LAMONGAN , KabarOne News.com– Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Laren menggelar pertemuan rutin yang dirangkai dengan sosialisasi pemanfaatan digital bertema “Fatayat NU Cerdas Melawan Judol, Waspada Pinjol dan Melindungi Keluarga di Ruang Digital”, Jumat (16/10/2026), bertempat di Kantor MWC NU Laren, Kabupaten Lamongan.
Kegiatan ini menghadirkan Kapolsek Laren, AKP Anang Purwo Widodo, S.H., dan Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, sebagai pemateri. Keduanya memberikan edukasi mengenai ancaman di ruang digital, mulai dari bahaya judi online dan pinjaman online bermasalah hingga pentingnya membangun keamanan digital bagi diri sendiri dan keluarga.
Dalam pemaparannya, AKP Anang Purwo Widodo menyoroti bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi, keharmonisan keluarga, serta kehidupan sosial masyarakat. Judi online berpotensi menimbulkan kecanduan dan kerugian finansial, sedangkan penggunaan layanan pinjaman online tanpa pertimbangan matang dapat memicu persoalan utang dan tekanan ekonomi.
Ia mengingatkan pentingnya meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai tawaran yang beredar di internet, khususnya yang menjanjikan keuntungan instan atau kemudahan memperoleh uang. Masyarakat perlu memahami risiko sebelum mengambil keputusan, tidak mudah tergiur promosi, serta memastikan legalitas layanan keuangan yang digunakan.
AKP Anang juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mencegah dampak negatif aktivitas digital. Pengawasan, komunikasi yang terbuka, dan pembiasaan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab menjadi langkah penting untuk melindungi anggota keluarga, terutama anak-anak dan remaja, dari pengaruh negatif di internet.
Sementara itu, Ketua Duta Damai BNPT Jawa Timur, Achmad Reza Rafsanjani, menekankan pentingnya keamanan digital sebagai bekal masyarakat dalam menghadapi berbagai risiko di ruang siber. Menurutnya, kemampuan menggunakan teknologi tidak cukup hanya dengan memahami cara mengakses media sosial atau aplikasi digital, tetapi juga harus disertai kesadaran menjaga data pribadi, mengenali ancaman, serta menyaring informasi yang diterima.
Ia mengajak anggota Fatayat NU Laren untuk lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi, menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk akun penting, mengaktifkan verifikasi dua langkah, serta tidak sembarangan mengeklik tautan atau mengunduh berkas dari sumber yang tidak dikenal.
Selain itu, masyarakat perlu membangun budaya berpikir kritis sebelum mempercayai dan menyebarkan informasi. Konten provokatif, berita bohong, penipuan digital, hingga narasi kebencian dapat menyebar dengan cepat apabila pengguna internet tidak melakukan pemeriksaan terhadap sumber dan kebenaran informasi.
“Keamanan digital bukan hanya soal melindungi akun dan data pribadi, tetapi juga tentang bagaimana kita bersikap bijak, kritis, dan bertanggung jawab ketika beraktivitas di ruang digital. Perempuan, khususnya para ibu, memiliki peran strategis dalam membangun lingkungan keluarga yang aman dan sehat dalam penggunaan teknologi,” menjadi pesan utama edukasi yang disampaikan Duta Damai BNPT Jawa Timur.
Melalui kegiatan ini, PAC Fatayat NU Laren diharapkan dapat menjadi penggerak literasi digital di lingkungan keluarga dan masyarakat. Edukasi mengenai bahaya judi online dan pinjaman online perlu berjalan beriringan dengan pemahaman keamanan digital agar masyarakat tidak hanya terhindar dari kerugian finansial, tetapi juga mampu melindungi identitas, data pribadi, dan keluarganya dari berbagai ancaman di internet.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas perempuan dalam menghadapi tantangan era digital. Dengan pengetahuan yang memadai dan penggunaan teknologi secara bertanggung jawab, Fatayat NU diharapkan mampu berkontribusi dalam mewujudkan ruang digital yang lebih aman, sehat, dan bermanfaat bagi keluarga serta masyarakat.(***)



















