Lamongan, KabarOneNews.com-Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) menegaskan langkah strategisnya dalam pengembangan keilmuan dengan mendorong riset eksperimental sebagai metodologi unggulan, melampaui pendekatan kualitatif dan kuantitatif yang selama ini lebih dominan digunakan. Komitmen tersebut tercermin kuat melalui kiprah Dr. Evi Yulia, SE., MM, salah satu dosen FEB UNISLA yang dikenal luas sebagai akademisi dengan kepakaran khusus dalam metodologi penelitian eksperimen, baik di lingkungan kampus maupun di tingkat Kabupaten Lamongan.
Dorongan penguatan riset eksperimental ini bukan tanpa alasan. Dalam dunia akademik, penelitian kualitatif dan kuantitatif survei memang telah memberikan kontribusi besar dalam memahami fenomena sosial dan ekonomi. Namun, kedua pendekatan tersebut memiliki keterbatasan dalam menjelaskan hubungan sebab-akibat secara langsung. Riset eksperimental hadir sebagai jawaban atas kebutuhan akan metode yang lebih presisi, terkontrol, dan mampu menguji dampak suatu perlakuan secara nyata. Oleh karena itu, FEB UNISLA memandang riset eksperimental sebagai lompatan metodologis yang penting untuk pengembangan ilmu dan perumusan kebijakan berbasis bukti.
Peran Dr. Evi Yulia menjadi sangat sentral dalam arah pengembangan ini. Melalui disertasinya yang berjudul “Peran Pemimpin Memberdayakan dan Career Shock dalam Memoderasi Pengaruh Pengembangan Kompetensi pada Kesuksesan Karier (Studi Eksperimental)”, ia menunjukkan bahwa riset eksperimental bukan sekadar wacana metodologis, tetapi dapat diterapkan secara konkret dalam bidang manajemen dan sumber daya manusia. Penelitian tersebut menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial, sebuah desain yang memungkinkan peneliti menguji lebih dari satu variabel sekaligus serta melihat interaksi antarvariabel secara mendalam.
Metodologi eksperimen dengan desain faktorial dikenal sebagai salah satu metode paling kompleks dalam penelitian sosial. Peneliti dituntut untuk merancang perlakuan yang jelas, membagi subjek penelitian ke dalam kelompok yang setara, mengendalikan variabel luar, serta memastikan validitas internal penelitian. Kesalahan kecil dalam perancangan atau pelaksanaan eksperimen dapat berdampak besar terhadap hasil penelitian. Inilah sebabnya metode eksperimen sering dianggap lebih sulit dibandingkan penelitian kualitatif yang bersifat eksploratif maupun penelitian kuantitatif survei yang mengandalkan analisis statistik korelasional.
Dalam disertasinya, Dr. Evi Yulia tidak hanya menguji pengaruh pengembangan kompetensi terhadap kesuksesan karier, tetapi juga memasukkan variabel kepemimpinan yang memberdayakan dan career shock sebagai variabel moderasi. Pendekatan ini mencerminkan kompleksitas dunia kerja saat ini, di mana kesuksesan karier tidak lagi ditentukan oleh kompetensi semata, melainkan juga oleh konteks kepemimpinan dan dinamika perubahan yang sering kali tidak terduga.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi memiliki pengaruh signifikan terhadap kesuksesan karier, namun pengaruh tersebut menjadi lebih kuat ketika individu berada di bawah kepemimpinan yang memberdayakan. Pemimpin yang memberi kepercayaan, ruang partisipasi, dan dukungan terhadap pengambilan keputusan terbukti mampu mengoptimalkan potensi kompetensi individu. Sebaliknya, dalam situasi career shock, pengaruh pengembangan kompetensi dapat berubah, tergantung pada kesiapan individu dan organisasi dalam merespons guncangan tersebut.
Temuan ini memiliki implikasi penting tidak hanya bagi pengembangan ilmu, tetapi juga bagi perumusan kebijakan organisasi dan sumber daya manusia. Riset eksperimental memungkinkan pengambil kebijakan untuk memahami secara lebih akurat dampak suatu intervensi sebelum diterapkan secara luas. Inilah yang menjadikan metode eksperimen sangat relevan untuk pengembangan kebijakan berbasis bukti, sebuah pendekatan yang semakin dibutuhkan di tengah kompleksitas tantangan ekonomi dan ketenagakerjaan.
FEB UNISLA melihat keberhasilan riset Dr. Evi Yulia sebagai pijakan awal dalam pengembangan ekosistem penelitian eksperimental di lingkungan fakultas. Dengan dukungan sumber daya dosen dan mahasiswa, FEB UNISLA berupaya menjadikan riset eksperimental sebagai salah satu ciri keunggulan akademik, khususnya dalam bidang ekonomi, manajemen, dan kebijakan publik. Ke depan, pengembangan lembaga dan pusat kajian penelitian eksperimental dirancang untuk memperkuat kapasitas riset dosen dan mahasiswa, sekaligus meningkatkan kualitas luaran penelitian.
Di tingkat Kabupaten Lamongan, keberadaan dosen dengan kepakaran metodologi eksperimen masih tergolong terbatas. Oleh karena itu, peran Dr. Evi Yulia dipandang strategis dalam membangun budaya riset yang lebih maju dan berani. Melalui pendampingan penelitian, pelatihan metodologi, serta pengembangan desain eksperimen, ia diharapkan mampu menjadi motor penggerak lahirnya penelitian-penelitian eksperimental yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Langkah FEB UNISLA untuk tidak berhenti pada pendekatan kualitatif dan kuantitatif semata mencerminkan visi jangka panjang dalam pengembangan keilmuan. Riset eksperimental diposisikan bukan sebagai pengganti, melainkan sebagai penguat metodologi penelitian agar hasil kajian memiliki daya jelaskan dan daya guna yang lebih tinggi. Dengan metodologi yang kuat, ilmu pengetahuan tidak hanya berkembang di ranah teoritis, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengambilan kebijakan dan praktik di lapangan.
Melalui kiprah Dr. Evi Yulia, SE., MM, FEB UNISLA menegaskan kesiapannya untuk melangkah lebih jauh dalam dunia riset. Riset eksperimental kini menjadi bagian penting dari strategi pengembangan ilmu dan kebijakan di lingkungan FEB UNISLA, sekaligus menandai komitmen kampus untuk menghadirkan penelitian yang presisi, berdampak, dan relevan dengan tantangan masa depan.(*)


















