Lamongan, KabarOne News com– Pemerintah Kabupaten Lamongan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamongan Tuban Bojonegoro atau Lamturo. Survei ini merupakan langkah awal eksplorasi cadangan minyak dan gas bumi baru guna menjaga ketahanan dan keberlanjutan energi nasional.
Pelaksanaan Survei Seismik 2D Lamturo untuk memetakan potensi cadangan migas di bawah permukaan. Survei berlangsung Agustus 2026 sampai Januari 2027.
Hadir dalam acara tersebut Yuhronur Efendi, Bupati Lamongan yang akrab disapa Pak Yes,Misbachul Munir Analis Senior Departemen Operasi SKK Migas Jabanusa PT BGP Indonesia sebagai pelaksana pekerjaan survei,SKK Migas, Pemkab Lamongan, dan masyarakat 3 kabupaten Cakupan wilayah survei meliputi:
-Kab. Lamongan: 19 kecamatan, 234 desa
– Kab. Tuban: 2 kecamatan
– Kab. Bojonegoro: 16 kecamatan
Sosialisasi resmi dibuka di Command Center Pemkab Lamongan Lt.3, Kamis (3/9/2026).
Survei seismik dijadwalkan berlangsung selama 6 bulan, mulai Agustus 2026 hingga Januari 2027.
Bupati Pak Yes menyebut eksplorasi migas penting di tengah kebutuhan energi yang terus meningkat. Cadangan baru diharapkan bisa menjadi sumber pendapatan daerah dan mendukung kedaulatan energi nasional.
“Eksplorasi migas menjadi harapan bagi kita semua, agar ketersediaan migas bisa memenuhi kebutuhan. Selain itu juga bisa menjadi sumber pendapatan daerah yang berasal dari sumber daya yang kita miliki bisa kita eksplorasi untuk kepentingan masyarakat, bangsa, dan negara,” tutur Pak Yes.
Dari sisi teknis, SKK Migas menjelaskan produksi migas secara alamiah akan menurun sehingga penemuan cadangan baru mutlak diperlukan.
“Eksplorasi itu merupakan kegiatan fase awal. Sekuensnya dimulai dari seismik, kemudian pengolahan data, pengeboran, hingga produksi. Artinya, tahapan seismik menjadi salah satu kunci untuk menentukan tahapan berikutnya,” jelas Misbachul Munir.
Pemkab Lamongan membuka ruang seluas-luasnya dan akan membantu proses sosialisasi ke masyarakat agar kegiatan berjalan lancar.
“Kami Pemkab Lamongan membuka pintu seluas-luasnya dan akan support apa yang bisa kita lakukan. Salah satunya sosialisasi kepada masyarakat, memberikan bantuan sehingga kegiatan bisa berjalan lancar dan tercapai sesuai dengan tujuan. Yang lebih penting adalah manfaatnya untuk kepentingan bersama,” tegas Pak Yes.
Metode seismik dilakukan dengan merekam gelombang pantul dari lapisan batuan untuk memetakan kondisi bawah permukaan. Data ini menjadi dasar mengidentifikasi potensi cadangan migas.
Tahapan survei yang akan dilakukan PT BGP Indonesia meliputi: perizinan dan sosialisasi, topografi dan penyiapan lintasan, pendataan awal, drilling dan preloading, recording, pendataan akhir, pembayaran kompensasi, hingga pembersihan atau reklamasi lintasan.
Pemkab menegaskan seluruh kegiatan akan mengedepankan koordinasi dan kepentingan masyarakat agar manfaatnya dirasakan langsung oleh warga Lamongan. (Red)


















