BALIKPAPAN – kabarOnenews.com – Di bawah naungan kubah megah Masjid Madinatul Iman, Balikpapan Islamic Center, ribuan umat bersimpuh dalam kekhusyukan.
Malam Sabtu (6/3/2026), yang bertepatan dengan malam ke-17 Ramadan 1447 H, menjadi saksi bisu momentum agung Safari Ramadan hari kelima sekaligus peringatan Nuzulul Qur’an—malam di mana kalam Illahi pertama kali menyentuh bumi sebagai kompas kehidupan manusia.
Acara penuh berkah ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Balikpapan, H. Rahmad Mas’ud, S.E., M.E., didampingi jajaran Forkopimda, kepala OPD, serta para ulama kharismatik.
Suasana kian syahdu saat ribuan jamaah menunaikan salat Isya dan Tarawih berjamaah, menghidupkan malam dengan ruku dan sujud sebelum memasuki inti peringatan turunnya Al-Qur’an.
Apresiasi bagi Penjaga Kalam Allah
Sebagai bentuk nyata keberpihakan pemerintah terhadap syiar Islam, Wali Kota Rahmad Mas’ud menyerahkan bantuan hibah senilai Rp300 juta untuk kemakmuran Masjid Madinatul Iman.
Tak hanya itu, panggung kehormatan menjadi saksi apresiasi tinggi bagi dua putra terbaik Balikpapan yang telah mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia pada MTQ Internasional 2025.
Muhammad Haikal Al Ghifari, sang penjaga wahyu, menerima bonus pembinaan sebesar Rp125 juta atas prestasinya sebagai Terbaik I cabang Tahfidz 30 Juz di Brunei Darussalam. Sementara, Achmad Fadil dianugerahi Rp75 juta sebagai Terbaik II cabang Tilawah di Maroko.
Melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Pemkot juga menyalurkan dana “Gerakan Sejadah” senilai lebih dari Rp370 juta untuk memastikan masjid dan musala di Balikpapan tetap menjadi pusat peradaban umat yang layak dan nyaman.
Pesan Sang Wali Kota: Al-Qur’an Bukan Sekadar Pajangan
Dalam sambutannya yang menyentuh kalbu, Rahmad Mas’ud menegaskan bahwa Nuzulul Qur’an bukanlah ritual tahunan semata.
“Peringatan ini adalah pengingat bagi kita semua untuk kembali memeluk Al-Qur’an sebagai cahaya dan petunjuk. Jangan biarkan ia hanya menjadi pajangan di lemari, tapi jadikanlah ia imam dalam setiap langkah kehidupan kita,” pesan beliau dengan penuh ketulusan.
Di tengah dinamika ekonomi global, beliau juga menyelipkan pesan ukhuwah agar masyarakat tetap tenang dan menghindari panic buying. “Islam mengajarkan kita kesederhanaan dan tidak berlebih-lebihan. Pemerintah menjamin ketersediaan pangan dan BBM, maka berbelanjalah dengan bijak dan penuh rasa syukur,” tambahnya.
Tausiah Ustadz Ucay: “Kembali ke Jalan Cahaya”
Puncak acara semakin bergetar saat Ustadz Anugrah Cahyadi (Ustadz Ucay) dari Medan naik ke mimbar. Dengan gaya retorikanya yang khas, ia mengingatkan jamaah bahwa keselamatan dunia dan akhirat hanya bisa diraih dengan berpijak pada Al-Qur’an.
“Jika engkau ingin selamat, jangan pernah menjauh dari Al-Qur’an. Ia adalah obat bagi hati yang gundah dan benteng dari kemungkaran. Perbanyaklah zikir, luruhkan kesombongan, karena di hadapan Allah, kita hanyalah hamba yang faqir,” tegas Ustadz Ucay dalam ceramahnya yang memukau.
Malam itu ditutup dengan doa bersama yang menggetarkan arsy, memohon keselamatan bagi bangsa dan kemajuan Kota Balikpapan agar terus menjadi kota yang Thayyibatun wa Rabbun Ghafur.
NK



















