No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

Ketika Kepemimpinan Memberdayakan Bertemu Career Shock: Menakar Arah Baru Generasi Z ke Dunia UMKM

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
3 bulan yang lalu
Ketika Kepemimpinan Memberdayakan Bertemu Career Shock: Menakar Arah Baru Generasi Z ke Dunia UMKM
30
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., MSE
Dekan FEB UNISLA

Surakarta, Perubahan dunia kerja saat ini bergerak jauh lebih cepat dibandingkan satu dekade lalu. Teknologi, disrupsi ekonomi, pandemi, hingga dinamika global telah menciptakan realitas baru yang tidak selalu ramah bagi generasi muda, khususnya Generasi Z. Di tengah ketidakpastian tersebut, muncul dua konsep penting yang saling berkelindan dan berdampak besar terhadap arah pilihan karier Gen Z, yakni kepemimpinan yang memberdayakan dan fenomena career shock. Keduanya tidak hanya membentuk cara pandang generasi muda terhadap dunia kerja formal, tetapi juga secara signifikan memengaruhi minat mereka terhadap dunia usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Generasi Z dikenal sebagai generasi yang adaptif terhadap teknologi, kritis terhadap sistem, dan memiliki keberanian untuk mempertanyakan makna kerja. Bagi mereka, pekerjaan bukan semata-mata soal gaji, melainkan ruang aktualisasi diri, kebebasan berekspresi, dan nilai kebermanfaatan. Namun, di sisi lain, Gen Z juga merupakan generasi yang paling sering berhadapan dengan career shock. Career shock dapat dimaknai sebagai peristiwa tak terduga yang mengubah arah, persepsi, dan keputusan karier seseorang. Pemutusan hubungan kerja, sulitnya memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi, ketidakstabilan ekonomi, hingga ketidaksesuaian antara ekspektasi dan realitas kerja menjadi pengalaman yang kian jamak dirasakan.

Dalam konteks inilah kepemimpinan memberdayakan memiliki peran strategis. Kepemimpinan tidak lagi cukup hanya bersifat instruktif dan hierarkis. Generasi Z membutuhkan pemimpin yang mampu memberikan ruang partisipasi, kepercayaan, serta dukungan untuk berkembang. Kepemimpinan yang memberdayakan menempatkan individu sebagai subjek, bukan sekadar objek kerja. Ketika pemimpin mampu mendengar, membimbing, dan memberi kepercayaan, maka individu akan merasa memiliki kontrol atas masa depannya, termasuk dalam menghadapi guncangan karier.

Sayangnya, tidak semua lingkungan kerja formal mampu menghadirkan model kepemimpinan semacam ini. Banyak organisasi masih terjebak dalam pola lama yang kaku, minim dialog, dan kurang adaptif terhadap kebutuhan generasi muda. Akibatnya, career shock yang dialami Gen Z tidak direspons dengan pembinaan dan penguatan, melainkan justru memperparah rasa tidak aman dan ketidakpuasan kerja. Pada titik inilah UMKM mulai dilirik sebagai alternatif ruang berkarya.

UMKM menawarkan karakteristik yang berbeda dibandingkan dunia kerja korporasi besar. Fleksibilitas, kedekatan relasi, serta peluang untuk terlibat langsung dalam pengambilan keputusan menjadi daya tarik tersendiri. Bagi Gen Z yang mengalami career shock, UMKM dapat menjadi arena pemulihan sekaligus pembelajaran. Mereka tidak hanya bekerja, tetapi juga belajar memahami proses bisnis secara utuh, mulai dari produksi, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Dalam banyak kasus, pengalaman ini justru melahirkan kepercayaan diri dan semangat kewirausahaan.

Namun, minat Gen Z terhadap UMKM tidak akan tumbuh optimal tanpa kehadiran kepemimpinan yang memberdayakan di dalamnya. UMKM sering kali diasosiasikan dengan keterbatasan modal, sistem yang belum tertata, serta ketergantungan pada figur pemilik usaha. Jika pola kepemimpinan yang diterapkan bersifat otoriter dan tertutup, maka UMKM berpotensi kehilangan generasi muda yang sebenarnya memiliki energi, kreativitas, dan inovasi tinggi. Sebaliknya, ketika pelaku UMKM mampu berperan sebagai pemimpin yang memberdayakan, UMKM dapat menjadi magnet bagi Gen Z.

Kepemimpinan memberdayakan di UMKM dapat diwujudkan melalui pemberian ruang inovasi, pelibatan generasi muda dalam pengambilan keputusan, serta penghargaan terhadap ide dan inisiatif. Gen Z ingin merasa dihargai, bukan sekadar diperintah. Mereka ingin melihat dampak nyata dari kontribusinya. Ketika hal ini terpenuhi, career shock yang semula menjadi pengalaman negatif justru dapat bertransformasi menjadi titik balik menuju karier yang lebih bermakna di sektor UMKM.

Dari perspektif pendidikan tinggi, khususnya Fakultas Ekonomi dan Bisnis, fenomena ini menjadi tantangan sekaligus peluang. Perguruan tinggi tidak cukup hanya mencetak lulusan pencari kerja, tetapi harus mampu menyiapkan generasi pencipta lapangan kerja. Kurikulum, kegiatan kemahasiswaan, hingga pengabdian kepada masyarakat perlu diarahkan untuk menanamkan nilai kepemimpinan memberdayakan dan kesiapan menghadapi career shock. Mahasiswa perlu dibekali kemampuan adaptasi, resiliensi, dan keberanian mengambil risiko secara terukur.

Generasi Z harus disadarkan bahwa career shock bukanlah akhir dari perjalanan karier, melainkan bagian dari proses pembentukan diri. Dengan kepemimpinan yang tepat, guncangan karier dapat menjadi momentum untuk menemukan potensi baru. UMKM, sebagai tulang punggung perekonomian nasional, memiliki peluang besar untuk menjadi ruang tumbuh generasi muda yang tangguh dan mandiri. Namun, hal ini hanya akan terwujud jika UMKM berani bertransformasi dalam pola kepemimpinan.

Ke depan, sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan pelaku UMKM menjadi kunci. Pemerintah dapat mendorong ekosistem UMKM yang ramah generasi muda melalui kebijakan pendampingan dan akses permodalan. Perguruan tinggi dapat berperan sebagai inkubator kepemimpinan dan kewirausahaan. Sementara itu, pelaku UMKM perlu membuka diri terhadap gaya kepemimpinan baru yang lebih inklusif dan memberdayakan.

Pada akhirnya, arah minat Generasi Z terhadap UMKM sangat ditentukan oleh pengalaman kepemimpinan yang mereka rasakan dan cara mereka memaknai career shock. Jika kepemimpinan mampu hadir sebagai kekuatan yang membangkitkan, bukan menekan, maka UMKM tidak hanya menjadi pilihan alternatif, tetapi justru menjadi tujuan utama. Di sanalah Generasi Z dapat membangun karier yang tidak hanya stabil secara ekonomi, tetapi juga bermakna bagi diri dan masyarakat luas.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
26
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
24
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
25
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
39
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
36
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
85
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
47
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
20
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
28
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
25

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

11 bulan yang lalu
29
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

3 bulan yang lalu
47
Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

1 tahun yang lalu
16

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Pemalsuan Surat Kuasa, Pengacara Sopar Napitupulu Dapat Rp 140 Juta Notaris 5,5 M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Launching lembaga bahasa Al Fattah Yayasan pondok pesantren Al Fattah Siman Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demi Kepastian Hukum Majelis Hakim Diminta Kabulkan Sita Jaminan Lahan Apartemen Yang Diduga Diserobot PT.Summarecon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Parkir Liar Mobil Jaksa dan Pengacara Dikempesin Didepan PN Jakarta Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA