No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

Penguatan Kapasitas Mahasiswa: Imron Hamzah Dipercaya Bawa UKM Jemapala Unisla Menuju Kiprah Internasional

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
4 bulan yang lalu
Penguatan Kapasitas Mahasiswa: Imron Hamzah Dipercaya Bawa UKM Jemapala Unisla Menuju Kiprah Internasional
111
VIEWS

Oleh: Imron Hamzah, S.M., M.M. (Dosen FEB UNISLA)

Lamongan, KabarOne News.com-Ada semangat baru yang mengalir di kampus Universitas Islam Lamongan (UNISLA). Di tengah geliat perubahan dan dinamika mahasiswa yang semakin progresif, muncul satu gerakan yang tak hanya berbicara tentang alam, tetapi juga tentang peradaban, kompetensi, dan eksistensi mahasiswa di tingkat global. Gerakan itu bernama Jejak Mahasiswa Pencinta Alam atau Jemapala UNISLA sebuah wadah yang selama ini dikenal sebagai rumah bagi para petualang kampus, kini mulai menata arah baru di bawah pembinaan saya sebagai dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNISLA.

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Mungkin sebagian orang masih memandang kegiatan pencinta alam hanya sebatas naik gunung, susur sungai, atau menaklukkan tebing. Padahal, di balik itu semua tersimpan nilai-nilai penting tentang kepemimpinan, tanggung jawab sosial, keberanian mengambil keputusan, serta ketangguhan mental kualitas yang justru menjadi fondasi bagi mahasiswa unggul dan berdaya saing. Inilah yang saya lihat sebagai peluang besar untuk memperkuat kapasitas mahasiswa melalui Jemapala, bukan sekadar lewat petualangan alam, tetapi juga lewat pembentukan karakter dan pengembangan jejaring global.

Sejak dipercaya menjadi pembina, saya membawa satu visi besar: “Jemapala Go Internasional.” Bagi sebagian orang, ini mungkin terdengar ambisius. Namun bagi saya, mimpi besar harus dipupuk sejak dini. Dunia saat ini tak lagi mengenal batas ruang dan waktu. Mahasiswa UNISLA harus memiliki keberanian dan kesiapan untuk menunjukkan jati dirinya di tingkat dunia baik dalam forum internasional, program pertukaran, maupun kompetisi lintas negara.

Langkah pertama tentu dimulai dari pembenahan internal. Saya dan rekan-rekan di Jemapala tengah merancang sistem pembinaan yang lebih terstruktur, mulai dari pelatihan kepemimpinan, manajemen kegiatan, hingga komunikasi lintas budaya. Tujuannya sederhana: membentuk anggota yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga unggul secara intelektual dan emosional. Alam adalah laboratorium kehidupan, dan Jemapala adalah ruang praktik nyata di mana mahasiswa belajar menghadapi tantangan dengan solusi, bukan keluhan.

Jemapala UNISLA sendiri bukan pemain baru dalam dunia pencinta alam. Prestasinya dalam bidang panjat tebing sudah diakui di berbagai ajang provinsi dan nasional. Beberapa anggota bahkan kerap menjadi wakil kampus dalam lomba dan pelatihan di luar daerah. Namun saya yakin, potensi ini bisa melesat lebih jauh jika dibarengi dengan visi global dan dukungan kelembagaan yang kuat. Karena itu, kami sedang mengupayakan kolaborasi dengan organisasi pencinta alam di luar negeri, seperti ASEAN Mountaineering Federation dan komunitas konservasi lingkungan di Malaysia serta Jepang. Kolaborasi semacam ini penting untuk membuka wawasan dan pengalaman baru bagi mahasiswa, sekaligus memperkenalkan UNISLA di kancah internasional.

Namun, membawa Jemapala ke tingkat internasional tentu tidak semudah membalik telapak tangan. Ada tantangan yang harus dihadapi: keterbatasan dana, sumber daya manusia, serta adaptasi terhadap standar global kegiatan pencinta alam. Tapi saya percaya, semangat mahasiswa UNISLA adalah energi yang luar biasa. Mereka terbiasa bekerja keras, beradaptasi, dan mencari solusi di tengah keterbatasan. Sikap inilah yang akan menjadi modal utama menuju level yang lebih tinggi.

Di sisi lain, pembinaan UKM seperti Jemapala juga sejalan dengan visi besar UNISLA yang mendorong mahasiswa agar tak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga memiliki pengalaman dan rekognisi di luar negeri. Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang untuk menumbuhkan kepemimpinan, kreativitas, dan kepedulian sosial. Melalui kegiatan UKM, mahasiswa belajar untuk menjadi bagian dari masyarakat global, bukan sekadar penonton dalam arus perubahan dunia.

Bagi saya, mahasiswa adalah agen perubahan yang tidak boleh puas hanya menjadi peserta kegiatan kampus. Mereka harus berani tampil, berani berjejaring, dan berani berkompetisi. Itulah sebabnya saya mendorong agar Jemapala tidak hanya fokus pada ekspedisi atau kegiatan lingkungan, tetapi juga mulai aktif menulis jurnal ilmiah, membuat film dokumenter tentang alam, atau menggelar seminar internasional bertema ekowisata dan konservasi. Mahasiswa yang mampu menulis dan berbicara di forum internasional adalah mahasiswa yang benar-benar siap menjadi pemimpin masa depan.

Selain itu, saya ingin menguatkan sinergi antara Jemapala dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Alam dan ekonomi, dua hal yang tampak berbeda, sebenarnya punya keterkaitan yang erat. Misalnya, konsep green economy dan ecotourism bisa menjadi jembatan antara kegiatan pencinta alam dan pengembangan ekonomi berkelanjutan. Anggota Jemapala dapat berperan sebagai pelopor wisata berbasis konservasi di Lamongan, yang bukan hanya menjaga kelestarian lingkungan tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

Saya percaya, penguatan kapasitas mahasiswa bukan hanya tentang menambah keterampilan teknis, tetapi juga tentang menanamkan nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas. Saat seorang mahasiswa mendaki gunung, ia belajar tentang kesabaran dan kebersamaan. Saat ia menuruni lembah, ia belajar tentang kerendahan hati. Semua proses itu adalah pendidikan karakter yang tak tertulis di silabus kuliah, tetapi sangat berharga dalam kehidupan nyata.

Kehadiran Jemapala dengan semangat barunya juga menjadi simbol kebangkitan UKM di UNISLA. Ketika mahasiswa bergerak, kampus pun hidup. Ketika mahasiswa berani bermimpi besar, institusi pun ikut naik kelas. Maka, pembinaan UKM bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan bagian dari strategi besar mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan memiliki orientasi global.

Visi “Jemapala Go Internasional” mungkin tampak besar, tetapi semua perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari satu ekspedisi menjadi sepuluh, dari satu kolaborasi menjadi jaringan lintas negara. Saya ingin Jemapala menjadi contoh nyata bahwa mahasiswa UNISLA mampu berbicara di panggung dunia, tanpa kehilangan jati dirinya sebagai insan akademik yang berlandaskan nilai-nilai Islam dan kebangsaan.

Sebagai dosen, saya percaya bahwa mendidik bukan hanya di ruang kelas. Membimbing mahasiswa di lapangan, mendengarkan gagasan mereka, dan memberi ruang untuk berkembang adalah bagian dari tanggung jawab moral kita sebagai pendidik. Melalui Jemapala, saya ingin menunjukkan bahwa pembinaan mahasiswa bisa menjadi jembatan antara teori dan realita, antara kampus dan dunia, antara cita-cita dan kenyataan.

Kini, perjalanan baru Jemapala UNISLA telah dimulai. Di pundak para anggotanya tersimpan harapan besar harapan agar UNISLA dikenal bukan hanya sebagai universitas yang religius dan unggul, tetapi juga sebagai kampus yang melahirkan generasi tangguh yang mencintai alam dan siap bersaing di level internasional. Dan selama semangat itu terus menyala, saya yakin, langit dunia pun tak akan terlalu tinggi untuk dijangkau oleh mahasiswa UNISLA.(*).

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
16
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
19
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
18
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
38
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
25
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
76
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
44
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
16
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
24
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
21

Hari Besar Nasional:

Ramadhan 2026 :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

PT. SSC Pererat Silaturahmi Lewat Bantuan Keagamaan untuk Majelis Habsyi Desa Bekambit

PT. SSC Pererat Silaturahmi Lewat Bantuan Keagamaan untuk Majelis Habsyi Desa Bekambit

11 bulan yang lalu
36
Safari Ramadhan Terakhir Pemkab Kotabaru di Desa Pudi: Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan

Safari Ramadhan Terakhir Pemkab Kotabaru di Desa Pudi: Pererat Silaturahmi dan Salurkan Bantuan

12 bulan yang lalu
46
Bupati Bang Arul Tegaskan Prinsip Inklusif, Berkelanjutan dan Bermanfaat dalam RKPD 2026

Bupati Bang Arul Tegaskan Prinsip Inklusif, Berkelanjutan dan Bermanfaat dalam RKPD 2026

12 bulan yang lalu
17

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • Merajut Ukhuwah dalam Balutan Budaya: Ratusan Paket Takjil Warnai Langit Ramadan di Monpera Balikpapan

    Merajut Ukhuwah dalam Balutan Budaya: Ratusan Paket Takjil Warnai Langit Ramadan di Monpera Balikpapan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Hakim Bebaskan Terdakwa, Tak Terbukti Melakukan Penyerobotan Tanah Milik Orang Lain

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Insan Dangdut Tanah Bumbu- Kotabaru Gelar Buka Puasa Bersama di Pantai Pagatan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Puluhan Warga Luruk Balai Desa Waru wetan Lamongan, Minta Kades Dan Oknum Perangkat Desa Dipecat

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Mengukir Takwa di Atas Aspal: Aksi Kolosal Persinas ASAD Balikpapan Tebbar 500 Paket Kebaikan di Bulan Suci

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA