Kabar One News.com -,PALU – SMA Negeri 1 (Smansa) Palu mengambil langkah strategis untuk memperkuat daya saing seni tari Sulawesi Tengah di kancah nasional.
Sebanyak 20 siswa terpilih mengikuti workshop koreografi intensif bersama koreografer profesional, Udhin FM, yang digelar di Aula Smansa Palu pada (17/12/2025).
Kegiatan ini diinisiasi sebagai bentuk refleksi atas minimnya representasi talenta muda Sulawesi Tengah di panggung prestasi nasional.
Melalui workshop ini, sekolah berupaya menjaring bibit-bibit unggul yang tidak hanya mahir menari, tetapi juga andal dalam menciptakan komposisi gerak yang kreatif.
“Kami ingin membenahi kualitas talenta daerah. Selama ini, Sulawesi Tengah seolah belum mendapat tempat yang semestinya di tingkat nasional.
Melalui workshop ini, kami membangun pondasi agar siswa mampu bersaing secara kompetitif,” ujar Faizal Rasyid, S.S., perwakilan panitia penyelenggara dari SMAN 1 Palu di sela-sela acara.
Dalam sesi pelatihan, Udhin FM sebagai narasumber sekaligus tokoh legendaris dunia tari menekankan bahwa Sulawesi Tengah memiliki kekayaan ragam gerak yang luar biasa. Namun, tantangan terbesarnya terletak pada pengemasan estetika dan aspek teknis.
“Masalahnya bukan pada ketiadaan bakat, melainkan bagaimana kita mengemas rasa menjadi koreografi yang ‘bercerita’.
Saya hadir untuk memastikan talenta Smansa Palu tidak hanya jago di rumah sendiri, tetapi juga punya ‘taring’ saat berdiri di panggung nasional,” tegas Udhin FM.
Sepanjang workshop, suasana berlangsung produktif dan harmonis.
Udhin FM memberikan pemaparan mendalam mengenai aspek teknis dan artistik, meliputi:
Eksplorasi Ruang, Siswa diajak memahami penggunaan level (rendah, sedang, dan tinggi) agar komposisi panggung tidak monoton.
Transisi Gerak, Menekankan pentingnya alur (flow) yang halus dan logis dalam perpindahan antar-motif gerak agar pesan tarian tersampaikan dengan baik.
Dinamika Tenaga, Mengatur penggunaan tenaga (power) dan tempo untuk menciptakan kontras yang memikat penonton.
Orisinalitas, Mendorong siswa melakukan dekonstruksi gerak tradisional Sulawesi Tengah menjadi karya kontemporer unik tanpa kehilangan identitas lokal.
Proyeksi Energi, Mengasah fokus mata dan ekspresi tubuh sebagai teknik dasar untuk menyampaikan pesan kepada juri dan audiens.
Interaksi cair antara sang maestro dan peserta memicu keberanian siswa dalam bereksplorasi.
Para siswa tampak antusias mencoba gerakan-gerakan baru yang menantang kreativitas mereka.
Dengan pembekalan intensif ini, SMA Negeri 1 Palu berharap dapat melahirkan generasi koreografer muda yang siap mengharumkan nama Sulawesi Tengah di berbagai ajang bergengsi nasional pada masa mendatang.
NK



















