Lamongan, KabarOnNews.com— Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi muda yang mandiri dan berdaya saing melalui penyelenggaraan seminar kewirausahaan bertajuk “Gen Z Go Independent: Strategi Cerdas Berbisnis di Era Modern.” Kegiatan ini diikuti oleh 80 mahasiswa Program Studi Manajemen dan berlangsung dengan antusias tinggi, mencerminkan semangat generasi Z untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah.
Seminar kewirausahaan ini menghadirkan pemateri utama Moch. Ibnu Mubarok, seorang pelaku usaha muda yang sukses sebagai owner Catering ABG Sawahan. Kehadiran praktisi bisnis secara langsung memberikan warna tersendiri dalam forum akademik tersebut, karena mahasiswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga pengalaman nyata tentang jatuh bangun membangun usaha dari nol hingga mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan dekat dengan dunia mahasiswa, Ibnu Mubarok mampu menghidupkan suasana seminar sekaligus memantik motivasi peserta.
Dalam pemaparannya, Ibnu Mubarok menekankan bahwa era modern membuka peluang yang sangat luas bagi generasi Z untuk berwirausaha, terutama dengan dukungan teknologi digital. Menurutnya, generasi muda saat ini memiliki keunggulan adaptasi teknologi, kreativitas, serta keberanian mencoba hal baru yang menjadi modal penting dalam dunia bisnis. Ia menegaskan bahwa kemandirian ekonomi tidak harus menunggu lulus kuliah atau memiliki modal besar, melainkan dimulai dari keberanian mengambil langkah pertama, konsistensi, dan kemauan untuk terus belajar dari kegagalan.
Lebih lanjut, Ibnu Mubarok membagikan perjalanan bisnis Catering ABG Sawahan yang ia rintis dengan keterbatasan modal dan fasilitas. Ia menceritakan bagaimana strategi membaca peluang pasar, menjaga kualitas produk, serta membangun kepercayaan pelanggan menjadi kunci utama dalam mempertahankan usaha. Di era digital, ia juga menyoroti pentingnya pemanfaatan media sosial sebagai sarana pemasaran yang efektif dan efisien, khususnya bagi mahasiswa yang ingin memulai usaha dengan biaya minim namun jangkauan luas.
Seminar ini dipandu oleh moderator Nadifa Dzakiya U yang mampu mengarahkan diskusi secara dinamis dan interaktif. Dengan penguasaan materi serta kemampuan komunikasi yang baik, moderator berhasil menggali berbagai perspektif dari pemateri sekaligus menghubungkannya dengan konteks akademik yang sedang dipelajari mahasiswa Manajemen FEB UNISLA. Diskusi berjalan hidup dengan berbagai pertanyaan kritis dari peserta, mulai dari strategi memulai usaha sambil kuliah, pengelolaan keuangan sederhana, hingga cara menghadapi rasa takut gagal dalam berbisnis.
Ketua Pelaksana kegiatan, Salma Nabela, dalam keterangannya menyampaikan bahwa seminar kewirausahaan ini merupakan bagian dari upaya Himpunan Mahasiswa Manajemen (HIMMAN) FEB UNISLA untuk memberikan ruang pengembangan soft skills dan jiwa entrepreneur bagi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam membangun pola pikir mandiri, kreatif, dan inovatif di kalangan mahasiswa. Menurutnya, semangat Gen Z Go Independent harus menjadi karakter yang melekat pada mahasiswa FEB UNISLA dalam menghadapi tantangan masa depan.
Antusiasme peserta terlihat jelas sepanjang kegiatan berlangsung. Para mahasiswa aktif mencatat, berdiskusi, dan berbagi pandangan terkait ide-ide bisnis yang sedang atau akan mereka rintis. Banyak di antara peserta yang mengaku termotivasi setelah mendengar langsung kisah sukses dan tantangan yang dihadapi pemateri. Seminar ini juga menjadi ajang refleksi bahwa dunia kerja ke depan menuntut lulusan perguruan tinggi untuk memiliki kemandirian, kreativitas, dan keberanian mengambil risiko, bukan hanya mengandalkan ijazah semata.
Melalui seminar kewirausahaan ini, FEB UNISLA menunjukkan peran strategisnya sebagai institusi pendidikan yang responsif terhadap perkembangan zaman. Perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai pusat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga sebagai wadah pembentukan karakter dan mentalitas mahasiswa agar siap menghadapi realitas sosial dan ekonomi. Kegiatan seperti ini menjadi jembatan penting antara dunia akademik dan dunia usaha, sehingga mahasiswa dapat memahami teori sekaligus praktik secara seimbang.
Seminar “Gen Z Go Independent: Strategi Cerdas Berbisnis di Era Modern” juga sejalan dengan visi FEB UNISLA dalam mencetak lulusan yang unggul, berakhlak, dan berdaya saing global. Dengan menghadirkan praktisi bisnis muda yang inspiratif, diharapkan mahasiswa tidak lagi ragu untuk bermimpi besar dan memulai langkah konkret dalam dunia kewirausahaan. Kemandirian ekonomi generasi muda menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan nasional.
Di akhir kegiatan, pemateri berpesan kepada seluruh peserta agar tidak takut memulai dari hal kecil dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi kegagalan. Menurutnya, kegagalan adalah bagian dari proses belajar yang akan membentuk karakter wirausaha sejati. Pesan ini disambut positif oleh mahasiswa yang berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan dengan tema-tema kewirausahaan yang relevan dan aplikatif.
Dengan terselenggaranya seminar ini, FEB UNISLA kembali menegaskan perannya sebagai kampus yang aktif mendorong lahirnya generasi Z yang mandiri, kreatif, dan siap bersaing di era modern. Seminar kewirausahaan ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya wirausahawan muda dari lingkungan kampus yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan ekonomi secara berkelanjutan.(*).


















