Tanah Bumbu, KabarOneNews.com-Rapat Kerja Komisi II DPRD Kabupaten Tanah Bumbu bersama Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri), UPT Pasar Bumi Pangeran Pagatan, serta pihak kontraktor membahas pembangunan pasar darurat dan tindak lanjut rencana kelanjutan pembangunan Pasar Bumi Pangeran Pagatan, Kamis (02/04/2026).
Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Tanah Bumbu, Andi Erwin Prasetya, yang menyoroti sejumlah hal penting, terutama terkait pembangunan relokasi pasar di Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir. Ia mempertanyakan penggunaan anggaran sebesar Rp1,2 miliar, termasuk jumlah kios yang dapat dibangun serta ukuran masing-masing kios.
Menurut Andi Erwin, diperlukan kejelasan terkait rincian penggunaan dana tersebut agar pembangunan relokasi pasar dapat berjalan efektif dan sesuai kebutuhan para pedagang.
Menanggapi hal tersebut, PLT Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (Diskumdagri), Eriyanto Rais, S.H., M.M., memaparkan rincian anggaran pembangunan relokasi pasar. Ia menjelaskan bahwa total anggaran Rp1,2 miliar telah disusun berdasarkan kebutuhan teknis di lapangan.
Rincian tersebut meliputi pekerjaan persiapan, kerangka bawah, kerangka atas, lantai, dinding, instalasi listrik, fasilitas pendukung seperti kloset dan pengunci, serta pekerjaan atap. Total keseluruhan biaya mencapai sekitar Rp1,08 miliar sebelum ditambah PCN 11 persen. Dengan tambahan PCN tersebut, total anggaran menjadi sekitar Rp1,2 miliar sesuai arahan dan persetujuan DPRD sebelumnya.
Selain itu, Eriyanto juga menyampaikan progres relokasi pasar. Ia menyebutkan bahwa pemindahan pedagang telah mencapai 100 persen, serta pemagaran area pasar telah dilakukan untuk menjaga keamanan. Selanjutnya, kantor pengelola pasar juga telah dipindahkan, dan saat ini proses lelang pembongkaran Pasar Bumi Pangeran masih berlangsung.
Tri Wahyudi Huda dari Dinas Perdagangan menambahkan bahwa keberhasilan relokasi pedagang tidak lepas dari dukungan berbagai pihak. Fasilitas seperti tenda, listrik, dan air turut disediakan untuk membantu para pedagang beradaptasi di lokasi baru.
Dari pihak kontraktor, disampaikan bahwa total kios yang dibangun berjumlah 200 unit, terdiri dari tipe A sebanyak 79 kios berukuran 2×2 meter, tipe B sebanyak 72 kios berukuran 2,5×2 meter, dan tipe C sebanyak 49 kios berukuran 3×1,5 meter.
Dalam rapat tersebut, Andi Erwin juga menyoroti persoalan distribusi kios, khususnya bagi pedagang kain yang disebut masih banyak belum mendapatkan tempat. Ia meminta kejelasan apakah pedagang tersebut terdaftar atau merupakan pedagang musiman.
Selain itu, permasalahan kemacetan akibat aktivitas pedagang di sejumlah titik juga menjadi perhatian. DPRD Nmenilai perlu adanya penataan ulang agar tidak mengganggu arus lalu lintas, khususnya di kawasan Jalan Mangkubumi.
Harmanudin, anggota Komisi II, turut menyoroti pentingnya pengaturan akses jalan, terutama pada hari pasar. Ia mengusulkan penutupan beberapa jalur tertentu guna menghindari kemacetan parah yang berpotensi terjadi.
Di akhir rapat, Andi Erwin menyampaikan sejumlah kesimpulan, di antaranya kesiapan kontraktor dalam pemasangan fasilitas, pengaturan jalur lalu lintas pada hari tertentu, penambahan fasilitas seperti WC, serta perlunya perhitungan matang dalam pembongkaran pasar agar aset penting tetap terselamatkan.
Dengan demikian, DPRD Kabupaten Tanah Bumbu menegaskan akan terus memantau pembangunan relokasi Pasar Bumi Pangeran Pagatan agar berjalan lancar dan sesuai kebutuhan pedagang. (Oksa)


















