Surakarta, KabarOneNews.com– Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta kembali menjadi panggung lahirnya gagasan besar yang relevan dengan masa depan industri keuangan. Melalui Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Ilmu Ekonomi, Minat Utama Akuntansi, yang digelar pada Senin, 12 Januari 2026, Rochman Arif sukses memaparkan disertasi yang mengupas secara mendalam peran intellectual capital, green banking, dan artificial intelligence dalam mendorong inklusi keuangan digital di kawasan Asia Tenggara.
Ujian terbuka ini tidak hanya menjadi penanda akhir perjalanan akademik Rochman Arif di jenjang doktoral, tetapi juga menjadi forum ilmiah strategis yang merefleksikan arah baru transformasi perbankan modern. Di tengah tantangan digitalisasi, tuntutan keberlanjutan, dan kesenjangan akses layanan keuangan, disertasi ini dinilai menawarkan perspektif komprehensif yang menjembatani kepentingan akademik dan kebutuhan industri.
Dalam paparannya, Rochman Arif menyampaikan disertasi berjudul “Pengaruh Intellectual Capital dan Green Banking terhadap Digital Financial Inclusion: Artificial Intelligence sebagai Variabel Moderasi (Studi Empiris pada Perbankan di Asia Tenggara)”. Penelitian ini menempatkan perbankan tidak lagi sekadar sebagai institusi keuangan, tetapi sebagai entitas berbasis pengetahuan, teknologi, dan kepedulian lingkungan.
Ia menjelaskan bahwa intellectual capital yang terdiri dari human capital, structural capital, dan relational capital merupakan aset tak berwujud yang justru menjadi penentu utama daya saing bank di era digital. Ketika pengelolaan pengetahuan dan kualitas sumber daya manusia berjalan optimal, layanan keuangan digital dapat menjangkau kelompok masyarakat yang sebelumnya belum tersentuh sistem perbankan formal.
Lebih jauh, Rochman Arif menekankan bahwa green banking bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis. Penerapan prinsip keberlanjutan lingkungan dalam kebijakan dan operasional perbankan terbukti meningkatkan kepercayaan publik serta memperluas inklusi keuangan digital. Bank yang peduli lingkungan dinilai lebih adaptif, inovatif, dan mampu membangun relasi jangka panjang dengan nasabah.
Dalam konteks tersebut, artificial intelligence diposisikan sebagai variabel moderasi yang memperkuat hubungan antara intellectual capital dan green banking terhadap inklusi keuangan digital. AI memungkinkan pengolahan data yang lebih akurat, personalisasi layanan, efisiensi operasional, hingga mitigasi risiko, sehingga mempercepat perluasan akses layanan keuangan berbasis digital di kawasan Asia Tenggara yang memiliki keragaman ekonomi dan tingkat literasi keuangan yang berbeda-beda.
Ujian terbuka ini dipimpin oleh Prof. Bhimo Rizky Samudro, S.E., M.Si., Ph.D. selaku Ketua Tim Penguji. Tim penguji terdiri dari akademisi-akademisi bereputasi, yakni Prof. Dr. Bandi, M.Si., Ak., CA, CPA, CTA sebagai Promotor; Prof. Agung Nur Probohudono, S.E., M.Si., Ph.D., Ak., CA., CFrA sebagai Ko-Promotor sekaligus Sekretaris; Dr. Djuminah, M.Si., Ak., CBV., CERA sebagai Ko-Promotor; Dr. Arum Kusumaningdyah Adiati, S.E., M.M. dan Dr. Setianingtyas Honggowati, M.M., Ak. sebagai Penguji Internal; serta Prof. Eko Ganis Sukoharsono, S.E., M.Com.(Hons)., Ph.D. sebagai Penguji Eksternal dari Universitas Brawijaya.
Sepanjang ujian berlangsung, Rochman Arif dinilai mampu mempertahankan argumen ilmiah dengan tenang dan meyakinkan. Berbagai pertanyaan kritis terkait metodologi, kontribusi teoritis, hingga implikasi kebijakan dijawab secara runtut dan berbasis data empiris. Tim penguji memberikan apresiasi sekaligus masukan konstruktif, terutama terkait penguatan rekomendasi kebijakan bagi industri perbankan dan regulator di kawasan Asia Tenggara.
Apresiasi juga datang dari pimpinan perguruan tinggi. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA), Dr. H. Abid Muhtarom, MSE, menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Rochman Arif menuntaskan studi doktoral sekaligus mempertahankan disertasinya dengan baik.
Ia menilai topik disertasi tersebut sangat relevan dengan dinamika ekonomi global dan nasional. Menurutnya, integrasi antara intellectual capital, green banking, dan artificial intelligence merupakan jawaban atas tantangan perbankan di era digital yang menuntut kecepatan, akurasi, serta keberlanjutan.
“Capaian ini tidak hanya membanggakan secara personal, tetapi juga memberi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menghadirkan riset yang berdampak. Disertasi ini memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan dalam pengembangan kebijakan perbankan berkelanjutan,” ujarnya.
Ucapan selamat juga disampaikan oleh Rektor Universitas Islam Lamongan (UNISLA), Dr. H. Abdul Ghofur, MSi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan Rochman Arif merupakan bukti nyata peran strategis pendidikan tinggi dalam menjawab persoalan bangsa melalui riset dan inovasi.
Menurutnya, isu inklusi keuangan digital dan green banking bukan hanya agenda akademik, tetapi juga kebutuhan pembangunan nasional dan regional. Dengan dukungan artificial intelligence, sektor perbankan diharapkan mampu memperluas akses layanan keuangan secara adil, efisien, dan berkelanjutan.
Ia berharap ilmu dan temuan yang dihasilkan dari disertasi ini dapat diaplikasikan secara luas, baik dalam dunia akademik, industri perbankan, maupun perumusan kebijakan publik. Dengan demikian, lulusan doktor tidak hanya berhenti pada capaian akademik, tetapi juga hadir sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Melalui ujian terbuka ini, Universitas Sebelas Maret Surakarta kembali menegaskan komitmennya dalam melahirkan doktor-doktor yang unggul, kritis, dan relevan dengan perkembangan zaman. Riset yang mengaitkan pengetahuan, teknologi, dan keberlanjutan menjadi bukti bahwa perguruan tinggi memiliki peran sentral dalam mengawal transformasi ekonomi di era digital.
Ujian Terbuka Promosi Doktor Rochman Arif pun menjadi momentum penting bagi penguatan sinergi antara dunia akademik dan industri. Di tengah arus digitalisasi dan tuntutan keberlanjutan, disertasi ini hadir sebagai penanda bahwa masa depan perbankan Asia Tenggara akan ditentukan oleh kemampuan mengelola pengetahuan, memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan, dan menjaga komitmen terhadap lingkungan.


















