Bangka Barat, Kabar One. Com – Diduga ada indikasi penyimpangan penggunaan dana Desa Sinar Manik, Kecamatan Jebus, Kabupaten Bangka Barat tahun 2024. Salah satunya sebagaimana temuan tim Wartawan pada salah satu kegiatan fisik, seperti pada Proyek Ketahanan Pangan berupa budi daya ikan dan penanaman pohon anggur yang menghabiskan Anggaran Desa sebesar Rp 200 juta.
Untuk budi daya ikan berupa budi daya dari jenis ikan nila, ikan lele dan ikan patin. Tetapi temuan lapangan oleh tim Wartawan pada lokasi proyek di Taman Edukasi Desa Sinar Manik, sebelumnya (28/5) dan terakhir pada Rabu (25/6/2025), pada lokasi kolam penyebaran terlihat ikan-ikan masih banyak yang kecil-kecil.
Seperti ikan nila terlihat masih kecil dengan ukuran rata-rata 2 jari tengah dan tampak kurus. Sementara untuk ikan lele, terlihat baru mulai ditebarkan benih dengan ukuran satu hingga 2 cm.
Sementara pada area lokasi untuk penanaman pohon anggur dinilai kurang layak oleh salah satu anggota tim wartawan yang turut memantau, karena cara tanamnya rata-rata pada wadah pot, bukan ditanam menyentuh ketanah secara langsung.
Sehingga potensi untuk menghasilkan buah kurang maksimal, mengingat kesuburan tanah dalam penyerapan pupuk dalam pot untuk perkembangan akar terbatas.
“Seharusnya penanaman langsung menyentuh tanah tanpa melalu pot atau wadah lain. Karena dengan sistim ini, dapat menghambat perkembangan dan kemampuan penyerapan pupuk. “Ujar salah satu tim.
Ada sekitar 50 hingga 60 batang pohon anggur. Walaupun terlihat beberapa pohon telah menghasilkan buah, tetapi banyak dari pohon anggur dari jumlah tersebut yang telah mati. Setelah dihitung, terdapat belasan pohon yang mati.
Beberapa dari tanaman anggur ini, terlihat juga ada bagian dahannya yang meranggas. Dan terlihat juga ada beberapa tanaman anggur yang baru tumbuh, sepertinya belum lama ditanam.
Pihak Desa Sinar Manik melalui Kades Sudirman dan dibantu oleh Sekdes Rahman serta salah satu Kaur desa ditemui di Kantor Desa (25/6/2025) menjelaskan untuk budi daya ikan telah dilakukan panen.
“Setiap 3 bulan panen. Dan untuk bibit yang sekarang, penyebaran dari hasil panen sebelumnya, dan terus bergulir. “Kata Rahman.
Sementara untuk tanaman anggur, dikatakan pihak Rahman jika tanaman anggur mulai ditanami sekitar bulan Juli 2024. Dan dari tanaman tersebut memang ada sejumlah pohon yang mati, tetapi bakal diganti dengan tanaman baru.
“Untuk pohon anggur mulai kita tanam Tanggal 20 Juli 2024. Memang kita akui ada beberapa pohon yang mati. Tetapi bagian yang mati akan ditanam kembali oleh pihak penyedia jasa bibit. “Jelasnya.
Rahman menyebutkan, tanaman yang mati akan diganti dengan jenis lain.
“Akan diganti dengan jenis lain yang dinilai cocok. “Ujarnya.
Rahman juga menjelaskan, anggaran Rp 200 juta tersebut juga untuk pembuatan green house (rumah hijau) yang meneduhi tanaman anggur.
“Dana tersebut juga termasuk untuk pembuatan green house. Dan kita bekerja berdasarkan petunjuk RAB. “Katanya.
Terkait permasalahan tersebut sejumlah pihak masih akan diupayakan konpirmasinya. (Tim)



















