kabaronenews
No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
kabaronenews
Home News

Promosi Bukan Segalanya: Psikologi Konsumen dan Tantangan Impulsif Online Produk UMKM

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
9 bulan yang lalu
Promosi Bukan Segalanya: Psikologi Konsumen dan Tantangan Impulsif Online Produk UMKM
45
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, MSE (dekan FEB UNISLA/WAKIL DEWAN PENGUPAHAN KABUPATEN LAMONGAN)

Surakarta, KabarOneNews.com-Perkembangan ekosistem digital telah mengubah wajah konsumsi masyarakat secara drastis. Aktivitas belanja yang dahulu menuntut kehadiran fisik kini bergeser ke ruang virtual yang serba cepat, praktis, dan penuh stimulasi. Dalam konteks ini, promosi sering dipandang sebagai senjata utama untuk mendorong penjualan, termasuk bagi produk-produk UMKM. Diskon besar, gratis ongkir, flash sale, hingga endorsement influencer kerap diyakini mampu meningkatkan pembelian impulsif online. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya tepat. Promosi, pada kenyataannya, tidak selalu berhasil meningkatkan perilaku impulsif online, terutama ketika tidak disertai pemahaman yang memadai terhadap sikap dan kondisi psikologis konsumen.IMG 20260126 WA0060

Berita‎ Terkait

PT SDE Perkuat UMKM Magalau Hulu, Enam Usaha Terima Bantuan

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kotabaru Teguhkan Persatuan

SSC Bantu Sumur Bor, Warga Bekambit Asri Dapat Akses Air Bersih

Pembelanjaan impulsif online merupakan perilaku membeli yang terjadi secara spontan, tidak direncanakan, dan sering kali dipicu oleh dorongan emosional sesaat. Dalam lingkungan digital, perilaku ini menjadi semakin kompleks karena konsumen tidak hanya berhadapan dengan produk, tetapi juga dengan berbagai rangsangan visual, audio, dan narasi persuasif yang terus menerus. Namun demikian, keputusan impulsif tidak semata-mata muncul karena adanya promosi. Ada faktor internal yang jauh lebih menentukan, yakni sikap, emosi, dan kondisi psikologis konsumen itu sendiri.

Kebiasaan belanja online yang semakin mengakar di masyarakat memang membentuk pola perilaku baru. Konsumen menjadi terbiasa membuka aplikasi belanja hanya untuk “melihat-lihat”, mengisi waktu luang, atau sekadar mencari hiburan. Dari kebiasaan inilah benih perilaku impulsif mulai tumbuh. Aktivitas scrolling tanpa tujuan yang jelas sering kali berujung pada pembelian yang tidak direncanakan. Namun, sekali lagi, kebiasaan ini tidak otomatis menghasilkan pembelian impulsif. Banyak konsumen yang terbiasa berbelanja online justru semakin rasional, selektif, dan kritis terhadap promosi yang ditawarkan.

Suasana hati atau mood konsumsi memiliki peran yang sangat signifikan dalam pembelanjaan impulsif online. Konsumen yang berada dalam kondisi emosional tertentu, seperti stres, lelah, bosan, atau bahkan terlalu gembira, cenderung lebih rentan terhadap dorongan impulsif. Dalam situasi seperti ini, belanja online sering dijadikan sarana pelarian emosional atau bentuk self-reward. Sebaliknya, konsumen dengan kondisi psikologis yang stabil dan tujuan belanja yang jelas cenderung mampu menahan godaan promosi, seberapa pun menariknya penawaran tersebut.

Stimulasi digital juga menjadi faktor penting yang memengaruhi perilaku pembelanjaan. Tampilan visual yang menarik, notifikasi yang muncul berulang kali, countdown timer, hingga testimoni pelanggan yang ditampilkan secara masif merupakan bentuk stimulasi yang dirancang untuk membangkitkan emosi dan rasa urgensi. Dalam banyak kasus, stimulasi ini memang mampu memicu respons impulsif. Namun efektivitasnya sangat bergantung pada kesiapan psikologis konsumen. Tanpa adanya keterlibatan emosional dan sikap positif terhadap produk atau merek, stimulasi digital hanya akan menjadi kebisingan visual yang diabaikan.

Fenomena ini menjadi semakin relevan ketika dikaitkan dengan Generasi Z, kelompok usia yang saat ini mendominasi konsumen digital. Generasi Z tumbuh dalam lingkungan yang sangat akrab dengan teknologi, media sosial, dan transaksi digital. Mereka cepat beradaptasi, responsif terhadap tren, namun juga memiliki tingkat literasi digital yang relatif lebih baik dibanding generasi sebelumnya. Karakteristik ini membuat Generasi Z tidak selalu mudah dipengaruhi oleh promosi konvensional. Mereka lebih menghargai autentisitas, pengalaman, dan nilai yang dirasakan dari suatu produk.

Bagi Generasi Z, kepercayaan diri dalam bertransaksi menjadi faktor kunci. Kepercayaan ini tidak hanya berkaitan dengan keamanan pembayaran, tetapi juga dengan kredibilitas penjual, kualitas produk, kejelasan informasi, dan kesesuaian nilai merek dengan identitas diri mereka. Tanpa adanya rasa percaya dan keyakinan, promosi agresif justru dapat menimbulkan skeptisisme. Dalam kondisi demikian, alih-alih mendorong pembelian impulsif, promosi yang berlebihan bisa menurunkan minat beli.

Dalam konteks UMKM, temuan ini memberikan pelajaran penting. UMKM tidak cukup hanya mengandalkan strategi promosi jangka pendek untuk mendorong penjualan impulsif online. Pendekatan yang lebih berkelanjutan diperlukan, yakni dengan membangun hubungan emosional, citra merek yang positif, serta kepercayaan konsumen. Produk UMKM perlu diposisikan tidak sekadar murah atau sedang diskon, tetapi memiliki cerita, nilai, dan relevansi dengan kehidupan konsumen, khususnya Generasi Z.

Pemahaman terhadap psikologi konsumen menjadi kunci dalam merancang strategi pemasaran digital yang efektif. UMKM perlu menyadari bahwa perilaku impulsif tidak bisa “dipaksa” hanya dengan promosi. Sikap konsumen, kebiasaan belanja, suasana hati, dan stimulasi digital saling berinteraksi secara dinamis. Strategi yang mengabaikan aspek-aspek ini berpotensi gagal, meskipun dana promosi yang dikeluarkan tidak sedikit.

Ke depan, tantangan bagi UMKM adalah bagaimana mengelola ruang digital sebagai medium interaksi, bukan sekadar etalase promosi. Konten yang edukatif, komunikatif, dan humanis akan lebih mampu membentuk sikap positif konsumen. Dengan demikian, ketika dorongan impulsif muncul, ia tidak berdiri sendiri, melainkan ditopang oleh kepercayaan dan pengalaman yang telah terbangun sebelumnya.

Pada akhirnya, promosi memang penting, tetapi bukan segalanya. Dalam dunia belanja online yang semakin kompetitif, memahami manusia di balik layar jauh lebih krusial dibanding sekadar memoles tampilan diskon. Perilaku impulsif online adalah hasil dari proses psikologis yang kompleks. Bagi UMKM yang ingin bertahan dan tumbuh, menempatkan konsumen sebagai subjek dengan emosi, sikap, dan nilai, bukan sekadar target promosi, adalah langkah strategis yang tidak bisa ditawar.

SendShareTweet

Related‎ Posts

PT SDE Perkuat UMKM Magalau Hulu, Enam Usaha Terima Bantuan
Daerah

PT SDE Perkuat UMKM Magalau Hulu, Enam Usaha Terima Bantuan

Oktober 8, 2026
7
Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kotabaru Teguhkan Persatuan
Daerah

Hari Kesaktian Pancasila, Pemkab Kotabaru Teguhkan Persatuan

Oktober 8, 2026
9
SSC Bantu Sumur Bor, Warga Bekambit Asri Dapat Akses Air Bersih
Daerah

SSC Bantu Sumur Bor, Warga Bekambit Asri Dapat Akses Air Bersih

Oktober 7, 2026
9
DPRD Tanbu Jawab Pendapat Bupati soal Dua Raperda
Daerah

DPRD Tanbu Jawab Pendapat Bupati soal Dua Raperda

Oktober 7, 2026
7
Pemkab Kotabaru Gandeng PT STC Cari Solusi Krisis Air
Daerah

Pemkab Kotabaru Gandeng PT STC Cari Solusi Krisis Air

Oktober 7, 2026
9
Angkat Pesan Sunan Drajat Lewat Motif Batik, Reovany Juara 1 Lomba Desain Batik Lamongan 2026
News

Angkat Pesan Sunan Drajat Lewat Motif Batik, Reovany Juara 1 Lomba Desain Batik Lamongan 2026

Oktober 7, 2026
8
Proyek Trotoar dan Saluran di Jaktim Disorot, U-Ditch Diduga Dipasang Tanpa Lantai Kerja
Metropolitan

Proyek Trotoar dan Saluran di Jaktim Disorot, U-Ditch Diduga Dipasang Tanpa Lantai Kerja

Oktober 7, 2026
72
DIDUGA SUNAT DANA PIP SISWA, PULUHAN MAHASISWA PMII LAMONGAN GERUDUK DINAS PENDIDIKAN
News

DIDUGA SUNAT DANA PIP SISWA, PULUHAN MAHASISWA PMII LAMONGAN GERUDUK DINAS PENDIDIKAN

Oktober 6, 2026
13
Lurah Petojo Utara Berhasil Bikin Warga Selalu Rukun dan Kompak
Metropolitan

Lurah Petojo Utara Berhasil Bikin Warga Selalu Rukun dan Kompak

Oktober 6, 2026
31
Bupati Sampaikan Pendapat atas Dua Raperda DPRD Tanah Bumbu
Daerah

Bupati Sampaikan Pendapat atas Dua Raperda DPRD Tanah Bumbu

Oktober 6, 2026
14

Media Siber :

Info Publik:

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

8 bulan yang lalu
54
Jelang Idul Adha 1446 H, DPD Juleha Kotabaru Gelar Pelatihan Manajemen Qurban Gratis

Jelang Idul Adha 1446 H, DPD Juleha Kotabaru Gelar Pelatihan Manajemen Qurban Gratis

1 tahun yang lalu
16
Angkat Pesan Sunan Drajat Lewat Motif Batik, Reovany Juara 1 Lomba Desain Batik Lamongan 2026

Angkat Pesan Sunan Drajat Lewat Motif Batik, Reovany Juara 1 Lomba Desain Batik Lamongan 2026

1 hari yang lalu
8

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Terdakwa Dituntut Dua Tahun, Penasihat Hukum Tidak Melakukan Pembelaan

    Terdakwa Dituntut Dua Tahun, Penasihat Hukum Tidak Melakukan Pembelaan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Proyek Trotoar dan Saluran di Jaktim Disorot, U-Ditch Diduga Dipasang Tanpa Lantai Kerja

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Penasihat Hukum Terdakwa Tuding Dakwaan Jaksa, ‘Rekayasa’

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • PN Jakut Tangguhkan Penahanan Rosmawati Gunawan Penipu 2.8 M, Tidak Memberikan Rasa Keadilan Terhadap Korban

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • DUGAAN PENYALAHGUNAAN DANA BUMDES KETAHAN PANGAN RP158 JUTA DI DESA KEBUNAGUNG Sapi Beli 5 Ekor Tinggal 1, Pembangunan Kandang Tak Terealisasi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

kabaronenews

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA