BALIKPAPAN – kabaronenews.com – Ironi drainase di Kota Beriman kembali mencuat. Meski hujan yang mengguyur hanya berlangsung singkat dengan intensitas yang tergolong biasa saja, kawasan Gunung Guntur, tepatnya di Jalan DI Panjaitan, gang tanpa nama, RT 28 Kelurahan Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, kembali terendam banjir pada Minggu (8/2/2026).
Kondisi ini mempertegas bahwa masalah banjir di wilayah tersebut bukan lagi sekadar faktor alam, melainkan kegagalan sistem drainase yang sudah kronis.
Warga setempat yang telah “kenyang” menjanjikan perbaikan selama puluhan tahun kini mulai habis kesabaran.
Hujan Biasa, Dampak Luar Biasa
Pantauan di lapangan menunjukkan, meski awan hanya sempat menumpahkan hujan sebentar, air dengan cepat meluap dari saluran yang tersumbat dan masuk ke permukiman.
Di gang-gang sempit yang belum memiliki nama resmi di RT 28 tersebut, air setinggi betis hingga paha orang dewasa bukan lagi pemandangan asing.
“Hujannya tadi biasa saja, tidak deras sekali dan sebentar saja. Tapi lihat sendiri, air langsung naik. Ini membuktikan drainase kita sudah tidak berfungsi. Sejak saya kecil sampai sekarang umur 17 tahun, begini terus,” ujar seorang warga dengan nada ketus.
Warga Modifikasi Rumah Demi Bertahan Hidup
Ketidakpastian solusi dari pemerintah memaksa warga melakukan langkah mandiri yang menguras kantong.
Wahyu, salah satu warga terdampak, mengaku harus memodifikasi bagian dalam rumahnya dengan membuat peninggian permanen untuk menaruh barang elektronik.
“Setiap ada mendung, jantung kami sudah berdegup kencang. Kami lelah selalu siaga setiap kali langit gelap. Kami menagih janji Pemerintah Kota Balikpapan. Mana tindakan konkretnya?” tegas Wahyu.
Beberapa rumah bahkan sudah membentengi pintu masuk dengan tanggul semen permanen, namun air tetap merembes masuk saat debit air meningkat.
Warga terlihat sibuk menguras air dan lumpur secara manual menggunakan ember dan peralatan seadanya setelah hujan reda.
Menagih Komitmen DPU Balikpapan
Masyarakat kini mendesak Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Balikpapan untuk segera turun ke lapangan dan melakukan normalisasi drainase secara menyeluruh di kawasan Gunung Guntur.
Warga menilai, pembangunan di area atas yang tidak dibarengi dengan perbaikan saluran pembuangan di bawah menjadi pemicu utama mengapa hujan ringan pun bisa menyebabkan banjir.
“Kami tidak butuh survei-survei lagi, kami butuh alat berat datang dan memperbaiki parit ini. Jangan biarkan kami terjebak banjir puluhan tahun lagi,” tutup warga lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, genangan perlahan mulai surut, namun trauma warga akan hujan susulan tetap menghantui.
NK


















