SEMARANG,kabaronenews.com – Warga RT 02 RW 11 Perum Graha Beringin Mas (GBM) Ngaliyan kota Semarang menggelar tasyakuran dan doa menyambut Tahun Baru islam 1 Muharram 1447 Hijriah di pertengahan gang GBM selatan II, Kamis (26/6/2025) malam.
Acara dipandu oleh seksi kerohanian islam yaitu Supriyono berlangsung secara sederhana, khidmat dan penuh makna spiritual serta kebersamaan.
Ketua RT 02 RW 11 Tri Mulyono mengatakan Momen Suronan sudah berlangsung lama dan menjadi tradisi tahunan di wilayahnya.
Menurutnya hal itu sebagai bentuk syukur sekaligus berdoa agar semua diberikan keselamatan oleh Tuhan.
” Kita warga RT 02 malam ini berkumpul untuk bersyukur dan berdoa agar negara hingga semua warga selalu dianugerahi keselamatan juga kesejahteraan,” ujar Tri saat menyampaikan sambutan.
Ia menambahkan tradisi suronan juga menjadi media penguatan ikatan sosial dan keagamaan di lingkungan masyarakat.
Setelah sambutan Ketua RT, acara dilanjutkan dengan tausiyah dan doa oleh ustadz Amir Fatah. Pengasuh majelis taklim wa dzikri Teras Mirfa ini menyampaikan momentum tahun baru islam sebagai muhasabah diri dan membangun kehidupan masyarakat yang lebih baik secara spiritual maupun sosial.
” Kalam Allah dalam surat Al Hasyr 18 menekankan pentingnya setiap individu merenungkan tindakan dan berusaha untuk memperbaiki dirii. Salah satu kunci menggapai perbaikan diri adalah membangun kebiasaan baik, sehingga tidak hanya aspek fisik dan mental namun juga berdampak pada hubungan sosial,” ucap Amir Fatah.
Pengasuh Majelis Teras Mirfa ini turut menukil sebuah hadits tentang 4 Golongan manusia dimana pada hari kiamat bakal dimuliakan Allah dan didudukkan di depan pintu surga.
” Nah diantara keempat golongan manusia tersebut ada orang yang berilmu yang mengamalkan ilmunya artinya orang berpengetahuan atau mengerti tidak boleh sombong, harus bisa menerapkan ilmunya secara baik, benar dan kepada sesama saling menghargai. Kemudian ada Askhiya (dermawan) tidak bakhil.Berbeda dengan Aghniya yakni orang kaya.Orang kaya belum tentu dermawan tapi Dermawan ( askhiya) sudah barang tentu ‘kaya’ lagi pula dekat Allah, dekat manusia dan surga. Artinya setiap kebaikan personal berimplikasi sosial dan inilah salah satu contoh amal perbaikan diri.Semoga kita termasuk dari 4 Golongan manusia yang dimuliakan oleh Allah,” terang ustad Amir yang seketika diamini warga.
Malam tasyakuran dan doa 1 Muharam 1447 H warga RT 02 GBM ditutup dengan doa, kemudian warga bersama – sama menikmati sajian bubur suro dengan suasana penuh keakraban.
(TM)



















