Tanah Bumbu , KabarOne News.com— Ketua DPRD Kabupaten Tanah Bumbu, Andrean Atma Maulani, S.H., S.E., M.H., membacakan sejarah singkat berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-23 yang digelar di lapangan utama Kantor Bupati Tanah Bumbu, Senin (8/4/2026).
Pembacaan sejarah tersebut merupakan bagian dari rangkaian susunan upacara yang diawali dengan masuknya Komandan Upacara, penghormatan pasukan, hingga pengibaran Bendera Merah Putih dan mengheningkan cipta. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, serta amanat Inspektur Upacara.
Dalam pembacaan sejarah, Andrean menyampaikan bahwa terbentuknya Kabupaten Tanah Bumbu melalui proses panjang perjuangan berbagai pihak hingga akhirnya resmi menjadi daerah otonom.
“Pada hari Senin, 27 Januari 2003, Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melaksanakan sidang paripurna di Jakarta yang menetapkan undang-undang pemekaran Kabupaten Tanah Bumbu dan Kabupaten Balangan. Selanjutnya diterbitkan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2003 tanggal 25 Februari 2003, yang menandai keberhasilan upaya pembentukan secara yuridis dan praktis,” jelasnya.
Ia menambahkan, pelantikan pejabat Bupati Tanah Bumbu dilaksanakan pada 8 April 2003 dengan dr. H. M. Zairullah Azhar, M.Sc sebagai bupati pertama, yang menjadi penanda lengkapnya syarat berdirinya Kabupaten Tanah Bumbu.
Bertindak sebagai Inspektur Upacara, Bupati Tanah Bumbu,Andi Rudi Latif,A.Md.T., S.H., M.M., menyampaikan bahwa tema HUT ke-23, yaitu “SDM Tangguh, Ekonomi Tumbuh, BerAKSI bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing,” selaras dengan visi pembangunan daerah tahun 2025–2029.
Dalam amanatnya, Bupati memaparkan capaian pembangunan daerah selama satu tahun terakhir, di mana Kabupaten Tanah Bumbu berhasil meraih 48 penghargaan tingkat nasional dari berbagai kementerian dan lembaga pada bidang keamanan siber, kesehatan, kepegawaian, lingkungan hidup, pendidikan, dan pengembangan talenta. Sementara itu, sebanyak 28 penghargaan tingkat provinsi diraih dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan instansi terkait pada bidang kesehatan, informasi publik, pemberdayaan masyarakat, kelautan, dan energi.
Disampaikan pula beberapa cerpen kinerja Plembangunan Daerah yang telah dicapai hingga tahun 2025 menunjukkan hasil yang sangat membanggakan meliputi Dalam bidang pembangunan daerah, realisasi kinerja mencapai 81,20 persen dengan kategori sangat berhasil. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 tercatat 75,09, menempatkan Kabupaten Tanah Bumbu pada peringkat ke-4 dari 13 kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
Pertumbuhan ekonomi daerah juga meningkat signifikan, mencapai 5,52 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir. Angka kemiskinan turun sebesar 3,13 persen, sementara bidang keamanan dan ketertiban mencapai 100 persen.
Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah tercatat 8,44 tahun per tahun, sedangkan angka harapan lama sekolah 12,80 tahun. Usia harapan hidup di Kabupaten Tanah Bumbu mencapai 74,44 tahun per tahun.
Produksi padi gabah kering giling meningkat menjadi 58.749 ton per tahun, lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 39.007 ton, dengan produksi beras mencapai 34.760 ton. Selain itu, nilai SAKIP tercatat B dengan skor 68,22, serta opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK turut diraih. Sementara itu, pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai 18,59 persen. Adapun Indeks Desa dari 152 desa sudah ada 110 desa berstatus mandiri, 33 desa maju, dan 9 desa berkembang, tanpa desa tertinggal.
Selain itu, kualitas kesehatan dan infrastruktur terus mengalami peningkatan. Kinerja program bidang kesehatan rata-rata mencapai 88,424 per tahun, sedangkan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang mencapai 100,48 persen. Realisasi jalan mantap sepanjang 886,01 km juga melampaui target 881,78 km. Sementara itu, capaian kinerja program urusan pemerintahan di bidang penanaman modal dalam meningkatkan investasi mencapai rata-rata 100 persen, sehingga memenuhi target yang direncanakan pada tahun 2025.
Dalam arah pembangunan ke depan, Kabupaten Tanah Bumbu akan fokus pada tujuh prioritas, yaitu peningkatan pendidikan dan kesehatan, penguatan ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, penataan kota dan desa, prestasi seni-budaya-olahraga, serta peningkatan tata kelola pemerintahan.
Bupati menekankan perlunya sinergi antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat untuk menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Semangat BerAKSI menjadi landasan kerja cepat, nyata, dan bersama untuk membangun Kabupaten Tanah Bumbu.
“Momentum Hari Jadi ke-23 ini harus menjadi refleksi dan motivasi bagi kita semua untuk terus berkarya, berinovasi, dan memberikan yang terbaik bagi Kabupaten Tanah Bumbu yang kita cintai,” pungkasnya.
Upacara tersebut turut dihadiri oleh unsur Forkopimda Tanah Bumbu, Ketua, Wakil Ketua dan Anggota DPRD, Sekretaris Daerah dan jajaran pejabat pemerintah daerah, kepala SKPD, camat, kepala desa, instansi vertikal, perwakilan BUMN dan swasta, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta undangan lainnya. (Oksa)



















