No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata
No Result
Lihat semua
Home Opini

Paradoks Pariwisata Indonesia: Saat Liburan ke Luar Negeri Terasa Lebih Masuk Akal daripada Menjelajah Negeri Sendiri

redaksi kabaronenews oleh redaksi kabaronenews
4 bulan yang lalu
Paradoks Pariwisata Indonesia: Saat Liburan ke Luar Negeri Terasa Lebih Masuk Akal daripada Menjelajah Negeri Sendiri
38
VIEWS

Oleh: Dr. H. Abid Muhtarom, SE., SPd., MSE
Dekan FEB UNISLA / Wakil Dewan Pengupahan Kabupaten Lamongan

Lamongan, KabarOne News com-Pariwisata selama ini diposisikan sebagai salah satu penggerak utama perekonomian nasional. Pemerintah dan pelaku industri kerap menempatkannya sebagai sektor strategis yang mampu mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat penerimaan devisa. Secara statistik, capaian pariwisata Indonesia dalam dua tahun terakhir memang menunjukkan tren yang relatif positif. Jumlah perjalanan wisatawan nusantara telah melampaui ratusan juta perjalanan per tahun, sementara kunjungan wisatawan mancanegara terus bergerak naik pascapandemi.IMG 20251230 WA0003

Berita‎ Terkait

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Namun, di balik capaian tersebut, tersimpan sebuah ironi yang semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya kelas menengah. Dalam praktiknya, berwisata ke luar negeri terutama ke negara-negara Asia Tenggara sering kali terasa lebih terjangkau, lebih mudah, dan lebih pasti dibandingkan berwisata di dalam negeri sendiri. Paradoks inilah yang perlu dibaca secara jernih dan dijadikan bahan refleksi bersama.

Dari sisi biaya transportasi, perbandingan menjadi sangat nyata. Tiket penerbangan internasional jarak pendek seperti Jakarta–Singapura, Surabaya–Kuala Lumpur, atau Jakarta–Bangkok, dalam banyak kesempatan justru dapat diperoleh dengan harga yang relatif kompetitif. Sebaliknya, penerbangan domestik menuju destinasi unggulan nasional pada musim liburan kerap mengalami lonjakan harga yang signifikan. Kondisi ini menimbulkan kesan bahwa bepergian ke luar negeri tidak selalu identik dengan biaya yang lebih mahal, sementara perjalanan domestik justru semakin sulit dijangkau oleh sebagian masyarakat.

Persoalan biaya juga berlanjut di tingkat destinasi. Pada musim puncak, harga akomodasi, konsumsi, dan transportasi lokal di beberapa destinasi wisata dalam negeri meningkat tajam. Kenaikan ini sering kali tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas layanan maupun kenyamanan. Di sisi lain, sejumlah negara tetangga menawarkan kepastian harga dan tata kelola destinasi yang lebih konsisten. Paket wisata disusun secara transparan, akses transportasi jelas, dan wisatawan dapat memperkirakan total pengeluaran sejak awal perjalanan. Bagi wisatawan modern yang rasional, kepastian semacam ini menjadi pertimbangan penting dalam menentukan tujuan wisata.

Data perjalanan penduduk Indonesia ke luar negeri yang menunjukkan kecenderungan meningkat patut dibaca sebagai sinyal pergeseran preferensi. Masyarakat tidak berhenti berwisata, tetapi mulai mencari alternatif yang dianggap lebih efisien secara ekonomi dan waktu. Dalam konteks ini, potensi kebocoran devisa menjadi isu yang tidak bisa diabaikan. Belanja wisata yang seharusnya berputar di dalam negeri justru mengalir ke luar, sementara pelaku usaha lokal kehilangan peluang pertumbuhan.

Aksesibilitas turut memperkuat perbandingan tersebut. Negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand unggul dalam penyediaan transportasi publik yang terintegrasi. Bandara, pusat kota, dan kawasan wisata terhubung dengan moda transportasi yang mudah diakses, terjadwal dengan baik, dan berbiaya terukur. Sebaliknya, di banyak destinasi wisata Indonesia, keterbatasan transportasi publik masih menjadi kendala. Ketergantungan pada kendaraan sewa, infrastruktur yang belum merata, serta minimnya integrasi antar moda membuat perjalanan wisata menjadi lebih mahal dan kurang nyaman.

Kondisi ini mulai memengaruhi daya saing destinasi unggulan nasional. Menjelang Tahun Baru 2026, muncul indikasi adanya perlambatan kunjungan wisatawan asing ke Bali. Meski Bali tetap memiliki daya tarik yang kuat, faktor biaya hidup, kepadatan lalu lintas, serta persepsi sebagai destinasi yang semakin mahal mulai memengaruhi keputusan wisatawan. Ketika destinasi lain di kawasan Asia Tenggara menawarkan pengalaman yang sebanding dengan biaya dan akses yang lebih bersahabat, maka keunggulan Bali tidak lagi bersifat absolut.

Dari perspektif ketenagakerjaan dan ekonomi daerah, situasi ini memerlukan perhatian serius. Pariwisata tidak hanya berkaitan dengan jumlah kunjungan, tetapi juga dengan keberlanjutan pendapatan dan kesejahteraan pekerja. Ketika belanja wisata melemah atau berpindah ke luar negeri, dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM, pekerja sektor jasa, dan ekonomi lokal. Sebagai bagian dari Dewan Pengupahan daerah, saya melihat bahwa melemahnya sektor pariwisata pada akhirnya akan memengaruhi daya tahan upah dan kualitas pekerjaan di tingkat lokal.

Data yang tersedia seharusnya menjadi dasar evaluasi kebijakan. Indonesia memiliki kekayaan alam dan budaya yang luar biasa, tetapi menghadapi tantangan serius dalam hal struktur biaya, efisiensi transportasi, dan tata kelola destinasi. Tanpa upaya sistematis untuk menata ulang harga transportasi domestik, mengendalikan lonjakan biaya di destinasi wisata, serta memperbaiki akses dan integrasi transportasi, paradoks pariwisata ini akan semakin menguat.

Pariwisata Indonesia tidak kalah indah, tetapi berisiko kalah bersaing jika aspek keterjangkauan dan kenyamanan terus diabaikan. Inilah saatnya menjadikan data sebagai pijakan untuk berbenah, bukan sekadar bahan laporan. Sebab, tidak ada ironi yang lebih tajam daripada negeri yang kaya akan pesona, tetapi ditinggalkan warganya sendiri karena pilihan berwisata ke luar negeri terasa lebih masuk akal.

SendShareTweet

Related‎ Posts

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM
Opini

Traffic sebagai Nafas Baru Pemasaran UMKM

Maret 8, 2026
26
Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan
Opini

Cabai Turun, Stabilitas Menguat: Membaca Arah Inflasi Daerah dan Dampaknya bagi UMKM Lamongan

Maret 2, 2026
24
MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih
Opini

MBG Sebagai Lokomotif Ekonomi Rakyat: Spillover Effect bagi UMKM dan Koperasi Desa Merah Putih

Maret 1, 2026
25
Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri
Opini

Alumni Program Studi Akuntansi FEB UNISLA Diterima dalam Program MBG: Bukti Nyata Kualitas dan Integritas Lulusan untuk Negeri

Februari 24, 2026
39
Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart
Opini

Rekayasa Struktur Ekonomi Desa dengan Model Input–Output: Koperasi Merah Putih, UMKM, dan Konsekuensi Penghapusan (ritel modern) Indomaret–Alfamart

Februari 20, 2026
36
Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026
Opini

Ketika Pekerjaan Formal Tak Menjamin Sejahtera, UMKM Menjadi Jalan Rakyat di Momentum Ramadhan 2026

Februari 17, 2026
85
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”
Opini

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

Februari 15, 2026
47
Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM
Opini

Indonesia Nomor Satu Dunia dalam Global Flourishing Study: Energi Sosial bagi Kebangkitan UMKM

Februari 11, 2026
20
Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?
Opini

Koperasi Merah Putih: Menguatkan Ekonomi Desa atau Menyisihkan Warung UMKM?

Februari 10, 2026
28
Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)
Opini

Pers Nasional, Penjaga Nalar Publik dan Nurani Demokrasi (Selamat Hari Pers Nasional)

Februari 10, 2026
25

Hari Besar Nasional:

Idul Fitri 1447 H/ 2026 M :

Kolom Ucapan :

Rekomendasi‎ Berita

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

Benarkah? Pengurus Partai Banteng Bag Cacing Kepanasan Adanya Gugatan No.113 di PTUN

11 bulan yang lalu
29
“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

“Promosi Bisa Ditiru, Cerita Tidak: Brand Storytelling UMKM Berbasis Sejarah sebagai Strategi Menjadi Kebutuhan Pasar”

3 bulan yang lalu
47
Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

Amin Thohari Kritik Langsung Kinerja Buruk Bulog Bojonegoro Serap Gabah

1 tahun yang lalu
16

Advertorial Idul Fitri :

Advertorial :

Berita‎ Populer

  • PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    PT. Delta Mega Persada Digugat, Dituding Melakukan Perbuatan Melawan Hukum

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Sidang Pemalsuan Surat Kuasa, Pengacara Sopar Napitupulu Dapat Rp 140 Juta Notaris 5,5 M

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Launching lembaga bahasa Al Fattah Yayasan pondok pesantren Al Fattah Siman Lamongan

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Demi Kepastian Hukum Majelis Hakim Diminta Kabulkan Sita Jaminan Lahan Apartemen Yang Diduga Diserobot PT.Summarecon

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Razia Parkir Liar Mobil Jaksa dan Pengacara Dikempesin Didepan PN Jakarta Utara

    0 shares
    Share 0 Tweet 0

Member Of :

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA

Navigate Site

  • Kebijakan Privasi
  • Jasa Publikasi
  • Kode etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi KabaroneNews.com
  • Info Lainnya

Follow Us

No Result
Lihat semua
  • Beranda
  • News
    • Daerah
    • Internasional
    • Metropolitan
    • Nasional
  • Bisnis
  • Ekonomi
  • Hankam
  • Opini
  • Hukum
  • Lipsus
  • Politik
  • Ragam
  • Wisata

Copyright 2016 © PT. KABAR MEDIA INDONESIA