Kotabaru,KabarOnenews.com- Sebuku Coal Group melaksanakan Upacara Peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional Tahun 2026 bersama para mitra kerja, yang digelar di halaman kantor Sebuku Coal Group, Desa Selaru, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Senin (12/1/2026).
Upacara tersebut dipimpin oleh Zulfikar Darwin selaku Inspektur Upacara yang juga menjabat sebagai Kepala Teknik Tambang (KTT) PT STC.
Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan manajemen Sebuku Coal Group, perwakilan Balai Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Selatan, Disnakertrans Kabupaten Kotabaru, seluruh karyawan, serta para mitra kerja di antaranya PT SMASS, PT Pulau Intan, PT Hillconjaya Sakti, PT Hanwa Mining Service, PT TPB, PT Gardatama Nusantara, PT TRAC, Sucofindo, dan PT GEC.
Dalam sambutannya, Zulfikar Darwin menyampaikan bahwa penerapan K3 di lingkungan Sebuku Coal Group menunjukkan tren yang semakin baik.
Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2024 sempat terjadi satu kecelakaan kerja fatal, namun sejak kejadian tersebut perusahaan melakukan pembenahan serius dalam sistem K3.
“Alhamdulillah, di tahun 2025 tidak ada lagi kecelakaan berat maupun fatalitas. Hal ini berkat kerja sama seluruh tim, dukungan mitra kerja, serta pengawasan intens dari Balai Pengawasan Ketenagakerjaan yang terus memberikan arahan,” ujarnya.
Ia menambahkan, seluruh kontraktor dan mitra kerja diwajibkan untuk kompak dan bersatu dalam penerapan K3. Hampir seluruh tim juga rutin mengikuti pelatihan K3 yang dilaksanakan setiap bulan sebagai upaya peningkatan kompetensi dan kesadaran keselamatan kerja.
Memasuki tahun 2026, Sebuku Coal Group akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem manajemen K3. Evaluasi tersebut didasarkan pada laporan Sistem Manajemen Keselamatan Pertambangan (SMKP), guna memperbaiki kekurangan yang masih ada pada tahun sebelumnya.
“Dengan jumlah karyawan yang semakin banyak, tentu akan ada kebijakan baru dari manajemen untuk memperketat aturan K3. Apalagi kondisi area tambang kami memiliki karakteristik berbeda, dengan medan berlumpur yang membutuhkan pengawasan dan penerapan K3 lebih ketat,” jelas Darwin.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat akan dibentuk forum diskusi bersama seluruh pihak terkait untuk merumuskan peningkatan standar keselamatan serta kesepakatan baru dalam penerapan K3 di area Sebuku Coal Group.
Sementara itu, perwakilan Balai Pengawasan Ketenagakerjaan Provinsi Kalimantan Selatan UPTD IV Tanah Bumbu–Kotabaru, Neko Adi Saputra, menyampaikan bahwa berdasarkan laporan tahun 2025, Sebuku Coal Group mencatat nihil kecelakaan kerja.
“Tidak ada laporan fatalitas maupun insiden kecelakaan kerja sepanjang tahun 2025. Ini merupakan pencapaian yang sangat baik,” katanya.
Neko juga menjelaskan bahwa pengawasan ketenagakerjaan dilakukan secara terbatas mengingat luasnya wilayah dan banyaknya objek pengawasan di Kabupaten Kotabaru dan Tanah Bumbu. Meski demikian, ia berharap Sebuku Coal Group dapat mempertahankan kinerja K3 tersebut.
“Saya berharap Sebuku Coal Group bisa mengusulkan dan memperoleh penghargaan Zero Accident tahun 2026 dari Kementerian, apabila jam kerja telah memenuhi persyaratan,” pungkasnya.
Peringatan Bulan K3 Nasional ini diharapkan menjadi momentum untuk semakin meningkatkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja, serta mewujudkan lingkungan kerja yang aman, sehat, dan produktif di lingkungan Sebuku Coal Group.
By: Herpani



















