kolaborasi dengan perguruan tinggi seperti FEB UNISLA sangat penting untuk membuka wawasan pelaku UMKM agar lebih siap menghadapi persaingan, baik di tingkat lokal maupun nasional.
Mas Chaid juga menyoroti pentingnya membangun jejaring antar pelaku UMKM serta memanfaatkan platform digital sebagai sarana promosi dan distribusi produk. Ia mengajak para pelaku UMKM untuk tidak ragu belajar dan bertransformasi, serta memanfaatkan berbagai program pendampingan yang ditawarkan oleh kampus dan pemerintah daerah. Dengan sinergi yang kuat, UMKM Lamongan diyakini mampu naik kelas dan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.
Diskusi yang berlangsung dalam semiloka ini berjalan interaktif. Para peserta активно menyampaikan pertanyaan, berbagi pengalaman, serta mengemukakan berbagai permasalahan yang mereka hadapi dalam menjalankan usaha. Isu-isu seperti akses permodalan, pemasaran digital, legalitas usaha, hingga strategi bertahan di tengah persaingan pasar menjadi topik yang banyak dibahas. Para pemateri memberikan tanggapan dan solusi yang aplikatif, sehingga peserta memperoleh wawasan baru yang dapat langsung diterapkan dalam kegiatan usaha mereka.
Melalui kegiatan ini, FEB UNISLA juga memperkenalkan berbagai program akademik dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dapat disinergikan dengan kebutuhan UMKM. Keterlibatan mahasiswa dalam program pendampingan UMKM menjadi salah satu poin penting yang disampaikan, sebagai upaya menumbuhkan jiwa kewirausahaan sekaligus meningkatkan kepedulian sosial mahasiswa terhadap pengembangan ekonomi daerah.
Semiloka Sinergitas FEB UNISLA dan UMKM Kabupaten Lamongan ini diharapkan menjadi langkah awal dari kolaborasi jangka panjang yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Dengan memadukan kekuatan akademisi, mahasiswa, dan pelaku UMKM, kegiatan ini diyakini mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing.
Di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya semiloka ini. Mereka berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara rutin dengan tema-tema yang relevan dengan kebutuhan UMKM. FEB UNISLA pun menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pengabdian dan kemitraan strategis, sebagai bagian dari kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendorong pembangunan ekonomi Kabupaten Lamongan yang inklusif dan berkelanjutan.



















