kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News

Promosi Bukan Segalanya: Psikologi Konsumen dan Tantangan Impulsif Online Produk UMKM

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
8 bulan yang lalu
Promosi Bukan Segalanya: Psikologi Konsumen dan Tantangan Impulsif Online Produk UMKM
39
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, MSE (dekan FEB UNISLA/WAKIL DEWAN PENGUPAHAN KABUPATEN LAMONGAN)

Surakarta, KabarOneNews.com-Perkembangan ekosistem digital telah mengubah wajah konsumsi masyarakat secara drastis. Aktivitas belanja yang dahulu menuntut kehadiran fisik kini bergeser ke ruang virtual yang serba cepat, praktis, dan penuh stimulasi. Dalam konteks ini, promosi sering dipandang sebagai senjata utama untuk mendorong penjualan, termasuk bagi produk-produk UMKM. Diskon besar, gratis ongkir, flash sale, hingga endorsement influencer kerap diyakini mampu meningkatkan pembelian impulsif online. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Promosi, pada kenyataannya, tidak selalu berhasil meningkatkan perilaku impulsif online, terutama ketika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap sikap dan kondisi psikologis konsumen.IMG 20260126 WA0060

Berita‎ Terkait

Warga Dusun Karang Sekaran Adakan Tasyakuran dan Kirim Doa untuk Ahli Kubur

Proyek Revitalisasi SDN Karangbinangun APBN 2026 jadi sorotan masyarakat.

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, SMSI Lamongan Salurkan Air Bersih

Pembelanjaan impulsif online merupakan perilaku membeli yang terjadi secara spontan, tidak direncanakan, dan sering kali dipicu oleh dorongan emosional sesaat. Dalam lingkungan digital, perilaku ini menjadi semakin kompleks karena konsumen tidak hanya berhadapan dengan produk, tetapi juga dengan berbagai rangsangan visual, audio, dan narasi persuasif yang terus menerus. Namun demikian, keputusan impulsif tidak semata-mata muncul karena adanya promosi. Ada faktor internal yang jauh lebih menentukan, yakni sikap, emosi, dan kondisi psikologis konsumen itu sendiri.

Kebiasaan belanja online yang semakin mengakar di masyarakat memang membentuk pola perilaku baru. Konsumen menjadi terbiasa membuka aplikasi belanja hanya untuk “melihat-lihat”, mengisi waktu luang, atau sekadar mencari hiburan. Dari kebiasaan inilah benih perilaku impulsif mulai tumbuh. Aktivitas scrolling tanpa tujuan yang jelas sering kali berujung pada pembelian yang tidak direncanakan. Namun, sekali lagi, kebiasaan ini tidak otomatis menghasilkan pembelian impulsif. Banyak konsumen yang terbiasa berbelanja online justru semakin rasional, selektif, dan kritis terhadap promosi yang ditawarkan.

Suasana hati atau mood konsumsi memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembelanjaan impulsif online. Konsumen yang berada dalam kondisi emosional tertentu, seperti stres, lelah, bosan, atau bahkan terlalu gembira, cenderung lebih rentan terhadap dorongan impulsif. Dalam situasi seperti ini, belanja online sering dijadikan sarana pelarian emosional atau bentuk self-reward. Sebaliknya, konsumen dengan kondisi psikologis yang stabil dan tujuan belanja yang jelas cenderung mampu menahan godaan promosi, seberapa pun menariknya penawaran tersebut.

Stimulasi digital juga menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku pembelanjaan. Tampilan visual yang menarik, notifikasi yang muncul berulang kali, countdown timer, hingga testimoni pelanggan yang ditampilkan secara masif merupakan bentuk stimulasi yang dirancang untuk membangkitkan emosi dan rasa urgensi. Dalam banyak kasus, stimulasi ini memang mampu memicu respons impulsif. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan psikologis konsumen. Tanpa adanya keterlibatan emosional dan sikap positif terhadap produk atau merek, stimulasi digital hanya akan menjadi kebisingan visual yang diabaikan.

Fenomena ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan Generasi Z, kelompok usia yang saat ini mendominasi konsumen digital. Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sangat akrab dengan teknologi, media sosial, dan transaksi digital. Mereka cepat beradaptasi, responsif terhadap tren, namun juga memiliki tingkat literasi digital yang relatif lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Karakteristik ini membuat Generasi Z tidak selalu mudah dipengaruhi oleh promosi konvensional. Mereka lebih menghargai autentisitas, pengalaman, dan nilai yang dirasakan dari suatu produk.

Bagi Generasi Z, kepercayaan diri dalam bertransaksi menjadi faktor kunci. Kepercayaan ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan pembayaran, tetapi juga dengan kredibilitas penjual, kualitas produk, kejelasan informasi, dan kesesuaian nilai merek dengan identitas diri mereka. Tanpa adanya rasa percaya dan keyakinan, promosi agresif justru dapat menimbulkan skeptisisme. Dalam kondisi demikian, alih-alih mendorong pembelian impulsif, promosi yang berlebihan bisa menurunkan minat beli.

Dalam konteks UMKM, temuan ini memberikan pelajaran penting. UMKM tidak cukup hanya mengandalkan strategi promosi jangka pendek untuk mendorong penjualan impulsif online. Pendekatan yang lebih berkelanjutan diperlukan, yakni dengan membangun hubungan emosional, citra merek yang positif, serta kepercayaan konsumen. Produk UMKM perlu diposisikan tidak sekadar murah atau sedang diskon, tetapi memiliki cerita, nilai, dan relevansi dengan kehidupan konsumen, khususnya Generasi Z.

Pemahaman terhadap psikologi konsumen menjadi kunci dalam merancang strategi pemasaran digital yang efektif. UMKM perlu menyadari bahwa perilaku impulsif tidak bisa “dipaksa” hanya dengan promosi. Sikap konsumen, kebiasaan belanja, suasana hati, dan stimulasi digital saling berinteraksi secara dinamis. Strategi yang mengabaikan aspek-aspek ini berpotensi gagal, meskipun dana promosi yang dikeluarkan tidak sedikit.

Ke depan, tantangan bagi UMKM adalah bagaimana mengelola ruang digital sebagai medium interaksi, bukan sekadar etalase promosi. Konten yang edukatif, komunikatif, dan humanis akan lebih mampu membentuk sikap positif konsumen. Dengan demikian, ketika dorongan impulsif muncul, ia tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh kepercayaan dan pengalaman yang telah terbangun sebelumnya.

Pada akhirnya, promosi memang penting, tetapi bukan segalanya. Dalam dunia belanja online yang semakin kompetitif, memahami manusia di balik layar jauh lebih krusial dibanding sekadar memoles tampilan diskon. Perilaku impulsif online adalah hasil dari proses psikologis yang kompleks. Bagi UMKM yang ingin bertahan dan tumbuh, menempatkan konsumen sebagai subjek dengan emosi, sikap, dan nilai, bukan sekadar target promosi, adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Warga Dusun Karang Sekaran Adakan Tasyakuran dan Kirim Doa untuk Ahli Kubur
Daerah

Warga Dusun Karang Sekaran Adakan Tasyakuran dan Kirim Doa untuk Ahli Kubur

September 10, 2026
64
Proyek Revitalisasi SDN Karangbinangun APBN 2026 jadi sorotan masyarakat.
News

Proyek Revitalisasi SDN Karangbinangun APBN 2026 jadi sorotan masyarakat.

September 9, 2026
42
Peduli Warga Terdampak Kekeringan, SMSI Lamongan Salurkan Air Bersih
News

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, SMSI Lamongan Salurkan Air Bersih

September 9, 2026
16
Dugaan Pungutan Rp700 Ribu di SMPN 1 Sukorame Lamongan, wali Murid Keluhkan Biaya Laptop TKA
Daerah

Dugaan Pungutan Rp700 Ribu di SMPN 1 Sukorame Lamongan, wali Murid Keluhkan Biaya Laptop TKA

September 8, 2026
11
SMSI Lamongan Dapat Dukungan Ketua DPRD untuk Wujudkan Pers Berkualitas
Daerah

SMSI Lamongan Dapat Dukungan Ketua DPRD untuk Wujudkan Pers Berkualitas

September 7, 2026
14
DPRD Lamongan Bedah Raperda Pajak dan Retribusi 2026 Dorong Keadilan Fiskal dan Perlindungan UMKM Jadi Catatan Utama Fraksi
Daerah

DPRD Lamongan Bedah Raperda Pajak dan Retribusi 2026 Dorong Keadilan Fiskal dan Perlindungan UMKM Jadi Catatan Utama Fraksi

September 6, 2026
21
Mendikdasmen Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi
Metropolitan

Mendikdasmen Ingatkan Sekolah Tak Manipulasi Data Demi Anggaran Revitalisasi

September 5, 2026
11
Refresing RT, RW, LMK, FKDM 2026 Ditutup, Kebersamaan Warga Petojo Utara Jadi Kekuatan Utama
Metropolitan

Refresing RT, RW, LMK, FKDM 2026 Ditutup, Kebersamaan Warga Petojo Utara Jadi Kekuatan Utama

September 5, 2026
17
HUT ke-11 Sudut Pandang, Menteri Koperasi Ferry Juliantono hingga OC Kaligis Raih Award 2026
Metropolitan

HUT ke-11 Sudut Pandang, Menteri Koperasi Ferry Juliantono hingga OC Kaligis Raih Award 2026

September 5, 2026
10
Pemkab Lamongan Dukung Penuh Survei Seismik 2D Lamturo, Incar Cadangan Migas Baru
Daerah

Pemkab Lamongan Dukung Penuh Survei Seismik 2D Lamturo, Incar Cadangan Migas Baru

September 5, 2026
8

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Demi Hukum : Majelis Hakim PN Jakarta Utara Diminta Hentikan Proses Hukum Perkara Budi Dugaan Pencemaran Nama Baik

Demi Hukum : Majelis Hakim PN Jakarta Utara Diminta Hentikan Proses Hukum Perkara Budi Dugaan Pencemaran Nama Baik

8 bulan yang lalu
146
Suap Makelar Kasus Korupsi CPO Menggurita Hingga Panpud PN Jakarta Utara Wahyu Gunawan

Suap Makelar Kasus Korupsi CPO Menggurita Hingga Panpud PN Jakarta Utara Wahyu Gunawan

1 tahun yang lalu
36
UNISLA Melesat Menatap Masa Depan: Menjadi Pusat Keunggulan Ekonomi dan Bisnis di Era Global

UNISLA Melesat Menatap Masa Depan: Menjadi Pusat Keunggulan Ekonomi dan Bisnis di Era Global

9 bulan yang lalu
85

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • DUGAAN PENGANIAYAAN WARGA MEDAN MASIH BERGULIR DI POLRES TUBAN

    DUGAAN PENGANIAYAAN WARGA MEDAN MASIH BERGULIR DI POLRES TUBAN

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Warga Dusun Karang Sekaran Adakan Tasyakuran dan Kirim Doa untuk Ahli Kubur

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Revitalisasi SDN Karangbinangun APBN 2026 jadi sorotan masyarakat.

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • JPU Erma Oktora Diteriaki Minta Uang 200 Juta Untuk Meringankan Tuntutan Perkara Narkoba

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Nyawa Dipertaruhkan di Ujung Rujukan, Warga Sidogembul Meninggal: Mengapa Permintaan ke RSI Nashrul Ummah Tak Dikabulkan?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA