Kabar One News.com ,MARTAPURA – Suasana khidmat menyelimuti kawasan Sekumpul, Martapura, Kalimantan Selatan, saat jutaan jemaah dari berbagai penjuru Nusantara hingga mancanegara berkumpul untuk memperingati momen agung 5 Rajab.
Memperingati 21 tahun wafatnya ulama besar K.H. Muhammad Zaini Abdul Ghani atau yang akrab disapa Abah Guru Sekumpul.
Di tengah lautan manusia tersebut, hadir rombongan besar dari Majelis Dzikir Nuruul Khairaat Pusat Kota Palu yang menempuh perjalanan lintas pulau demi meraih keberkahan.
Dipimpin langsung oleh Sayyid Husein bin Muhammad Sholeh Alaydrus, rombongan berjumlah 50 orang, laki laki, perempuan, dari anak anak hingga dewasa.
Rombongan merupakan gabungan jemaah dari berbagai cabang Nuruul Khairaat mulai dari Sigi, Kotamobagu, Kasimbar, hingga Tawaeli.
Dalam perjalanan religi tahun ini, Sayyid Husein juga turut memboyong istri dan ketiga buah hatinya.
Rombongan bertolak dari Kota Palu pada 26 Desember 2025 menggunakan transportasi laut menuju Balikpapan, Kalimantan Timur.
Setibanya di Pelabuhan, perjalanan dilanjutkan melalui jalur darat menggunakan bus carteran menuju Martapura.
Perjalanan fisik ini tidaklah mudah. Rombongan sempat tertahan kemacetan panjang akibat membeludaknya volume kendaraan jemaah yang masuk ke pusat kota Martapura.
Kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang memicu banjir di beberapa titik jalan turut menjadi tantangan berat. Namun, perjuangan tersebut terbayar saat rombongan tiba di kawasan Sekumpul, tepatnya di kediaman Haji Ali, Gang Madrasah Penghulu 3, menjelang waktu Subuh pada 27 Desember 2025.
Sambil menanti puncak peringatan 5 Rajab, Majelis Dzikir Nuruul Khairaat mengisi waktu dengan kegiatan spiritual yang mendalam.
Di atas hamparan tikar, Sayyid Husein memimpin pembacaan Ratib Al-Haddad yang dilanjutkan dengan pengkajian Hadits Sahih Bukhari.
Tampak hadir dalam majelis tersebut, Haji Umar bersama lima santri dari pondok pesantren di Desa Rogo, Sigi, yang turut menyimak kajian dengan khusyuk.
Puncak peringatan 5 Rajab sendiri berlangsung penuh haru. Isak tangis jemaah pecah saat doa-doa dipanjatkan ke langit Sekumpul, menciptakan atmosfer spiritual yang sangat kental.
Sayyid Husein menyampaikan bahwa selain menghadiri agenda utama 5 Rajab, rombongan dijadwalkan melakukan ziarah ke sejumlah makam ulama besar di Kalimantan Selatan, di antaranya:
Makam Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari (Datu Kalampayan) di Astambul, penulis kitab legendaris Sabilal Muhtadin.
Kubah Wali Lima di Desa Tunggul Irang, tempat bersemayamnya lima ulama besar termasuk KH Badruddin dan KH M Rosyad.
Kubah Syekh Abdul Hamid Abulung di Desa Sungai Batang.
Kubah H. Abdul Ghani Bin Abdul Manaf (Ayahanda Abah Guru Sekumpul) di Cindai Alus.
Makam Syekh Sayyid Achdan (Datuk Kalangkala) di Desa Tungkaran.
Makam Datuk Sanggul (Muhammad Abdul Syamad) di Desa Tatakan Kabupaten Tapin.
Kehadiran rombongan Nuruul Khairaat ini menjadi bukti nyata kecintaan yang mendalam terhadap para ulama serta kerinduan akan keberkahan bulan Rajab, yang melampaui hambatan jarak maupun cuaca.
NK


















