kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News Daerah

Bujang Disebut Kuasai Bijih Timah DAS Selindung Mentok, Diduga Bagian Mafia Timah Yang Kebal Hukum

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
2 tahun yang lalu
Bujang Disebut Kuasai Bijih Timah DAS Selindung Mentok, Diduga Bagian Mafia Timah Yang Kebal Hukum
119
VIEWS

Bangka Barat, Kabar One – Kegiatan penambangan bijih timah ilegal di Dusun Selindung, Desa Air Putih, Kecamatan Mentok Kabupaten Bangka Barat, pada Senin (24/3/2025) semakin menggila dengan sejumlah pelanggaran.

Penambangan timah ini dilakukan dengan sisitem ponton apung. Dan terdapat puluhan Ponton Isap Produksi (PIP) timah jenis tower beraktivitas di wilayah hutan lindung pantai selindung.

Berita‎ Terkait

PWI dan PT Pelsart Salurkan Tandon Air ke Empat Kecamatan

Suwanti: Santri Harus Jadi Pemimpin Berakhlak Mulia

Peduli Warga Saat Kemarau, Awaludin Sediakan Air Bersih Gratis 24 Jam

Sementara, hasil penambangan berupa pasir timah yang didapatkan tidak di jual ke PT Timah melainkan hampir seluruh pasir timah di jual ke salah seorang “Big Bos” pembeli timah (kolektor) di Bangka Barat bernama Bujang atau biasa dipanggil Bujang Mentok.

Salah seorang Nara Sumber warga Mentok yang dihubungi via sambungan inisial Gwn pada Selasa (25/3/2025) membenarkan hal tersebut.

“Penambangan masih terus berlangsung. Dan kegiatan ini dikoordinir serta bijih timahnya dibeli oleh kolektor yang biasa dipanggil Bujang Mentok. “Katanya.

Menurut warga tersebut, hasil penambangan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Selindung ini Bujang membeli pasir timah melalui anak buahnya, yang turun langsung kelapangan.

“Kalau Bos Bujang tidak turun kelapangan, tetapi anak buahnya yang turun membeli dilokasi. “Jelasnya.

Dikatakannya, Bujang ini memiliki gudang dan tempat penggorengan bijih timah di Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Mentok.

“Tempat usaha timah Bos Bujang ini terdapat di Kelurahan Sungai Daeng. Asal bijih timahnya, selain dari kawasan Selindung, juga dari tempat lain. “Bebernya.

Terkait keadaan DAS Selindung, dikatakannya sudah hampir menjadi daratan.

“Kalau timahnya banyak yang terkuras. Dulunya berupa kawasan hutan bakau. Kini lokasi sudah berupa kolong dan banyak tertimbun membentuk daratan., yang terus digasak para penambang. “Katanya.

Untuk membuat penambangan ini hampir aman, dikatakan Gwn ada sistem koordinasi.

“Ada yang berperan dalam mengkondisikan operasi PIP di kawasan tersebut. Aktivitas penambangan ini sudah cukup lama dan pengkoordinirnya mengarahkan seluruh pasir timah yang didapatkan, agar yang beli Bos Bujang. “Ungkapnya.

Sistem seperti ini jenis pelanggaran, karena untuk bagian laut Selindung ada juga penambangan resmi didalam IUP PT Timah.

“Penambangan PIP resminya, dikelola oleh Pengusaha tambang bernama Angga asal Desa Jebus, Kecamatan Parit Tiga. “Kata warga tersebut.

Namun, karena didekat kawasan lindung pantai juga banyak PIP ilegal, sementara bijih timah juga dibeli kolektor Bujang, tentu hal ini merugikan PT Timah.

“Karena rata-rata pasir timahnya lari ke Bos Bujang, Negara melalui PT Timah pastilah rugi, karena pemasukan upeti jelas hanya untuk sejumlah oknum. “Ujarnya.

Siapa Bos Bujang ini, sehingga Dia leluasa menjalankan aksinya menjarah hasil kekayaan bijih timah yang seharusnya dikuasai Negara. Dan apakah APH tidak berani menangkapnya karena disinyalir dalam perlindungan Hukum yang kuat ?

Misteri ini mulai terkuak, sebagai mana dikatakan warga tersebut, yang menyebutkan adanya back up sejumlah onum APH.

“Selain koordinasinya mulus, Bos Bujang ini sangat dekat dengan sejumlah oknum APH, baik Petinggi Kepolisian, maupun Petinggi Militer (Oknum TNI), yang turut mem-back up. “Katanya.

Sementara Bujang telah berusaha dihubungi melalui telpon, namun hingga berita ini dirilis belum merespon.

Segala bentuk kegiatan penambangan pada kawasan hutan tanpa ijin, adalah aktivitas ilegal dan merupakan tindak pidana yang melanggar ketentuan Undang-Undang No. 41 tahun 1999 tentang kehutanan dan Undang Undang 18 tahun 2013 tentang pencegahan pemberantasan perusakan hutan.

Sementara untuk pertambangan timah tanpa ijin, berdasarkan Undang Undang nomor 4 tahun 2009 tentang pertambangan mineral dan batubara, pasal 158 pertambangan tanpa izin akan di kenakan hukuman penjara maksimal 5 tahun denda maksimal 100 miliar.

Demikian juga untuk Kolektor timah ilegal ancamannya tertuang Pasal 161 UU Minerba tersebut, dimana setiap orang yang menampung, memanfaatkan, melakukan pengolahan dan atau pemurnian, pengembangan, pengangkutan, dan atau pemanfaatan, pengangkutan, penjualan mineral dan atau batubara yang tidak berasal dari pemegang IUP, IUPK, IPR, SIPB atau izin sebagaimana dimaksud dalam pasal 35 ayat (3) huruf c dan huruf q pasal 104 atau pasal 105 dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 100 milyar. (Tim)

SendShareTweet

Related‎ Posts

PWI dan PT Pelsart Salurkan Tandon Air ke Empat Kecamatan
Daerah

PWI dan PT Pelsart Salurkan Tandon Air ke Empat Kecamatan

Oktober 31, 2026
12
Suwanti: Santri Harus Jadi Pemimpin Berakhlak Mulia
Daerah

Suwanti: Santri Harus Jadi Pemimpin Berakhlak Mulia

Oktober 31, 2026
10
Peduli Warga Saat Kemarau, Awaludin Sediakan Air Bersih Gratis 24 Jam
Daerah

Peduli Warga Saat Kemarau, Awaludin Sediakan Air Bersih Gratis 24 Jam

Oktober 31, 2026
7
PT KJG dan IZI Jateng Salurkan 10 Life Jacket dan Gelar Pelatihan Budidaya Kerang Hijau
Daerah

PT KJG dan IZI Jateng Salurkan 10 Life Jacket dan Gelar Pelatihan Budidaya Kerang Hijau

Oktober 30, 2026
7
Duta Damai BNPT Jatim Ajak Pelajar MAN 2 Lamongan Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan
Daerah

Duta Damai BNPT Jatim Ajak Pelajar MAN 2 Lamongan Tolak Intoleransi, Bullying, dan Kekerasan di Lingkungan Pendidikan

Oktober 30, 2026
16
Pisowanan Mbah Mojorono, Desa Plosowahyu Rawat Tradisi dan Pesan Leluhur
Daerah

Pisowanan Mbah Mojorono, Desa Plosowahyu Rawat Tradisi dan Pesan Leluhur

Oktober 30, 2026
13
PT Pelsart dan PWI Kotabaru Salurkan 20 Tandon Air untuk Warga
Daerah

PT Pelsart dan PWI Kotabaru Salurkan 20 Tandon Air untuk Warga

Oktober 29, 2026
12
Belajar Jurnalistik Tak Harus Di Kelas, Santri SMA Wahas Model Menulis Dari G-Park
Daerah

Belajar Jurnalistik Tak Harus Di Kelas, Santri SMA Wahas Model Menulis Dari G-Park

Oktober 28, 2026
10
Diduga 50 Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Sambeng Lamongan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker dan BPJS Diminta Turun Tangan 
Daerah

Diduga 50 Pekerja Pabrik Pengolahan Kayu di Sambeng Lamongan Belum Terdaftar BPJS Ketenagakerjaan, Disnaker dan BPJS Diminta Turun Tangan 

Oktober 28, 2026
17
Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Al-Fathimiyah
Daerah

Festival Film Santriwati Warnai Penutupan HSN 2026 di Al-Fathimiyah

Oktober 28, 2026
37

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

PANCA BAYUMURTI GUGAT SUNYINYA RUANG APRESIASI SENI DI BALIKPAPAN

PANCA BAYUMURTI GUGAT SUNYINYA RUANG APRESIASI SENI DI BALIKPAPAN

3 bulan yang lalu
77
Komjak Hormati Proses Hukum OTT Oknum Jaksa oleh KPK, Nurokhman: Perbuatan Oknum Tak Mewakili Institusi Kejaksaan

Komjak Hormati Proses Hukum OTT Oknum Jaksa oleh KPK, Nurokhman: Perbuatan Oknum Tak Mewakili Institusi Kejaksaan

10 bulan yang lalu
67
Terkait Program Kerja Tahun Anggaran 2025 BKPSDM, Komisi I DPRD Tanbu Gelar Rapat Kerja

Terkait Program Kerja Tahun Anggaran 2025 BKPSDM, Komisi I DPRD Tanbu Gelar Rapat Kerja

2 tahun yang lalu
49

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan

    Mediasi PT PAL dan Warga Sidokelar Buntu: Kuota Karyawan Tetap Tak Jelas, Janji Perusahaan Dipertanyakan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Di Usia 80 Tahun, Naning Gugat BSD dan Sinar Mas Land : Berharap Hakim Tegakkan Keadilan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PENEGAKAN HUKUM JANGAN SAMPAI KEHILANGAN KEMANUSIAAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dua Warga Ngawi dan Tuban Disomasi Pengacara Surabaya, Diduga Gagal Bayar Proyek 18 SPPG 3T Senilai Rp 23,4 Miliar

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Dugaan Kejanggalan Revitalisasi Rp. 294,7 Juta di TK Al-Wardah 9 Kebalandono Kecamatan Babat Lamongan Mencuat, Dinding dan Atap Jadi Sorotan – Disdik Diminta Audit

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA